alexametrics
29 C
Madiun
Thursday, June 30, 2022

Dari Mancing di Sungai, Rahmad Kini Keranjingan Berburu Ikan di Laut

Memancing ikan di laut lepas memiliki sensasi tersendiri. Selain berhitung dengan kondisi cuaca, pemancing dituntut piawai memainkan umpan. Sudah empat tahun terakhir Rahmad Syambudi biasa merasakan sensasi itu seiring perkenalannya dengan sport fishing.

—————–

DILA RAHMATIKA, Madiun

RAHMAD Syambudi dan ketiga temannya kompak mengenakan pakaian lengan panjang, celana jins, topi, dan kacamata. Hari sudah siang saat mereka tiba di Pantai Sadeng, Gunung Kidul, DIJ. Dari bibir pantai, keempatnya lantas menyewa perahu dan berlayar ke tengah laut.

Di bawah terik matahari, Rahmad mempersiapkan alat pancing yang telah dirakit sebelumnya. Jenis khusus untuk sport fishing. Beberapa saat setelah mata kail dilempar, sebuah ikan tongkol pun nyangkut. ‘’Dapat banyak waktu itu,’’ kata Rahmad.

Rahmad keranjingan memancing sejak 2012 silam. Bermula ketika Rahmad yang saat itu bekerja di Palembang kerap melihat warga memancing di Sungai Musi. ‘’Lalu, ikut-ikutan. Biasanya mancingnya sore setelah pulang kerja,’’ ujar lelaki asal Lampung ini.

Hobi itu berlanjut ketika Rahmad pindah tugas ke Madiun. Nah, awal 2015 dia dikenalkan oleh temannya teknik memancing modern yang disebut dengan sport fishing. Teknik ini menuntut pemancing tidak sekadar duduk menunggu ikan datang. Melainkan, harus piawai memainkan umpan buatan dengan berbagai teknik untuk memantik perhatian ikan.

Baca Juga :  Waspadai Peredaran Daging Gelonggongan

Bagi Rahmad, memancing ikan predator di laut paling menantang. Pantai Sine, Tulungagung, menjadi lokasi pertama merasakan sensasi memancing di hamparan laut lepas. ‘’Sempat mabuk laut waktu itu. Terpaksa tidur di perahu sampai kegiatan memancing selesai,’’ kenangnya.

Sejumlah pantai di Jawa Timur dan DIJ pernah didatangi Rahmad untuk melampiaskan hobinya. Di antaranya, Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Lamongan, Gresik, dan Gunung Kidul.

Memancing di laut memerlukan persiapan khusus. Setelah menentukan lokasi yang dituju, Rahmad dkk menelusuri kondisi cuaca dan gelombang laut. Pun, kondisi tubuh harus fit untuk menghindari mabuk. ’’Bawa roti, nasi bungkus, dan buah itu wajib,’’ ujarnya.

Rahmad sempat mengoleksi sejumlah alat pancing khusus sport fishing. Mulai joran, reel, umpan, sampai senar. Bahkan, dia pernah membeli satu set pancing impor dari Jepang seharga belasan juta rupiah. ‘’Tahunya dari medsos. Kebetulan saat itu sedang banyak diskon,’’ tuturnya sembari menyebut semua alat pancing koleksinya itu telah dijual tahun lalu.

Yang menarik, setelah menekuni sport fishing, Rahmad berhenti total merokok. ‘’Mancing di laut sambil pegang batang rokok kurang nyaman. Asapnya kena ke wajah, juga khawatir kena senarnya,’’ ujarnya. ***(isd/c1)

Memancing ikan di laut lepas memiliki sensasi tersendiri. Selain berhitung dengan kondisi cuaca, pemancing dituntut piawai memainkan umpan. Sudah empat tahun terakhir Rahmad Syambudi biasa merasakan sensasi itu seiring perkenalannya dengan sport fishing.

—————–

DILA RAHMATIKA, Madiun

RAHMAD Syambudi dan ketiga temannya kompak mengenakan pakaian lengan panjang, celana jins, topi, dan kacamata. Hari sudah siang saat mereka tiba di Pantai Sadeng, Gunung Kidul, DIJ. Dari bibir pantai, keempatnya lantas menyewa perahu dan berlayar ke tengah laut.

Di bawah terik matahari, Rahmad mempersiapkan alat pancing yang telah dirakit sebelumnya. Jenis khusus untuk sport fishing. Beberapa saat setelah mata kail dilempar, sebuah ikan tongkol pun nyangkut. ‘’Dapat banyak waktu itu,’’ kata Rahmad.

Rahmad keranjingan memancing sejak 2012 silam. Bermula ketika Rahmad yang saat itu bekerja di Palembang kerap melihat warga memancing di Sungai Musi. ‘’Lalu, ikut-ikutan. Biasanya mancingnya sore setelah pulang kerja,’’ ujar lelaki asal Lampung ini.

Hobi itu berlanjut ketika Rahmad pindah tugas ke Madiun. Nah, awal 2015 dia dikenalkan oleh temannya teknik memancing modern yang disebut dengan sport fishing. Teknik ini menuntut pemancing tidak sekadar duduk menunggu ikan datang. Melainkan, harus piawai memainkan umpan buatan dengan berbagai teknik untuk memantik perhatian ikan.

Baca Juga :  Hoaks Lantai Keramik RS Widodo Meledak

Bagi Rahmad, memancing ikan predator di laut paling menantang. Pantai Sine, Tulungagung, menjadi lokasi pertama merasakan sensasi memancing di hamparan laut lepas. ‘’Sempat mabuk laut waktu itu. Terpaksa tidur di perahu sampai kegiatan memancing selesai,’’ kenangnya.

Sejumlah pantai di Jawa Timur dan DIJ pernah didatangi Rahmad untuk melampiaskan hobinya. Di antaranya, Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Lamongan, Gresik, dan Gunung Kidul.

Memancing di laut memerlukan persiapan khusus. Setelah menentukan lokasi yang dituju, Rahmad dkk menelusuri kondisi cuaca dan gelombang laut. Pun, kondisi tubuh harus fit untuk menghindari mabuk. ’’Bawa roti, nasi bungkus, dan buah itu wajib,’’ ujarnya.

Rahmad sempat mengoleksi sejumlah alat pancing khusus sport fishing. Mulai joran, reel, umpan, sampai senar. Bahkan, dia pernah membeli satu set pancing impor dari Jepang seharga belasan juta rupiah. ‘’Tahunya dari medsos. Kebetulan saat itu sedang banyak diskon,’’ tuturnya sembari menyebut semua alat pancing koleksinya itu telah dijual tahun lalu.

Yang menarik, setelah menekuni sport fishing, Rahmad berhenti total merokok. ‘’Mancing di laut sambil pegang batang rokok kurang nyaman. Asapnya kena ke wajah, juga khawatir kena senarnya,’’ ujarnya. ***(isd/c1)

Most Read

Artikel Terbaru

/