alexametrics
31.2 C
Madiun
Tuesday, July 5, 2022

Amsari Ditemukan Tewas Mengambang di Saluran Air Bawah Tol

MADIUN – Amsari tinggal nama. Sopir truk bermuatan kertas itu ditemukan tewas mengambang di saluran air bawah tol Ngawi-Kertosono Km 633 masuk Desa Bandungan, Saradan. Jasad Amsari kali pertama dipergoki petugas tol yang kebetulan sedang melintas.

Polisi masih menyelidiki penyebab kematian pria asal Magelang, Jawa Tengah, itu. ‘’Kami masih dalami apakah ada unsur pidana atau tidak. Yang jelas, hasil pemeriksaan luar hanya ditemukan luka di bagian kepala,’’ kata Kasatreskrim Polres Madiun AKP Logos Bintoro Minggu (7/7).

Logos mengungkapkan, jasad Amsari ditemukan di saluran yang cukup dalam. Karena itu, tidak menutup kemungkinan korban tewas karena tenggelam. Namun, penyebab pastinya baru bisa diketahui dari hasil otopsi. ‘’Sudah kami lakukan olah TKP (tempat kejadian perkara, Red) dan mengamankan beberapa barang bukti,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Dinkes Pacitan Cemas Jatah Vaksin Kurang

Dia menyebut, jasad Amsari ditemukan tak jauh dari truk nopol AA 1828 BB yang dikendarai. Pun, petugas mendapati uang Rp 9 juta. ‘’Tidak ada KTP atau identitas lain sehingga kami lakukan pemeriksaan sidik jari untuk mengetahui identitasnya. Saat ini jenazah korban masih di RSUD Soedono,’’ ungkapnya.

Dia menambahkan, pihaknya berkoordinasi dengan Polres Nganjuk. Pasalnya, TKP ditemukannya jasad Amsari berbatasan dengan Jenangan yang masuk wilayah hukum polres tetangga itu. ‘’Sementara, kami tangani,’’ pungkas Logos. (fat/c1/isd)

MADIUN – Amsari tinggal nama. Sopir truk bermuatan kertas itu ditemukan tewas mengambang di saluran air bawah tol Ngawi-Kertosono Km 633 masuk Desa Bandungan, Saradan. Jasad Amsari kali pertama dipergoki petugas tol yang kebetulan sedang melintas.

Polisi masih menyelidiki penyebab kematian pria asal Magelang, Jawa Tengah, itu. ‘’Kami masih dalami apakah ada unsur pidana atau tidak. Yang jelas, hasil pemeriksaan luar hanya ditemukan luka di bagian kepala,’’ kata Kasatreskrim Polres Madiun AKP Logos Bintoro Minggu (7/7).

Logos mengungkapkan, jasad Amsari ditemukan di saluran yang cukup dalam. Karena itu, tidak menutup kemungkinan korban tewas karena tenggelam. Namun, penyebab pastinya baru bisa diketahui dari hasil otopsi. ‘’Sudah kami lakukan olah TKP (tempat kejadian perkara, Red) dan mengamankan beberapa barang bukti,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Polisi Dalami Keterlibatan Madiun Ngemil

Dia menyebut, jasad Amsari ditemukan tak jauh dari truk nopol AA 1828 BB yang dikendarai. Pun, petugas mendapati uang Rp 9 juta. ‘’Tidak ada KTP atau identitas lain sehingga kami lakukan pemeriksaan sidik jari untuk mengetahui identitasnya. Saat ini jenazah korban masih di RSUD Soedono,’’ ungkapnya.

Dia menambahkan, pihaknya berkoordinasi dengan Polres Nganjuk. Pasalnya, TKP ditemukannya jasad Amsari berbatasan dengan Jenangan yang masuk wilayah hukum polres tetangga itu. ‘’Sementara, kami tangani,’’ pungkas Logos. (fat/c1/isd)

Most Read

Artikel Terbaru

/