alexametrics
29.6 C
Madiun
Thursday, August 18, 2022

Polisi Rekonstruksi Pembunuhan Pensiunan RRI Madiun, Pelaku Peragakan 20 Adegan

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Penyidikan kasus pembunuhan Aris Budianto, 58, menemukan fakta baru. Ternyata ada tiga orang yang terlibat membantu tersangka Nursali, 45, melancarkan aksinya menghabisi pensiunan RRI Madiun itu.

Fakta tersebut kian gamblang saat polisi menggelar rekonstruksi tragedi berdarah tersebut kemarin (5/7). ‘’Satu orang yang membonceng Nursali. Dua lainnya menunggu agak jauh dari TKP (tempat kejadian perkara),’’ kata Kasatreskrim Polres Madiun Kota AKP Tatar Hernawan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, lanjut Tatar, Nursali menghabisi Aris seorang diri. Sedangkan tiga orang lainnya hanya menemani. Nursali nekat membunuh lantaran korban memukul dan menendangnya terlebih dahulu hingga tersungkur.

Padahal, saat itu Nursali hanya berniat menanyakan persoalan asmara yang melibatkan korban. ‘’Rekonstruksi sesuai keterangan tersangka. Semua fakta jelas dalam adegan reka ulang,’’ tegas Tatar.

Dalam reka ulang itu Nursali memperagakan 20 adegan. Mulai datang bersama tiga temannya, menunggu korban, membunuh korban, hingga kabur. Fakta itu dikuatkan hasil pemeriksaan rekaman CCTV tak jauh dari lokasi kejadian -Jalan Sentul Gang II, Kelurahan Banjarejo, Taman- serta keterangan saksi.

Baca Juga :  Asal Kabupaten Madiun, tapi Dalang Cilik Satu Ini Sering Diusung Daerah Lain

Tatar mengatakan, tiga orang yang terlibat membantu Nursali telah masuk daftar pencarian orang (DPO). Pun, pihaknya sudah mengantongi identitas mereka. ‘’Tapi, kami masih belum mengetahui di mana posisi mereka saat ini,’’ tuturnya.

Proses rekonstruksi kemarin mengundang perhatian warga sekitar. Tak disangka, mereka tidak mencaci Nursali. Melainkan justru memberikan simpati. Bahkan, tak sedikit warga yang menangis ketika Nursali memberi isyarat minta maaf dengan kedua tangannya yang diborgol.

‘’Pak Ali (Nursali, Red) itu orang baik. Kejadian itu (pembunuhan) bukan sepenuhnya kesalahan Pak Ali,’’ kata Yuni, salah seorang warga.‘’Saya berharap ada keringanan hukuman untuk Pak Ali,’’ imbuhnya. (ggi/c1/isd)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Penyidikan kasus pembunuhan Aris Budianto, 58, menemukan fakta baru. Ternyata ada tiga orang yang terlibat membantu tersangka Nursali, 45, melancarkan aksinya menghabisi pensiunan RRI Madiun itu.

Fakta tersebut kian gamblang saat polisi menggelar rekonstruksi tragedi berdarah tersebut kemarin (5/7). ‘’Satu orang yang membonceng Nursali. Dua lainnya menunggu agak jauh dari TKP (tempat kejadian perkara),’’ kata Kasatreskrim Polres Madiun Kota AKP Tatar Hernawan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, lanjut Tatar, Nursali menghabisi Aris seorang diri. Sedangkan tiga orang lainnya hanya menemani. Nursali nekat membunuh lantaran korban memukul dan menendangnya terlebih dahulu hingga tersungkur.

Padahal, saat itu Nursali hanya berniat menanyakan persoalan asmara yang melibatkan korban. ‘’Rekonstruksi sesuai keterangan tersangka. Semua fakta jelas dalam adegan reka ulang,’’ tegas Tatar.

Dalam reka ulang itu Nursali memperagakan 20 adegan. Mulai datang bersama tiga temannya, menunggu korban, membunuh korban, hingga kabur. Fakta itu dikuatkan hasil pemeriksaan rekaman CCTV tak jauh dari lokasi kejadian -Jalan Sentul Gang II, Kelurahan Banjarejo, Taman- serta keterangan saksi.

Baca Juga :  1.454 Pelanggar Lalin Kena Tilang INCAR di Kota Madiun

Tatar mengatakan, tiga orang yang terlibat membantu Nursali telah masuk daftar pencarian orang (DPO). Pun, pihaknya sudah mengantongi identitas mereka. ‘’Tapi, kami masih belum mengetahui di mana posisi mereka saat ini,’’ tuturnya.

Proses rekonstruksi kemarin mengundang perhatian warga sekitar. Tak disangka, mereka tidak mencaci Nursali. Melainkan justru memberikan simpati. Bahkan, tak sedikit warga yang menangis ketika Nursali memberi isyarat minta maaf dengan kedua tangannya yang diborgol.

‘’Pak Ali (Nursali, Red) itu orang baik. Kejadian itu (pembunuhan) bukan sepenuhnya kesalahan Pak Ali,’’ kata Yuni, salah seorang warga.‘’Saya berharap ada keringanan hukuman untuk Pak Ali,’’ imbuhnya. (ggi/c1/isd)

Most Read

Artikel Terbaru

/