alexametrics
25.6 C
Madiun
Friday, May 20, 2022

Manajemen PDAM Tirta Taman Sari Kota Madiun Dirombak

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Taman Sari Kota Madiun Suyoto membuat gebrakan baru. Setelah dua dekade, dia merombak formasi manajemen. Sedikitnya 32 pejabat baru dilantik kemarin (4/10). ‘’Pelantikan seperti ini, terakhir 20 tahun lalu dilaksanakan,’’ kata Suyoto.

Formasi itu diharapkan menghadirkan pelayanan lebih optimal kepada masyarakat, khususnya pelanggan. Dia ingin formasi baru dapat mengejar peningkatan cakupan pelayanan. Apalagi ada rumus baru dari Badan Pendukung Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (BP2SPAM). Yakni, satu sambungan tiga jiwa. ‘’Aturan lama, satu sambungan lima jiwa. Kami sudah mencapai 100 persen,’’ ujarnya.
Suyoto menyebut, capaian aturan baru itu saat ini 69 persen. Dia berharap pejabat baru berlari kencang mengejar target 100 persen. Pun pasang target tercapai dalam lima tahun masa kepemimpinannya. ‘’Melakukan pendekatan kepada masyarakat yang belum memanfaatkan jaringan,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Apa Saja Kendala Perajin Industri Batik di Kota Madiun? Ini Penjelasannya

Suyoto juga menarget kapasitas produksi lebih ditingkatkan. Seperti penambahan sumur yang akan dimanfaatkan. Dalam waktu dekat pihaknya berencana mengajukan bantuan tower penampungan air ke Kementerian-PUPR. ‘’Ada kelebihan yang dapat dimanfaatkan sekaligus menjadi tantangan,’’ tuturnya. (kid/c1/sat/her)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Taman Sari Kota Madiun Suyoto membuat gebrakan baru. Setelah dua dekade, dia merombak formasi manajemen. Sedikitnya 32 pejabat baru dilantik kemarin (4/10). ‘’Pelantikan seperti ini, terakhir 20 tahun lalu dilaksanakan,’’ kata Suyoto.

Formasi itu diharapkan menghadirkan pelayanan lebih optimal kepada masyarakat, khususnya pelanggan. Dia ingin formasi baru dapat mengejar peningkatan cakupan pelayanan. Apalagi ada rumus baru dari Badan Pendukung Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (BP2SPAM). Yakni, satu sambungan tiga jiwa. ‘’Aturan lama, satu sambungan lima jiwa. Kami sudah mencapai 100 persen,’’ ujarnya.
Suyoto menyebut, capaian aturan baru itu saat ini 69 persen. Dia berharap pejabat baru berlari kencang mengejar target 100 persen. Pun pasang target tercapai dalam lima tahun masa kepemimpinannya. ‘’Melakukan pendekatan kepada masyarakat yang belum memanfaatkan jaringan,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Apa Saja Kendala Perajin Industri Batik di Kota Madiun? Ini Penjelasannya

Suyoto juga menarget kapasitas produksi lebih ditingkatkan. Seperti penambahan sumur yang akan dimanfaatkan. Dalam waktu dekat pihaknya berencana mengajukan bantuan tower penampungan air ke Kementerian-PUPR. ‘’Ada kelebihan yang dapat dimanfaatkan sekaligus menjadi tantangan,’’ tuturnya. (kid/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/