alexametrics
24.1 C
Madiun
Friday, August 19, 2022

Anggaran Terbatas, DPUPR Tetapkan Skala Prioritas

MADIUN – Kondisi jalan kabupaten ruas Desa Duren, Pilangkenceng, memprihatinkan. Sudah lebih dari dua tahun tidak tersentuh pemeliharaan maupun peningkatan. Aspal jalan alternatif ke Kabupaten Bojonegoro rusak. Semakin parah saat  musim penghujan. ‘’Terpaksa kami kasih penanda ranting pohon supaya pengguna jalan tahu keusakannya,’’ kata Rosimin, warga setempat, kemarin (6/5).

Bahkan, di beberapa titik diberi batu untuk menahan ban kendaraan yang lewat. Sebab yang melintasi kendaraan roda dua, mobil dan truk. Saat ini, yang bisa lewat hanya roda dua. Jalan sepanjang sekitar 500 meter hanya menyisakan bekas aspal. Kondisi serupa juga terlihat di ruas Desa Dawuhan, Pilangkenceng. ‘’Kami kerap bertanya ke pemerintah desa soal solusinya,’’ ujarnya.

Kepala Desa Duren Suyadi menyebut sudah melapor ke Pemkab Madiun. Itu lantaran masyarakat kerap mempertnayakan ke pemerintah desa. Dia sudah menjelaskan jalan itu bukan jalan desa. Lantaran kewenangan pemkab, pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa. ‘’Di luar kewenangan kami,’’ sebutnya.

Jalan itu kewenangan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Madiun. Sepanjang 5,5 kilometer sudah diperbaiki. Namun, belum menyentuh seluruhnya. ‘’Kami terbatas di anggaran,’’ ungkap Heru Sulaksono, kabid Bina Marga DPUPR Kabupaten Madiun.

Baca Juga :  Di Kota Madiun, Bayar Denda Tilang Bisa di Kantor Pos

Menurut dia jalan jadi perhatian pihaknya sejak lama. Terakhir diperbaiki tahun lalu. Namun hanya 2,7 km yang tertangani. Dia menyebut ada dua ruas jalan yang rusak cukup parah. Yakni ruas Kengorejo-Dawuhan sepanjang 3.480 meter dan sudah ditangai 1.600 meter. ‘’Juga di ruas Duren-Dawuhan sepanjang 2.270 sudah ditangani 1.175 meter,’’ bebernya.

Dia menjanjikan perbaikan bakal dilanjutkan tahun ini. Total anggarannya Rp 4 miliar. Jalan tersebut akan ditingkatkan dengan beton atau rigid pavement. Tahun 2018 sudah dilakukan. Menurut dia, yang memungkinkan adalah rigid pavement. ‘’Yang belum tertangani ini kerusakannya tergolong berat, jadi butuh anggaran lebih banyak,’’ ungkapnya.

Dia optimitis perbaikan jalan bisa dilakukan tahun ini. Dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) sudah tercantum untuk lanjutan pembangunan di sana. Namun, jika ada perubahan anggaran dan ternyata yang dikorbankan perbaikan jalan itu, dia belum bisa berkomentar. Dia mengungkapkan pembangunan tahap inilah yang akan memakan waktu. ‘’Jadi, tidak bisa setelah ini sisanya langsung kita garap semua,’’ jelasnya. (fat/sat)

MADIUN – Kondisi jalan kabupaten ruas Desa Duren, Pilangkenceng, memprihatinkan. Sudah lebih dari dua tahun tidak tersentuh pemeliharaan maupun peningkatan. Aspal jalan alternatif ke Kabupaten Bojonegoro rusak. Semakin parah saat  musim penghujan. ‘’Terpaksa kami kasih penanda ranting pohon supaya pengguna jalan tahu keusakannya,’’ kata Rosimin, warga setempat, kemarin (6/5).

Bahkan, di beberapa titik diberi batu untuk menahan ban kendaraan yang lewat. Sebab yang melintasi kendaraan roda dua, mobil dan truk. Saat ini, yang bisa lewat hanya roda dua. Jalan sepanjang sekitar 500 meter hanya menyisakan bekas aspal. Kondisi serupa juga terlihat di ruas Desa Dawuhan, Pilangkenceng. ‘’Kami kerap bertanya ke pemerintah desa soal solusinya,’’ ujarnya.

Kepala Desa Duren Suyadi menyebut sudah melapor ke Pemkab Madiun. Itu lantaran masyarakat kerap mempertnayakan ke pemerintah desa. Dia sudah menjelaskan jalan itu bukan jalan desa. Lantaran kewenangan pemkab, pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa. ‘’Di luar kewenangan kami,’’ sebutnya.

Jalan itu kewenangan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Madiun. Sepanjang 5,5 kilometer sudah diperbaiki. Namun, belum menyentuh seluruhnya. ‘’Kami terbatas di anggaran,’’ ungkap Heru Sulaksono, kabid Bina Marga DPUPR Kabupaten Madiun.

Baca Juga :  Romo Udit Akrab dengan Dunia Gereja sejak SD

Menurut dia jalan jadi perhatian pihaknya sejak lama. Terakhir diperbaiki tahun lalu. Namun hanya 2,7 km yang tertangani. Dia menyebut ada dua ruas jalan yang rusak cukup parah. Yakni ruas Kengorejo-Dawuhan sepanjang 3.480 meter dan sudah ditangai 1.600 meter. ‘’Juga di ruas Duren-Dawuhan sepanjang 2.270 sudah ditangani 1.175 meter,’’ bebernya.

Dia menjanjikan perbaikan bakal dilanjutkan tahun ini. Total anggarannya Rp 4 miliar. Jalan tersebut akan ditingkatkan dengan beton atau rigid pavement. Tahun 2018 sudah dilakukan. Menurut dia, yang memungkinkan adalah rigid pavement. ‘’Yang belum tertangani ini kerusakannya tergolong berat, jadi butuh anggaran lebih banyak,’’ ungkapnya.

Dia optimitis perbaikan jalan bisa dilakukan tahun ini. Dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) sudah tercantum untuk lanjutan pembangunan di sana. Namun, jika ada perubahan anggaran dan ternyata yang dikorbankan perbaikan jalan itu, dia belum bisa berkomentar. Dia mengungkapkan pembangunan tahap inilah yang akan memakan waktu. ‘’Jadi, tidak bisa setelah ini sisanya langsung kita garap semua,’’ jelasnya. (fat/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/