alexametrics
30.6 C
Madiun
Thursday, August 18, 2022

CJH Kota Madiun Dapat Sangu 1.500 Rial

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Calon jemaah haji (CJH) Kota Madiun yang berangkat ke Tanah Suci tahun ini masing-masing mendapat sangu (uang saku) 1.500 rial atau setara Rp 5,8 juta. Perinciannya, 1.000 rial dalam bentuk nontunai. Sisanya tunai saat jemaah tiba di asrama haji. ‘’Uang saku itu untuk biaya hidup selama menjalankan ibadah haji,’’ kata Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Madiun Abdul Wahid, Selasa (7/6).

Wahid mengungkapkan, uang saku kepada CJH itu merupakan kali pertama yang diinisiasi Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) sejak 2019. Juga bank penerima setoran (BPS) biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH). Namun, baru bisa dijalankan tahun ini karena keberangkatan jemaah saat itu tertunda akibat pandemi Covid-19. ‘’Pesan saya, selama di Tanah Suci, jemaah fokus ibadah saja,’’ ujarnya.

Sesuai jadwal, 83 CJH Kota Madiun akan diberangkatkan ke Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Selasa (7/6) siang. Sementara untuk pemberangkatan ke Arab Saudi, Kamis (9/6), sekitar pukul 00.15.

Baca Juga :  Para Peminat Sejarah Lokal Bersatu di Kompas Madya

CJH Kota Madiun masuk Kelompok Terbang (Kloter) 7 Embarkasi Surabaya. Mereka tergabung dengan CJH Kabupaten Madiun, Ngawi, dan Kota Surabaya. ‘’Semua fit 100 persen, sehat. Ini masih masa transisi, jadi yang usia rentan di-pending dulu,’’ paparnya.

Wahid menyebutkan, persiapan pemberangkatan CJH Kota Madiun sudah komplet. Bahkan, koper berisi barang bawaan CJH sudah terkumpul di kantor Kemenag kemarin. ‘’Koper-koper itu selanjutnya akan dikirim ke Asrama Haji Sukolilo besok pagi (hari ini, Red) mendahului calon jemaah,’’ terangnya.

Perihal CJH Kota Madiun yang ter-pending pemberangkatannya karena faktor usia, Wahid masih menunggu petunjuk dari pemerintah. Total 97 CJH Kota Madiun batal terbang ke Tanah Suci tahun ini setelah tertunda sejak 2019 lalu. ‘’CJH yang berangkat ini bagi usia di bawah 65 tahun yang benar-benar sehat dan tidak rentan terkena Covid-19,’’ jelasnya. (her/c1/sat)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Calon jemaah haji (CJH) Kota Madiun yang berangkat ke Tanah Suci tahun ini masing-masing mendapat sangu (uang saku) 1.500 rial atau setara Rp 5,8 juta. Perinciannya, 1.000 rial dalam bentuk nontunai. Sisanya tunai saat jemaah tiba di asrama haji. ‘’Uang saku itu untuk biaya hidup selama menjalankan ibadah haji,’’ kata Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Madiun Abdul Wahid, Selasa (7/6).

Wahid mengungkapkan, uang saku kepada CJH itu merupakan kali pertama yang diinisiasi Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) sejak 2019. Juga bank penerima setoran (BPS) biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH). Namun, baru bisa dijalankan tahun ini karena keberangkatan jemaah saat itu tertunda akibat pandemi Covid-19. ‘’Pesan saya, selama di Tanah Suci, jemaah fokus ibadah saja,’’ ujarnya.

Sesuai jadwal, 83 CJH Kota Madiun akan diberangkatkan ke Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Selasa (7/6) siang. Sementara untuk pemberangkatan ke Arab Saudi, Kamis (9/6), sekitar pukul 00.15.

Baca Juga :  Kuota Calon Jemaah Haji Kabupaten Madiun Tahun Ini Belum Jelas

CJH Kota Madiun masuk Kelompok Terbang (Kloter) 7 Embarkasi Surabaya. Mereka tergabung dengan CJH Kabupaten Madiun, Ngawi, dan Kota Surabaya. ‘’Semua fit 100 persen, sehat. Ini masih masa transisi, jadi yang usia rentan di-pending dulu,’’ paparnya.

Wahid menyebutkan, persiapan pemberangkatan CJH Kota Madiun sudah komplet. Bahkan, koper berisi barang bawaan CJH sudah terkumpul di kantor Kemenag kemarin. ‘’Koper-koper itu selanjutnya akan dikirim ke Asrama Haji Sukolilo besok pagi (hari ini, Red) mendahului calon jemaah,’’ terangnya.

Perihal CJH Kota Madiun yang ter-pending pemberangkatannya karena faktor usia, Wahid masih menunggu petunjuk dari pemerintah. Total 97 CJH Kota Madiun batal terbang ke Tanah Suci tahun ini setelah tertunda sejak 2019 lalu. ‘’CJH yang berangkat ini bagi usia di bawah 65 tahun yang benar-benar sehat dan tidak rentan terkena Covid-19,’’ jelasnya. (her/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru