alexametrics
27.8 C
Madiun
Monday, May 23, 2022

Parkir One Gate System, Arus Kendaraan di Pasar Sleko Crowded

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Parkir one gate system di Pasar Sleko yang diterapkan sejak awal Januari lalu dikeluhkan banyak pengunjung. Pasalnya, model parkir itu mengakibatkan munculnya antrean panjang. Terutama saat pasar sedang ramai. Sebab, terjadi penumpukan kendaraan yang hendak keluar melalui pintu sisi utara dengan pengunjung yang akan masuk dari pintu selatan.

”Jadi, yang mau masuk tidak bisa langsung parkir karena jalannya tertutup kendaraan yang akan keluar. Kendaraan roda dua maupun empat, pintu keluarnya hanya satu sehingga harus menunggu lama,” kata Titin Kurniawati, seorang pengunjung, Kamis (6/1).

Titin menyayangkan crowded-nya arus kendaraan di Pasar Sleko. Pasalnya, dengan sistem perparkiran digital mestinya lebih efisien. ‘’Kadang lebih lama antrenya daripada belanjanya,’’ ujar Titin. ‘’Dinas terkait perlu melakukan evaluasi,’’ imbuh perempuan itu.

Kabid Pengelolaan Pasar Rakyat Dinas Perdagangan Kota Madiun Tugas Prasetyo menyebut, selama lima hari terakhir parkir portal otomatis di Pasar Sleko sedang dalam tahap uji coba. Terjadinya antrean panjang tidak terlepas dari keterbatasan area parkir di pasar tersebut. ”Kami datangkan petugas pasar lain untuk mengurai arus kendaraan dari sisi barat maupun timur,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pemkot Madiun Geber Vaksinasi-RT Antigen Massal

Diakuinya, pembagian arus perlu dilakukan agar tidak terjadi penumpukan kendaraan roda dua dan empat. ”Kami masih cari solusinya. Memang kendaraan datangnya dari arah barat dan selatan. Ada roda dua maupun empat. Sedangkan titik pembayarannya berada di sisi timur sehingga kendaraan berusaha ke sana,” bebernya.

Dia menambahkan, mulai hari ini kendaraan masuk Pasar Sleko mulai ditarik tarif parkir dengan besaran sesuai Perda Nomor 16 Tahun 2018. Mobil, pikap, dan sejenisnya Rp 2.000. Sedangkan sepeda motor Rp 1.000, kendaraan roda tiga Rp 1.500, roda empat jenis boks atau truk Rp 4.000, sepeda pancal Rp 500, dan becak Rp 1.000.

Lalu, bagaimana nasib belasan petugas parkir konvensional yang selama ini bertugas di sana? Tugas menyatakan bahwa per 1 Januari lalu tidak diizinkan menarik parkir. ”Kebijakan dinas, mereka diarahkan memungut parkir di luar Pasar Sleko, khususnya sisi timur. Ada juga wacana ditempatkan di pasar lain,” pungkasnya. (irs/c1/isd/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Parkir one gate system di Pasar Sleko yang diterapkan sejak awal Januari lalu dikeluhkan banyak pengunjung. Pasalnya, model parkir itu mengakibatkan munculnya antrean panjang. Terutama saat pasar sedang ramai. Sebab, terjadi penumpukan kendaraan yang hendak keluar melalui pintu sisi utara dengan pengunjung yang akan masuk dari pintu selatan.

”Jadi, yang mau masuk tidak bisa langsung parkir karena jalannya tertutup kendaraan yang akan keluar. Kendaraan roda dua maupun empat, pintu keluarnya hanya satu sehingga harus menunggu lama,” kata Titin Kurniawati, seorang pengunjung, Kamis (6/1).

Titin menyayangkan crowded-nya arus kendaraan di Pasar Sleko. Pasalnya, dengan sistem perparkiran digital mestinya lebih efisien. ‘’Kadang lebih lama antrenya daripada belanjanya,’’ ujar Titin. ‘’Dinas terkait perlu melakukan evaluasi,’’ imbuh perempuan itu.

Kabid Pengelolaan Pasar Rakyat Dinas Perdagangan Kota Madiun Tugas Prasetyo menyebut, selama lima hari terakhir parkir portal otomatis di Pasar Sleko sedang dalam tahap uji coba. Terjadinya antrean panjang tidak terlepas dari keterbatasan area parkir di pasar tersebut. ”Kami datangkan petugas pasar lain untuk mengurai arus kendaraan dari sisi barat maupun timur,” ungkapnya.

Baca Juga :  Trotoar Rimba Darma Rampung Dibangun, Tahun Depan Lanjut ke Bolodewo

Diakuinya, pembagian arus perlu dilakukan agar tidak terjadi penumpukan kendaraan roda dua dan empat. ”Kami masih cari solusinya. Memang kendaraan datangnya dari arah barat dan selatan. Ada roda dua maupun empat. Sedangkan titik pembayarannya berada di sisi timur sehingga kendaraan berusaha ke sana,” bebernya.

Dia menambahkan, mulai hari ini kendaraan masuk Pasar Sleko mulai ditarik tarif parkir dengan besaran sesuai Perda Nomor 16 Tahun 2018. Mobil, pikap, dan sejenisnya Rp 2.000. Sedangkan sepeda motor Rp 1.000, kendaraan roda tiga Rp 1.500, roda empat jenis boks atau truk Rp 4.000, sepeda pancal Rp 500, dan becak Rp 1.000.

Lalu, bagaimana nasib belasan petugas parkir konvensional yang selama ini bertugas di sana? Tugas menyatakan bahwa per 1 Januari lalu tidak diizinkan menarik parkir. ”Kebijakan dinas, mereka diarahkan memungut parkir di luar Pasar Sleko, khususnya sisi timur. Ada juga wacana ditempatkan di pasar lain,” pungkasnya. (irs/c1/isd/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/