alexametrics
23.1 C
Madiun
Saturday, May 28, 2022

Rusunawa II Belum Dihuni gegara Korona

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Rencana boyongan calon penghuni rumah susun sederhana sewa (rusunawa) II tertunda tiga kali. Gegaranya, sebaran virus korona yang masih fluktuatif. Semestinya rusunawa bantuan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen-PUPR) itu mulai dihuni tahun lalu.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Madiun Totok Sugiarto mengatakan, penundaan itu lantaran dampak Covid-19. Juli tahun lalu, rusunawa II difungsikan sebagai penyangga ruang isolasi terpusat (isoter). Khususnya, menampung aparatur sipil negara (ASN) dan tenaga kesehatan yang positif. ‘’Kalau Covid-19 naik, maka (rusunawa II, Red) difungsikan,’’ kata Totok, Senin (7/2).

Saat ini, Covid-19 menunjukkan tren kenaikan. Karena itu, rusunawa II disiagakan sebagai tempat isoter. Totok belum dapat memastikan rusunawa II dapat ditempati calon penghuni. Di sisi lain, keberadaannya bermanfaat pada masa pandemi ini. ‘’Rusunawa sangat membantu ketika rumah sakit umum atau rumah sakit lapangan penuh,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Vario v Truk di Saradan, Pengendara Motor Luka Parah

Sejatinya disperkim telah mengantongi list nama calon penghuni rusunawa II. Total tercatat 44 nama. Itu berdasarkan hasil seleksi dan survei para pendaftar yang mencapai 181 orang. ‘’Yang daftar banyak, sampai over,’’ ungkapnya.

Seleksi merujuk pada data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS). Pun, disurvei untuk memastikan calon penghuni belum punya rumah. Totok memastikan, para calon penghuni yang telah terpilih telah memenuhi indikator. ‘’Kami hati-hati, kami cek semua,’’ tegasnya.

Hingga kini, status rusunawa II belum dilepas pemerintah pusat. Kendati begitu, sudah dapat difungsikan. Totok berharap pandemi Covid-19 segera berakhir agar calon penghuni dapat menempati rusunawa yang memiliki fasilitas yang diklaim seperti hotel bintang lima itu. ‘’Rusunawa I juga belum diserahkan pemerintah pusat, tapi sudah bisa ditempati,’’ jelasnya. (kid/c1/sat/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Rencana boyongan calon penghuni rumah susun sederhana sewa (rusunawa) II tertunda tiga kali. Gegaranya, sebaran virus korona yang masih fluktuatif. Semestinya rusunawa bantuan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen-PUPR) itu mulai dihuni tahun lalu.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Madiun Totok Sugiarto mengatakan, penundaan itu lantaran dampak Covid-19. Juli tahun lalu, rusunawa II difungsikan sebagai penyangga ruang isolasi terpusat (isoter). Khususnya, menampung aparatur sipil negara (ASN) dan tenaga kesehatan yang positif. ‘’Kalau Covid-19 naik, maka (rusunawa II, Red) difungsikan,’’ kata Totok, Senin (7/2).

Saat ini, Covid-19 menunjukkan tren kenaikan. Karena itu, rusunawa II disiagakan sebagai tempat isoter. Totok belum dapat memastikan rusunawa II dapat ditempati calon penghuni. Di sisi lain, keberadaannya bermanfaat pada masa pandemi ini. ‘’Rusunawa sangat membantu ketika rumah sakit umum atau rumah sakit lapangan penuh,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Selamat Tahun Baru

Sejatinya disperkim telah mengantongi list nama calon penghuni rusunawa II. Total tercatat 44 nama. Itu berdasarkan hasil seleksi dan survei para pendaftar yang mencapai 181 orang. ‘’Yang daftar banyak, sampai over,’’ ungkapnya.

Seleksi merujuk pada data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS). Pun, disurvei untuk memastikan calon penghuni belum punya rumah. Totok memastikan, para calon penghuni yang telah terpilih telah memenuhi indikator. ‘’Kami hati-hati, kami cek semua,’’ tegasnya.

Hingga kini, status rusunawa II belum dilepas pemerintah pusat. Kendati begitu, sudah dapat difungsikan. Totok berharap pandemi Covid-19 segera berakhir agar calon penghuni dapat menempati rusunawa yang memiliki fasilitas yang diklaim seperti hotel bintang lima itu. ‘’Rusunawa I juga belum diserahkan pemerintah pusat, tapi sudah bisa ditempati,’’ jelasnya. (kid/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/