alexametrics
25.8 C
Madiun
Wednesday, May 18, 2022

Cerai, Siri Harus Sidang Isbat Dulu

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Pengajuan perkara perceraian ke pengadilan agama (PA) tidak serta-merta dapat disidangkan. Syarat utama, yakni akta nikah harus dimiliki suami-istri yang berniat cerai. ‘’Persyaratan tersebut tidak terpenuhi jika pasangan menikah siri,’’ kata Humas PA Kabupaten Madiun Sugeng, Senin (6/12).

Sugeng menyampaikan, sebelum sidang perceraian mereka harus lebih dulu sidang isbat untuk mendapatkan akta nikah. Meskipun ada dua jenis sidang, nomor perkara tetap sama. Pun, pelaksanaannya pada hari yang sama. ‘’Sidang isbat tidak lama. Jadi, setelah selesai dan memiliki akta nikah dapat langsung sidang perceraian,’’ paparnya.

Sidang isbat dilakukan lantaran pernikahan siri dianggap tidak sah secara hukum. Ada berkas yang tidak mereka miliki atau dokumen mengganjal. Mulai akta nikah hingga akta kelahiran. ‘’Kalau akta kelahiran biasanya karena awalnya hanya tercantum nama ibunya. Lalu, karena beberapa alasan, diajukan untuk ditulis nama bapaknya juga,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Puncak Musim Hujan Januari 2022

Perkara sejenis pernah ditangani pada anak yang kedua orang tuanya berstatus nikah siri. Di akta kelahiran hanya tercantum nama ibu. Setelah anak berumur 27 tahun, akta kelahiran tersebut dipermasalahkan. ‘’Biasanya pasangan nikah siri baru melakukan sidang isbat saat butuh berkas tersebut, kalau tidak ya tidak diurus,’’ ungkapnya.

Sugeng menyebut, kebanyakan sidang isbat diajukan pasangan nikah siri tahun 2012 ke bawah. Sebab, dulu marak nikah siri. Latar belakangnya, tidak punya dana untuk menikah di KUA. Pun, tidak mau ribet mengurus berkas-berkas syarat nikah. ‘’Sekarang sudah jarang nikah siri. Apalagi untuk pengurusan berkas malah semakin ribet dan butuh biaya cukup besar,’’ pungkasnya. (tr1/c1/sat/her)

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Pengajuan perkara perceraian ke pengadilan agama (PA) tidak serta-merta dapat disidangkan. Syarat utama, yakni akta nikah harus dimiliki suami-istri yang berniat cerai. ‘’Persyaratan tersebut tidak terpenuhi jika pasangan menikah siri,’’ kata Humas PA Kabupaten Madiun Sugeng, Senin (6/12).

Sugeng menyampaikan, sebelum sidang perceraian mereka harus lebih dulu sidang isbat untuk mendapatkan akta nikah. Meskipun ada dua jenis sidang, nomor perkara tetap sama. Pun, pelaksanaannya pada hari yang sama. ‘’Sidang isbat tidak lama. Jadi, setelah selesai dan memiliki akta nikah dapat langsung sidang perceraian,’’ paparnya.

Sidang isbat dilakukan lantaran pernikahan siri dianggap tidak sah secara hukum. Ada berkas yang tidak mereka miliki atau dokumen mengganjal. Mulai akta nikah hingga akta kelahiran. ‘’Kalau akta kelahiran biasanya karena awalnya hanya tercantum nama ibunya. Lalu, karena beberapa alasan, diajukan untuk ditulis nama bapaknya juga,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Istono: Tidak Ada Benci yang Tersimpan

Perkara sejenis pernah ditangani pada anak yang kedua orang tuanya berstatus nikah siri. Di akta kelahiran hanya tercantum nama ibu. Setelah anak berumur 27 tahun, akta kelahiran tersebut dipermasalahkan. ‘’Biasanya pasangan nikah siri baru melakukan sidang isbat saat butuh berkas tersebut, kalau tidak ya tidak diurus,’’ ungkapnya.

Sugeng menyebut, kebanyakan sidang isbat diajukan pasangan nikah siri tahun 2012 ke bawah. Sebab, dulu marak nikah siri. Latar belakangnya, tidak punya dana untuk menikah di KUA. Pun, tidak mau ribet mengurus berkas-berkas syarat nikah. ‘’Sekarang sudah jarang nikah siri. Apalagi untuk pengurusan berkas malah semakin ribet dan butuh biaya cukup besar,’’ pungkasnya. (tr1/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/