alexametrics
24.3 C
Madiun
Friday, May 20, 2022

Waswas Klaster Sekolah Menyebar

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Munculnya kasus Covid-19 di SMAN 1 dan SMPN 12 mengagetkan kalangan wakil rakyat. Kendati demikian, pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah-sekolah lain dinilai belum perlu dihentikan sementara. ‘’Sekolah lain tetap pembelajaran seperti biasa,’’ kata Wakil Ketua DPRD Kota Madiun Istono, Selasa (8/2).

Namun, Istono menekankan bahwa untuk mengantisipasi munculnya klaster baru, pemkot harus serius melakukan penanganan di setiap sekolah. Terutama tracing, testing, dan treatment (3T) untuk memastikan tidak ada siswa yang terpapar. ‘’Sebelum virus menyebar ke mana-mana, harus segera ada tindakan,’’ tegas politikus Partai Demokrat itu.

Dia juga meminta alur kepulangan siswa dan protokol kesehatan (prokes) di setiap sekolah dievaluasi. Di sisi lain, kesadaran masyarakat akan pentingnya menerapkan prokes harus ditingkatkan lagi. ‘’Jangan sampai kendur meskipun masih PPKM level satu,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Dewan Minta Pemkab Pacitan Genjot Vaksinasi dan Kencangkan Pengawasan

Terpisah, Zaenal Abidin, epidemiolog STIKes Bhakti Husada Mulia Madiun, juga menilai perlunya penguatan 3T. Sebab, keberadaan virus korona maupun persebarannya tidak terlihat secara kasatmata. ‘’Selama terjadi mobilisasi, virus akan terus berpindah dan sulit dideteksi,’’ tuturnya.

Soal kasus korona di SMAN 1 dan SMPN 12, dia menyarankan agar dilakukan pelacakan kontak erat 14 hari terakhir dengan fokus di kelas murid yang terpapar. ‘’Varian baru itu (Omicron, Red) sebenarnya tidak menimbulkan gejala berat tapi harus tetap diwaspadai, apalagi capaian vaksin belum 100 persen,’’ paparnya.

Menurut dia, kedua sekolah itu minimal ditutup satu minggu untuk proses sterilisasi. Kemudian, jika PTM sudah kembali dilaksanakan, setiap siswa wajib memakai masker dan dibekali hand sanitizer. (mg7/c1/isd/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Munculnya kasus Covid-19 di SMAN 1 dan SMPN 12 mengagetkan kalangan wakil rakyat. Kendati demikian, pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah-sekolah lain dinilai belum perlu dihentikan sementara. ‘’Sekolah lain tetap pembelajaran seperti biasa,’’ kata Wakil Ketua DPRD Kota Madiun Istono, Selasa (8/2).

Namun, Istono menekankan bahwa untuk mengantisipasi munculnya klaster baru, pemkot harus serius melakukan penanganan di setiap sekolah. Terutama tracing, testing, dan treatment (3T) untuk memastikan tidak ada siswa yang terpapar. ‘’Sebelum virus menyebar ke mana-mana, harus segera ada tindakan,’’ tegas politikus Partai Demokrat itu.

Dia juga meminta alur kepulangan siswa dan protokol kesehatan (prokes) di setiap sekolah dievaluasi. Di sisi lain, kesadaran masyarakat akan pentingnya menerapkan prokes harus ditingkatkan lagi. ‘’Jangan sampai kendur meskipun masih PPKM level satu,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Dewan Pertanyakan Keseriusan Satpol PP Eksekusi Toko Modern

Terpisah, Zaenal Abidin, epidemiolog STIKes Bhakti Husada Mulia Madiun, juga menilai perlunya penguatan 3T. Sebab, keberadaan virus korona maupun persebarannya tidak terlihat secara kasatmata. ‘’Selama terjadi mobilisasi, virus akan terus berpindah dan sulit dideteksi,’’ tuturnya.

Soal kasus korona di SMAN 1 dan SMPN 12, dia menyarankan agar dilakukan pelacakan kontak erat 14 hari terakhir dengan fokus di kelas murid yang terpapar. ‘’Varian baru itu (Omicron, Red) sebenarnya tidak menimbulkan gejala berat tapi harus tetap diwaspadai, apalagi capaian vaksin belum 100 persen,’’ paparnya.

Menurut dia, kedua sekolah itu minimal ditutup satu minggu untuk proses sterilisasi. Kemudian, jika PTM sudah kembali dilaksanakan, setiap siswa wajib memakai masker dan dibekali hand sanitizer. (mg7/c1/isd/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/