alexametrics
24.2 C
Madiun
Saturday, May 21, 2022

Wali Kota Maidi Tetap Operasikan Isoter Wisma Haji 

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Tak ingin kecolongan potensi ledakan kasus Covid-19 pasca-Lebaran, Pemkot Madiun pasang kuda-kuda. Isolasi terpusat (isoter) pasien Covid-19 di Wisma Haji Kota Madiun tetap dioperasikan. ‘’Ini berkaca dari tahun-tahun sebelumnya. Jadi, masih kami aktifkan sampai pandemi Covid-19 bernar-benar berakhir,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi, Kamis (5/5).

Wali kota tak ingin mengesampingkan upaya pengendalian serta penanganan Covid-19. Pun tak menginginkan situasi darurat kembali terulang. Sebab, risiko itu bakal melumpuhkan perekonomian untuk kesekian kalinya. ‘’Semua sudah berjalan baik. Rem Covid-19, gas ekonomi masih terus berjalan. Jangan sampai salah satu di antara dua upaya itu ditinggalkan,’’ ujarnya.

Pun, Maidi meminta masyarakat lebih terbuka. Tidak menyembunyikan gejala yang mengarah ke Covid-19. Tujuannya, agar risiko atau potensi persebaran virus korona tidak meluas. Sebab, akan memperparah kondisi dan mempersulit pemkot mengendalikan dan menangani. ‘’Tapi, jangan panik juga. Segera lapor jika ada gejala dan akan segera kami tangani,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Malioboro-kan Jalan Jawa dan Pangsud

Maidi menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat yang menjalani isoter di Wisma Haji. Semua fasilitas bakal dicukupi pemkot. Karena itu, warga yang terpapar virus korona tak perlu khawatir berlebihan atau takut menjalani isoter. ‘’Ini untuk keselamatan bersama. Tidak boleh egois,’’ tegasnya.

Terkait kegiatan masyarakat, sementara ini belum ada instruksi pembatasan atau pengetatan dari pusat. Aktivitas warga di kota ini dapat berjalan normal dengan menyesuaikan status pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di daerah. ‘’Tidak ada pembatasan. Tapi, jangan lengah. Tetap waspada,’’ pintanya.

Maidi menyatakan, bersama TNI-Polri bakal mengejar capaian vaksinasi antikorona dosis ketiga alias booster. Pun, progresnya tebilang cukup cepat. Yakni, telah mencapai 37,91 persen. Sejatinya sudah melampaui target nasional 30 persen. ‘’Vaksinasi terus jalan. Ketika ada sasaran, kami vaksin. Gerai vaksinasi tetap kami buka,’’ jelasnya. (ggi/c1/sat)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Tak ingin kecolongan potensi ledakan kasus Covid-19 pasca-Lebaran, Pemkot Madiun pasang kuda-kuda. Isolasi terpusat (isoter) pasien Covid-19 di Wisma Haji Kota Madiun tetap dioperasikan. ‘’Ini berkaca dari tahun-tahun sebelumnya. Jadi, masih kami aktifkan sampai pandemi Covid-19 bernar-benar berakhir,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi, Kamis (5/5).

Wali kota tak ingin mengesampingkan upaya pengendalian serta penanganan Covid-19. Pun tak menginginkan situasi darurat kembali terulang. Sebab, risiko itu bakal melumpuhkan perekonomian untuk kesekian kalinya. ‘’Semua sudah berjalan baik. Rem Covid-19, gas ekonomi masih terus berjalan. Jangan sampai salah satu di antara dua upaya itu ditinggalkan,’’ ujarnya.

Pun, Maidi meminta masyarakat lebih terbuka. Tidak menyembunyikan gejala yang mengarah ke Covid-19. Tujuannya, agar risiko atau potensi persebaran virus korona tidak meluas. Sebab, akan memperparah kondisi dan mempersulit pemkot mengendalikan dan menangani. ‘’Tapi, jangan panik juga. Segera lapor jika ada gejala dan akan segera kami tangani,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Jadikan Hujatan Netizen Motivasi

Maidi menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat yang menjalani isoter di Wisma Haji. Semua fasilitas bakal dicukupi pemkot. Karena itu, warga yang terpapar virus korona tak perlu khawatir berlebihan atau takut menjalani isoter. ‘’Ini untuk keselamatan bersama. Tidak boleh egois,’’ tegasnya.

Terkait kegiatan masyarakat, sementara ini belum ada instruksi pembatasan atau pengetatan dari pusat. Aktivitas warga di kota ini dapat berjalan normal dengan menyesuaikan status pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di daerah. ‘’Tidak ada pembatasan. Tapi, jangan lengah. Tetap waspada,’’ pintanya.

Maidi menyatakan, bersama TNI-Polri bakal mengejar capaian vaksinasi antikorona dosis ketiga alias booster. Pun, progresnya tebilang cukup cepat. Yakni, telah mencapai 37,91 persen. Sejatinya sudah melampaui target nasional 30 persen. ‘’Vaksinasi terus jalan. Ketika ada sasaran, kami vaksin. Gerai vaksinasi tetap kami buka,’’ jelasnya. (ggi/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/