alexametrics
25.2 C
Madiun
Thursday, May 19, 2022

Tekan Harga Migor dan Inflasi, Pemkot Madiun Gandeng Distributor Gelar OP

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Problem kelangkaan dan harga mahal minyak goreng (migor) tak kunjung tuntas. Pemkot Madiun terus berupaya memecahkannya. Tiga distributor digandeng untuk mencukupi kebutuhan masyarakat. Stok bukan jatah toko di gudang diborong untuk operasi pasar (OP). ‘’OP tidak berhenti selagi barang masih ada, terus kami lakukan dari kampung ke kampung,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi, Minggu (6/3).

Maidi mengklaim OP yang hampir setiap hari tidak merampas hak toko-toko pengecer. Sebab, migor yang dijual pemkot langsung ke masyarakat itu merupakan barang sisa jatah pengiriman. ‘’Tiga distributor untuk kota kami minta melaporkan stoknya. Distribusi ke toko-toko diawasi satpol PP,’’ jelasnya.

Toko-toko itu diperiksa, didata ketersediaan dan harga jualnya. Jika tercukupi dan sesuai harga eceran tertinggi (HET), kebutuhan masyarakat dinilai aman. Jika menjual di atas harga yang ditetapkan pemerintah, pemkot bakal menjatuhkan sanksi tegas. ‘’Dari distributor itu harganya sudah disesuaikan dengan harga jual konsumen (HET, Red). Jadi, tidak bisa kalau dijual lebih mahal,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Todong Pistol, Pelaku Gondol Rp 14,5 Juta

Pun, Maidi terus memantau kebutuhan masyarakat. Kecamatan dan kelurahan diminta melaporkan jika terjadi gejolak kelangkaan migor. Pemkot bakal menindaklanjuti dengan OP. ‘’Kami cukupi pedagang pasar dan konsumen. OP berhenti jika pedagang pasar mulai sepi pembeli. Tapi, kalau ada kelangkaan lagi, OP kembali dilakukan,’’ bebernya.

Maidi menyebutkan, OP sebagai upaya menekan inflasi. Pasalnya, migor sempat masuk dalam deretan komoditas pemicu inflasi bulan lalu. Menurut dia, kenaikan harga migor dinilai dapat memengaruhi inflasi komoditas lainnya. ‘’Kalau migor tinggi, semua komoditas mengikuti. Tekan harga migor, tekan inflasi,’’ tegasnya.

Wali kota mengimbau masyarakat tidak melakukan panic buying alias aksi borong. Alasannya, perilaku itu bakal menghambat upaya pemkot memenuhi kebutuhan masyarakat dan menekan inflasi. ‘’Masyarakat jangan panik, jangan galau. Migor kami cukupi,’’ janjinya. (ggi/c1/sat/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Problem kelangkaan dan harga mahal minyak goreng (migor) tak kunjung tuntas. Pemkot Madiun terus berupaya memecahkannya. Tiga distributor digandeng untuk mencukupi kebutuhan masyarakat. Stok bukan jatah toko di gudang diborong untuk operasi pasar (OP). ‘’OP tidak berhenti selagi barang masih ada, terus kami lakukan dari kampung ke kampung,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi, Minggu (6/3).

Maidi mengklaim OP yang hampir setiap hari tidak merampas hak toko-toko pengecer. Sebab, migor yang dijual pemkot langsung ke masyarakat itu merupakan barang sisa jatah pengiriman. ‘’Tiga distributor untuk kota kami minta melaporkan stoknya. Distribusi ke toko-toko diawasi satpol PP,’’ jelasnya.

Toko-toko itu diperiksa, didata ketersediaan dan harga jualnya. Jika tercukupi dan sesuai harga eceran tertinggi (HET), kebutuhan masyarakat dinilai aman. Jika menjual di atas harga yang ditetapkan pemerintah, pemkot bakal menjatuhkan sanksi tegas. ‘’Dari distributor itu harganya sudah disesuaikan dengan harga jual konsumen (HET, Red). Jadi, tidak bisa kalau dijual lebih mahal,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Polres Madiun Kota Bekuk Pelaku Teror Pembakaran Mobil

Pun, Maidi terus memantau kebutuhan masyarakat. Kecamatan dan kelurahan diminta melaporkan jika terjadi gejolak kelangkaan migor. Pemkot bakal menindaklanjuti dengan OP. ‘’Kami cukupi pedagang pasar dan konsumen. OP berhenti jika pedagang pasar mulai sepi pembeli. Tapi, kalau ada kelangkaan lagi, OP kembali dilakukan,’’ bebernya.

Maidi menyebutkan, OP sebagai upaya menekan inflasi. Pasalnya, migor sempat masuk dalam deretan komoditas pemicu inflasi bulan lalu. Menurut dia, kenaikan harga migor dinilai dapat memengaruhi inflasi komoditas lainnya. ‘’Kalau migor tinggi, semua komoditas mengikuti. Tekan harga migor, tekan inflasi,’’ tegasnya.

Wali kota mengimbau masyarakat tidak melakukan panic buying alias aksi borong. Alasannya, perilaku itu bakal menghambat upaya pemkot memenuhi kebutuhan masyarakat dan menekan inflasi. ‘’Masyarakat jangan panik, jangan galau. Migor kami cukupi,’’ janjinya. (ggi/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/