alexametrics
27.8 C
Madiun
Monday, May 23, 2022

Halaman Pasar Mlilir Diratakan, Cagar Budaya Dipertahankan

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Wajah Pasar Mlilir, Dolopo, baru. Itu setelah 26 kios yang mepet dengan jalan raya Madiun-Ponorogo mulai dirobohkan sejak Rabu lalu (1/1). ‘’Perobohan sudah menjadi kesepakatan sejak awal, setelah renovasi selesai,’’ kata Kabid Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disperdakop-UM) Kabupaten Madiun Raswiyanto Minggu (5/1).

Perobohan 26 kios masing-masing berukuran 3×4 meter itu dilakukan mandiri oleh para pedagang. Satu unit alat berat disewa paguyuban pedagang untuk mempercepat proses perobohan. Pemerintah sekadar menyediakan tempat berdagang yang baru. ‘’Renovasi dan pembangunan selesai 25 Desember lalu,’’ ujarnya. Praktis, lahan bekas kios seluas 312 meter persegi itu menjadi halaman pasar. Juga difungsikan sebagai lokasi parkir. ‘’Yang dirobohkan itu mepet jalan. Pasar menjadi lebih tertata,’’ imbuhnya.

Belum dapat dipastikan kapan pavingisasi lahan yang telah diratakan tersebut. Disperdakop-UM belum mendapatkan alokasi anggaran terkait. ‘’Rencana tetap dipaving. Tapi, ada-tidaknya dana untuk itu belum dipastikan. Sementara seperti itu dulu,’’ terangnya.

Baca Juga :  Kisruh Suara Tidak Sah Pilkades Pucangrejo-Geger

Kepala Pasar Mlilir Wandi menyebut bahwa perobohan itu belum tuntas 100 persen. Namun, prosesnya sudah melewati kesepakatan bersama antarpedagang. Sebanyak 26 pedagang yang kiosnya dirobohkan telah mendapatkan ganti kios baru. ‘’Ukurannya sama dan tidak dipungut biaya lagi,’’ sebutnya.

Wandi mempersilakan pedagang yang ingin memanfaatkan sisa puing material. Perobohan dijadwalkan selesai Senin (6/1). Renovasi Pasar Mlilir menghabiskan dana Rp 1,7 M dari PAK 2019. Selain membangun ulang 26 kios, atap kios lama juga ditinggikan. Dengan tetap mempertahankan konstruksi dan struktur bangunan peninggalan kolonial Belanda itu. ‘’Bangunan lama (yang dipertahankan) berdiri sejak 1918. Ditetapkan sebagai cagar budaya,’’ ungkapnya. (den/c1/fin)

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Wajah Pasar Mlilir, Dolopo, baru. Itu setelah 26 kios yang mepet dengan jalan raya Madiun-Ponorogo mulai dirobohkan sejak Rabu lalu (1/1). ‘’Perobohan sudah menjadi kesepakatan sejak awal, setelah renovasi selesai,’’ kata Kabid Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disperdakop-UM) Kabupaten Madiun Raswiyanto Minggu (5/1).

Perobohan 26 kios masing-masing berukuran 3×4 meter itu dilakukan mandiri oleh para pedagang. Satu unit alat berat disewa paguyuban pedagang untuk mempercepat proses perobohan. Pemerintah sekadar menyediakan tempat berdagang yang baru. ‘’Renovasi dan pembangunan selesai 25 Desember lalu,’’ ujarnya. Praktis, lahan bekas kios seluas 312 meter persegi itu menjadi halaman pasar. Juga difungsikan sebagai lokasi parkir. ‘’Yang dirobohkan itu mepet jalan. Pasar menjadi lebih tertata,’’ imbuhnya.

Belum dapat dipastikan kapan pavingisasi lahan yang telah diratakan tersebut. Disperdakop-UM belum mendapatkan alokasi anggaran terkait. ‘’Rencana tetap dipaving. Tapi, ada-tidaknya dana untuk itu belum dipastikan. Sementara seperti itu dulu,’’ terangnya.

Baca Juga :  Stop RUU HIP, Ulama Datangi DPRD Pacitan

Kepala Pasar Mlilir Wandi menyebut bahwa perobohan itu belum tuntas 100 persen. Namun, prosesnya sudah melewati kesepakatan bersama antarpedagang. Sebanyak 26 pedagang yang kiosnya dirobohkan telah mendapatkan ganti kios baru. ‘’Ukurannya sama dan tidak dipungut biaya lagi,’’ sebutnya.

Wandi mempersilakan pedagang yang ingin memanfaatkan sisa puing material. Perobohan dijadwalkan selesai Senin (6/1). Renovasi Pasar Mlilir menghabiskan dana Rp 1,7 M dari PAK 2019. Selain membangun ulang 26 kios, atap kios lama juga ditinggikan. Dengan tetap mempertahankan konstruksi dan struktur bangunan peninggalan kolonial Belanda itu. ‘’Bangunan lama (yang dipertahankan) berdiri sejak 1918. Ditetapkan sebagai cagar budaya,’’ ungkapnya. (den/c1/fin)

Most Read

Artikel Terbaru

/