alexametrics
24.1 C
Madiun
Monday, July 4, 2022

Tujuh Ton Bawang Tiongkok Masuk Kota

MADIUN – Harga bawang putih di Kota Madiun terus ditekan. Salah satunya lewat pasokan impor dari Tiongkok sebanyak 7 ton pada Jumat (3/5) lalu. Bahan pokok yang didistribusikan lewat Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya tersebut selanjutnya disebar ke Pasar Sleko dan Pasar Besar Madiun (PBM), Minggu (5/5).

Kepala Dinas Perdagangan Kota Madiun Gaguk Haryono menyatakan harga bawang putih di pasaran berangsur kembali normal setelah mendapat tambahan pasokan dari Bulog. Saat ini harga bawang putih mencapai Rp 28 ribu hingga Rp 30 ribu per kilogram. Padahal, sebelumnya harga bawang putih di sejumlah pasar di Kota Madiun tembus Rp 47 ribu per kilogram. ’’Jadi, sudah turun sangat jauh,’’ katanya kepada Radar Madiun, Selasa (7/5).

Begitu juga dengan harga bawang merah. Gaguk mengatakan bahwa komoditas bumbu dapur itu mengalami penurunan harga dalam tiga hari terakhir. Dari sebelumnya terpantau Rp 40 ribu per kilogram, kini hanya menjadi Rp 15 ribu per kilogram. ‘’Kalau untuk (harga) bawang merah ini turun karena memang bertepatan dengan masa panen. Sehingga, ketersediaan barang melimpah. Dan, otomatis harga akan turun dengan sendirinya,’’ terangnya.

Diharapkan dengan adanya tambahan pasokan bawang putih impor bisa mencukupi kebutuhan bahan pokok warga sampai dengan Lebaran. Karena sesuai estimasi konsumsi bawah putih di masyarakat hanya sekitar 142 kilogram per hari. ’’Perkiraan dari instansi lainnya (stok) yang ada saat ini mencukupi sampai Lebaran,’’ ungkap Gaguk.

Baca Juga :  Anggaran Rehab Pasar Besar Caruban Bengkak

Yang jelas, dia menyebutkan bahwa harga komoditas bahan pokok di pasar saat ini cenderung mulai stabil. Termasuk di dalamnya adalah harga beras yang sekarang tinggal sekitar Rp 8 ribu per kilogram. Padahal, sebelum puasa lalu harga beras tembus Rp 13 ribu per kilogram. ‘’Saya kira semua (komoditas bahan pokok) sudah turun. Karena seluruhnya telah terkendali,’’ ujar Gaguk.

Dengan kembalinya stabilitas sejumlah harga bahan pokok itu, Gaguk berharap daya beli masyarakat bisa meningkat saat Ramadan. Sehingga dapat memicu lonjakan ekonomi daerah serta menekan laju inflasi. ‘’Ya, semoga saja dengan kondisi sekarang ini konsumen bisa menikmati belanja bahan pokok,’’ harapnya.

Di samping itu, lanjut dia, upaya lain yang dilakukan oleh pemkot untuk menekan harga bahan pokok adalah dengan menggelar operasi pasar. Gaguk mengatakan kegiatan itu bekerjasama dengan Bulog di sejumlah pasar tradisional. Seperti Pasar Sleko, PBM, Pasar Sri Jaya dan beberapa kelurahan di Kota Madiun. ‘’Adapun komoditas yang dilakukan saat operasi pasar itu adalah beras dan bawang putih,’’ katanya.

Sementara itu, salah seorang pedagang bawang di PBM, Sulis mengatakan bahwa stok bawang putih di pasar menipis beberapa hari sebelum Ramadan. Kondisi itu berangsur pulih setelah mendapat pasokan bawang putih impor dari Tiongkok yang dikirim via Surabaya sekitar dua hari lalu. (her/ota)

MADIUN – Harga bawang putih di Kota Madiun terus ditekan. Salah satunya lewat pasokan impor dari Tiongkok sebanyak 7 ton pada Jumat (3/5) lalu. Bahan pokok yang didistribusikan lewat Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya tersebut selanjutnya disebar ke Pasar Sleko dan Pasar Besar Madiun (PBM), Minggu (5/5).

Kepala Dinas Perdagangan Kota Madiun Gaguk Haryono menyatakan harga bawang putih di pasaran berangsur kembali normal setelah mendapat tambahan pasokan dari Bulog. Saat ini harga bawang putih mencapai Rp 28 ribu hingga Rp 30 ribu per kilogram. Padahal, sebelumnya harga bawang putih di sejumlah pasar di Kota Madiun tembus Rp 47 ribu per kilogram. ’’Jadi, sudah turun sangat jauh,’’ katanya kepada Radar Madiun, Selasa (7/5).

Begitu juga dengan harga bawang merah. Gaguk mengatakan bahwa komoditas bumbu dapur itu mengalami penurunan harga dalam tiga hari terakhir. Dari sebelumnya terpantau Rp 40 ribu per kilogram, kini hanya menjadi Rp 15 ribu per kilogram. ‘’Kalau untuk (harga) bawang merah ini turun karena memang bertepatan dengan masa panen. Sehingga, ketersediaan barang melimpah. Dan, otomatis harga akan turun dengan sendirinya,’’ terangnya.

Diharapkan dengan adanya tambahan pasokan bawang putih impor bisa mencukupi kebutuhan bahan pokok warga sampai dengan Lebaran. Karena sesuai estimasi konsumsi bawah putih di masyarakat hanya sekitar 142 kilogram per hari. ’’Perkiraan dari instansi lainnya (stok) yang ada saat ini mencukupi sampai Lebaran,’’ ungkap Gaguk.

Baca Juga :  Unas Jujur Lebih Bermartabat

Yang jelas, dia menyebutkan bahwa harga komoditas bahan pokok di pasar saat ini cenderung mulai stabil. Termasuk di dalamnya adalah harga beras yang sekarang tinggal sekitar Rp 8 ribu per kilogram. Padahal, sebelum puasa lalu harga beras tembus Rp 13 ribu per kilogram. ‘’Saya kira semua (komoditas bahan pokok) sudah turun. Karena seluruhnya telah terkendali,’’ ujar Gaguk.

Dengan kembalinya stabilitas sejumlah harga bahan pokok itu, Gaguk berharap daya beli masyarakat bisa meningkat saat Ramadan. Sehingga dapat memicu lonjakan ekonomi daerah serta menekan laju inflasi. ‘’Ya, semoga saja dengan kondisi sekarang ini konsumen bisa menikmati belanja bahan pokok,’’ harapnya.

Di samping itu, lanjut dia, upaya lain yang dilakukan oleh pemkot untuk menekan harga bahan pokok adalah dengan menggelar operasi pasar. Gaguk mengatakan kegiatan itu bekerjasama dengan Bulog di sejumlah pasar tradisional. Seperti Pasar Sleko, PBM, Pasar Sri Jaya dan beberapa kelurahan di Kota Madiun. ‘’Adapun komoditas yang dilakukan saat operasi pasar itu adalah beras dan bawang putih,’’ katanya.

Sementara itu, salah seorang pedagang bawang di PBM, Sulis mengatakan bahwa stok bawang putih di pasar menipis beberapa hari sebelum Ramadan. Kondisi itu berangsur pulih setelah mendapat pasokan bawang putih impor dari Tiongkok yang dikirim via Surabaya sekitar dua hari lalu. (her/ota)

Most Read

Artikel Terbaru

/