alexametrics
23.3 C
Madiun
Monday, May 23, 2022

Ngeroom, Jantung Kumat, Seorang Warga Madiun Meninggal

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Nasib malang dialami KW, warga Kare, Kabupaten Madiun, Kamis (5/5) dini hari. Di saat pria 37 itu berkaraoke ria bersama temannya dengan ditemani oleh dua perempuan pemandu lagu (PL) di tempat hiburan malam (THM) Wiro Sableng, KW mengeluhkan bagian jantungnya sakit serta merasa lemas. Dia juga nyaris tak sadarkan diri ketika dibawa ke RS Griya Husada.

KW sempat mendapat perawatan medis sekitar 30 menit di ruang IGD. Tapi, setelah itu nyawanya tak tertolong pada pukul 03.00. Dia dinyatakan meninggal oleh pihak rumah sakit dengan dugaan mengalami gangguan jantung.

Kapolsek Taman Kompol Setyo Wiyono saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. Korban datang bersama dengan temannya ke tempat karaokean Wiro Sableng di Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Demangan, Kecamatan Taman, Kota Madiun sekitar pukul 02.00.

Keduanya lantas memesan sebuah room kepada pihak operator tempat karaoke dan dua orang PL. Selama hampir sekitar satu jam mereka berempat asyik berdendang tanpa ada gangguan. Namun, tak berselang lama kemudian kepanikan muncul saat KW mengeluhkan sakit di bagian jantung. Tubuhnya juga merasa lemas.

Baca Juga :  Materi Siaga Kependudukan Bakal Masuk Kurikulum Pendidikan

Mendapati tamunya mengeluh sakit, salah seorang pemandu lagu kemudian melaporkannya ke pihak operator. Sebelum akhirnya KW dilarikan ke RS Griya Husada. ‘’Jadi, korban meninggal di rumah sakit. Dari hasil keterangan pihak keluarganya menyatakan korban meninggal karena mengalami gangguan jantung,’’ kata Setyo.

Atas kejadian tersebut, pihaknya dalam waktu dekat bakal memanggil pemilik tempat karaoke untuk dimintai keterangan. Termasuk teman korban dan kedua PL yang ketika itu berada dalam satu room. ‘’Pemilik tempat karaokeannya nanti kami panggil,’’ ujar kapolsek.

Di samping itu, Setyo juga menyesalkan para pemilik tempat karaoke tetap membuka usahanya secara diam-diam kendati sudah ada aturan yang melarangnya. Seperti diketahui sesuai dengan Peraturan Wali Kota 8/2022, seluruh THM dan karaoke diwajibkan tutup sejak awal Ramadan hingga 8 Mei mendatang. ‘’Sesuai aturan memang THM dan tempat karaoke belum diperbolehkan buka. Jadi, nanti kami panggil pemilik tempat karaokenya,’’ terang Setyo. (her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Nasib malang dialami KW, warga Kare, Kabupaten Madiun, Kamis (5/5) dini hari. Di saat pria 37 itu berkaraoke ria bersama temannya dengan ditemani oleh dua perempuan pemandu lagu (PL) di tempat hiburan malam (THM) Wiro Sableng, KW mengeluhkan bagian jantungnya sakit serta merasa lemas. Dia juga nyaris tak sadarkan diri ketika dibawa ke RS Griya Husada.

KW sempat mendapat perawatan medis sekitar 30 menit di ruang IGD. Tapi, setelah itu nyawanya tak tertolong pada pukul 03.00. Dia dinyatakan meninggal oleh pihak rumah sakit dengan dugaan mengalami gangguan jantung.

Kapolsek Taman Kompol Setyo Wiyono saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. Korban datang bersama dengan temannya ke tempat karaokean Wiro Sableng di Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Demangan, Kecamatan Taman, Kota Madiun sekitar pukul 02.00.

Keduanya lantas memesan sebuah room kepada pihak operator tempat karaoke dan dua orang PL. Selama hampir sekitar satu jam mereka berempat asyik berdendang tanpa ada gangguan. Namun, tak berselang lama kemudian kepanikan muncul saat KW mengeluhkan sakit di bagian jantung. Tubuhnya juga merasa lemas.

Baca Juga :  Dian Juniarto Manfaatkan Tripleks untuk Media Lukis Siluet

Mendapati tamunya mengeluh sakit, salah seorang pemandu lagu kemudian melaporkannya ke pihak operator. Sebelum akhirnya KW dilarikan ke RS Griya Husada. ‘’Jadi, korban meninggal di rumah sakit. Dari hasil keterangan pihak keluarganya menyatakan korban meninggal karena mengalami gangguan jantung,’’ kata Setyo.

Atas kejadian tersebut, pihaknya dalam waktu dekat bakal memanggil pemilik tempat karaoke untuk dimintai keterangan. Termasuk teman korban dan kedua PL yang ketika itu berada dalam satu room. ‘’Pemilik tempat karaokeannya nanti kami panggil,’’ ujar kapolsek.

Di samping itu, Setyo juga menyesalkan para pemilik tempat karaoke tetap membuka usahanya secara diam-diam kendati sudah ada aturan yang melarangnya. Seperti diketahui sesuai dengan Peraturan Wali Kota 8/2022, seluruh THM dan karaoke diwajibkan tutup sejak awal Ramadan hingga 8 Mei mendatang. ‘’Sesuai aturan memang THM dan tempat karaoke belum diperbolehkan buka. Jadi, nanti kami panggil pemilik tempat karaokenya,’’ terang Setyo. (her)

Most Read

Artikel Terbaru

/