alexametrics
29.8 C
Madiun
Wednesday, May 18, 2022

Ratusan Lansia Tutup Asa Berangkat Umrah

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kebijakan pembatasan usia pemerintah Arab Saudi mereduksi calon jamaah umrah asal Kota Madiun. Ratusan lansia (lanjut usia) di atas 50 tahun tidak bisa berangkat ke Tanah Suci tahun ini. ‘’Yang didahulukan usia 50 tahun ke bawah. Padahal, biasanya yang mendaftar itu 70 persen di atas 50 tahun,’’ kata Sutoyo, salah seorang pemilik biro umrah di Kota Madiun, Rabu (4/11).

Data Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Madiun, 321 calon jamaah umrah gagal berangkat Maret lalu akibat pandemi Covid-19. Bila mengacu penghitungan Sutoyo, sedikitnya 224 calon jamaah dari daftar peserta itu. Dimintai tanggapan, Kepala Kantor Kemenag Kota Madiun Ahmad Munir tidak tahu data pastinya. ‘’Data lengkap ada di masing-masing biro umrah,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Bantuan Sosial Tunai Dicairkan Tiga Bulan Dulu

Munir menyebut, selain persyaratan usia, calon jamaah tidak punya penyakit penyerta. Selain itu, menunjukkan bukti bebas Covid-19 yang terverifikasi Kementerian Kesehatan. Surat keterangan itu berlaku tiga hari. Terhitung pengambilan sampel hingga waktu keberangkatan. ‘’Penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) bertanggung jawab atas persyaratan itu,’’ katanya. (mg3/c1/cor)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kebijakan pembatasan usia pemerintah Arab Saudi mereduksi calon jamaah umrah asal Kota Madiun. Ratusan lansia (lanjut usia) di atas 50 tahun tidak bisa berangkat ke Tanah Suci tahun ini. ‘’Yang didahulukan usia 50 tahun ke bawah. Padahal, biasanya yang mendaftar itu 70 persen di atas 50 tahun,’’ kata Sutoyo, salah seorang pemilik biro umrah di Kota Madiun, Rabu (4/11).

Data Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Madiun, 321 calon jamaah umrah gagal berangkat Maret lalu akibat pandemi Covid-19. Bila mengacu penghitungan Sutoyo, sedikitnya 224 calon jamaah dari daftar peserta itu. Dimintai tanggapan, Kepala Kantor Kemenag Kota Madiun Ahmad Munir tidak tahu data pastinya. ‘’Data lengkap ada di masing-masing biro umrah,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Pertemukan Wali Kota Madiun dengan Menteri PUPR Bahas Ring Road Timur

Munir menyebut, selain persyaratan usia, calon jamaah tidak punya penyakit penyerta. Selain itu, menunjukkan bukti bebas Covid-19 yang terverifikasi Kementerian Kesehatan. Surat keterangan itu berlaku tiga hari. Terhitung pengambilan sampel hingga waktu keberangkatan. ‘’Penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) bertanggung jawab atas persyaratan itu,’’ katanya. (mg3/c1/cor)

Most Read

Artikel Terbaru

/