alexametrics
30.2 C
Madiun
Sunday, May 29, 2022

Soal Lebar Jalan, Daop VII-Pemkot Belum Sejalan

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Proses tukar guling lahan antara pemkot dengan PT KAI Daop VII Madiun berlangsung runyam. Pemkot menghendaki aset milik daerah yang diruilslag bukan hanya sebagian Jalan Kompol Sunaryo sisi timur. Namun, menyeluruh hingga separo jalan sisi barat atau utara Polres Madiun Kota.

Saat Wali Kota Maidi meninjau lokasi beberapa hari lalu, diketahui posisi Jalan Kompol Sunaryo dari arah mapolresta menjadi tidak simetris. Kondisi jalan berubah menjadi letter S, tidak lurus seperti sebelumnya.

Kabid Akuntansi dan Aset BPKAD Kota Madiun Sidik Muktiaji mengatakan, semula lahan yang bakal ditukar guling selebar 10 meter dengan panjang sekitar 150–200 meter. Namun, setelah melihat kondisi di lapangan, pemkot menyodorkan tambahan lebar ruilslag menjadi 16 meter serta panjang jalan sampai sisi utara mapolresta. ‘’Itu permintaan wali kota. Kalau bisa luas (lahan Daop VII Madiun) digeser dikurangi,’’ kata Sidik Minggu (5/1).

Yang jelas, sampai saat ini tahapan tukar guling belum berproses. Karena belum ada kepastian berapa luas lahan yang akan diserahkan atau ditukar guling. Perlu appraisal lebih lanjut. ‘’Termasuk mengajukan persetujuan ke DPRD,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Kasus Covid-19 Melonjak, PTM SMP Dihentikan

Sidik menyatakan, ruilslag tidak bisa dijalankan setengah-setengah. Supaya tidak bermasalah di kemudian hari. Diperlukan kehati-hatian dalam mengambil keputusan. ‘’Sekalipun Daop VII Madiun harus meminta izin ke PT KAI maupun Kementerian Keuangan (Kemenkeu) soal urusan aset milik negara, itu urusan mereka. Yang pasti sekarang ini belum ada proses apa-apa,’’ terangnya.

Saat ini yang dilakukan sebatas pelebaran jalan di depan Stasiun Madiun. Di mana beberapa aset bangunan milik Daop VII Madiun telah dibongkar. Lahan kosong itu akan ditukar guling dengan Jalan Kompol Sunaryo sisi timur. ‘’Mereka menceritakan kalau tahapannya itu dilakukan untuk sisi timur dulu. Soalnya keterbatasan anggaran. Secara prinsip itu tidak masalah,’’ ungkapnya.

Menurut Sidik, seharusnya perlu ada pembicaraan lebih lanjut mengenai berapa luas lahan yang akan ditukar guling. Dengan harapan, semua bisa disusun sesuai konsep yang direncanakan. ‘’Soalnya kalau Daop VII Madiun telanjur membangun tapi ternyata hasilnya (tukar guling lahan) tidak disetujui DPRD, kan mereka justru merugi,’’ tandasnya. (her/c1/fin)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Proses tukar guling lahan antara pemkot dengan PT KAI Daop VII Madiun berlangsung runyam. Pemkot menghendaki aset milik daerah yang diruilslag bukan hanya sebagian Jalan Kompol Sunaryo sisi timur. Namun, menyeluruh hingga separo jalan sisi barat atau utara Polres Madiun Kota.

Saat Wali Kota Maidi meninjau lokasi beberapa hari lalu, diketahui posisi Jalan Kompol Sunaryo dari arah mapolresta menjadi tidak simetris. Kondisi jalan berubah menjadi letter S, tidak lurus seperti sebelumnya.

Kabid Akuntansi dan Aset BPKAD Kota Madiun Sidik Muktiaji mengatakan, semula lahan yang bakal ditukar guling selebar 10 meter dengan panjang sekitar 150–200 meter. Namun, setelah melihat kondisi di lapangan, pemkot menyodorkan tambahan lebar ruilslag menjadi 16 meter serta panjang jalan sampai sisi utara mapolresta. ‘’Itu permintaan wali kota. Kalau bisa luas (lahan Daop VII Madiun) digeser dikurangi,’’ kata Sidik Minggu (5/1).

Yang jelas, sampai saat ini tahapan tukar guling belum berproses. Karena belum ada kepastian berapa luas lahan yang akan diserahkan atau ditukar guling. Perlu appraisal lebih lanjut. ‘’Termasuk mengajukan persetujuan ke DPRD,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Pemkab Ngawi Kantongi Rp 5,59 Juta Denda Pelanggaran Prokes

Sidik menyatakan, ruilslag tidak bisa dijalankan setengah-setengah. Supaya tidak bermasalah di kemudian hari. Diperlukan kehati-hatian dalam mengambil keputusan. ‘’Sekalipun Daop VII Madiun harus meminta izin ke PT KAI maupun Kementerian Keuangan (Kemenkeu) soal urusan aset milik negara, itu urusan mereka. Yang pasti sekarang ini belum ada proses apa-apa,’’ terangnya.

Saat ini yang dilakukan sebatas pelebaran jalan di depan Stasiun Madiun. Di mana beberapa aset bangunan milik Daop VII Madiun telah dibongkar. Lahan kosong itu akan ditukar guling dengan Jalan Kompol Sunaryo sisi timur. ‘’Mereka menceritakan kalau tahapannya itu dilakukan untuk sisi timur dulu. Soalnya keterbatasan anggaran. Secara prinsip itu tidak masalah,’’ ungkapnya.

Menurut Sidik, seharusnya perlu ada pembicaraan lebih lanjut mengenai berapa luas lahan yang akan ditukar guling. Dengan harapan, semua bisa disusun sesuai konsep yang direncanakan. ‘’Soalnya kalau Daop VII Madiun telanjur membangun tapi ternyata hasilnya (tukar guling lahan) tidak disetujui DPRD, kan mereka justru merugi,’’ tandasnya. (her/c1/fin)

Most Read

Artikel Terbaru

/