alexametrics
25.6 C
Madiun
Friday, May 20, 2022

Maidi Pertimbangkan Sampah Jadi Listrik

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Tumpukan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) Winongo bernilai besar. Buktinya, investor asal Jakarta berminat menanamkan modal Rp 300 miliar untuk mengolah sampah dengan sistem teknologi Plasma Gasifikasi Enhanced.

Bahkan, pihak investor bersedia menanggung seluruh biaya untuk dijadikan tenaga listrik. Sedangkan pemkot tinggal menyiapkan lahan, perlengkapan, dan regulasinya. Termasuk menyiapkan bank garansi pembayaran tagihan yang timbul.

Hanya, Wali Kota Madiun Maidi masih akan mengkaji kembali proposal investor tersebut. Tawaran itu patut dipertimbangkan. Namun, Maidi tidak mau gegabah mengambil keputusan. ‘’Bisa saja berdampak pada hilangnya program pengolahan sampah jadi gas metan,’’ katanya Kamis (5/9).

Terlebih selama ini bahan bakar alternatif itu telah dinikmati sebagian warga sekitar TPA Winongo. ‘’Pemkot membuang sampah di sana. Semua sampah yang mengolah mereka. Kalau bisa gas metan tetap berjalan. Proposal mereka, nanti (sampah yang diolah) jadi tenaga listrik dan yang jual mereka (investor, Red),’’ paparnya.

Baca Juga :  Ayo Ramaikan Lomba 3D Mading iFest 2021

Dalam proposal yang disodorkan ke dinas lingkungan hidup (DLH), pihak investor juga minta volume sampah yang masuk ke TPA Winongo stabil. Bila perlu meningkat. Karena semua berkaitan dengan bahan baku produksi.

‘’Saya tanggung jawab. Pokoknya sampah yang masuk ke TPA tidak kurang dari 100 ton per hari. Kalau kota ini saya gerakkan terus banyak orang ke sini, lalu ada kegiatan yang terselenggara di sini, maka sampah akan semakin banyak,’’ katanya. (her/c1/sat)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Tumpukan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) Winongo bernilai besar. Buktinya, investor asal Jakarta berminat menanamkan modal Rp 300 miliar untuk mengolah sampah dengan sistem teknologi Plasma Gasifikasi Enhanced.

Bahkan, pihak investor bersedia menanggung seluruh biaya untuk dijadikan tenaga listrik. Sedangkan pemkot tinggal menyiapkan lahan, perlengkapan, dan regulasinya. Termasuk menyiapkan bank garansi pembayaran tagihan yang timbul.

Hanya, Wali Kota Madiun Maidi masih akan mengkaji kembali proposal investor tersebut. Tawaran itu patut dipertimbangkan. Namun, Maidi tidak mau gegabah mengambil keputusan. ‘’Bisa saja berdampak pada hilangnya program pengolahan sampah jadi gas metan,’’ katanya Kamis (5/9).

Terlebih selama ini bahan bakar alternatif itu telah dinikmati sebagian warga sekitar TPA Winongo. ‘’Pemkot membuang sampah di sana. Semua sampah yang mengolah mereka. Kalau bisa gas metan tetap berjalan. Proposal mereka, nanti (sampah yang diolah) jadi tenaga listrik dan yang jual mereka (investor, Red),’’ paparnya.

Baca Juga :  Gubernur Bakal Launching Sunday Market Kota Madiun

Dalam proposal yang disodorkan ke dinas lingkungan hidup (DLH), pihak investor juga minta volume sampah yang masuk ke TPA Winongo stabil. Bila perlu meningkat. Karena semua berkaitan dengan bahan baku produksi.

‘’Saya tanggung jawab. Pokoknya sampah yang masuk ke TPA tidak kurang dari 100 ton per hari. Kalau kota ini saya gerakkan terus banyak orang ke sini, lalu ada kegiatan yang terselenggara di sini, maka sampah akan semakin banyak,’’ katanya. (her/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/