alexametrics
24.3 C
Madiun
Friday, May 20, 2022

Rumah Roboh Diterpa Angin Kencang, Sekeluarga di Dolopo Mengungsi

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Parmi bersama dua anak dan dua cucunya bergegas keluar dari rumahnya di RT 42, RW 05, Dusun Sirahnogo, Glonggong, Dolopo. Saat itu, Rabu petang (6/10), angin kencang menerjang bukan kepalang. ‘’Pas ada angin, langsung keluar semua,’’ kata Rahmawati, 32, anak Parmi, Kamis (7/10).

Nenek 68 tahun bersama anak-cucunya yang tinggal seatap itu lolos dari musibah. Namun, tidak dengan rumahnya. Separo bagian bangunan roboh. Material atap dan dinding berhamburan di lantai. Kini mereka harus mengungsi ke tempat aman lantaran rumah tak lagi bisa ditinggali.

Bermula saat angin di wilayah setempat bertiup begitu kencang. Khawatir terjadi apa-apa, Rahmawati bersama anggota keluarga lain bergegas keluar rumah. Firasatnya terbukti. Wuuss, rumahnya pun porak poranda. ‘’Angin kenceng banget kira-kira selama setengah jam,’’ ungkap Rahmawati.

Baca Juga :  Persekama Pasti Berlaga di Liga 3 Jatim 2021

Parmi hanya bisa pasrah melihat rumahnya diratatanahkan. Mulai penurunan sebagian genting dan rangka atap yang masih dapat diselamatkan hingga dinding yang ditarik tali. ‘’Umur bangunan sudah lebih dari 30 tahun. Setelah ini, ngungsi ke rumah tetangga,’’ ungkap Parmi. (den/c1/sat/her)

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Parmi bersama dua anak dan dua cucunya bergegas keluar dari rumahnya di RT 42, RW 05, Dusun Sirahnogo, Glonggong, Dolopo. Saat itu, Rabu petang (6/10), angin kencang menerjang bukan kepalang. ‘’Pas ada angin, langsung keluar semua,’’ kata Rahmawati, 32, anak Parmi, Kamis (7/10).

Nenek 68 tahun bersama anak-cucunya yang tinggal seatap itu lolos dari musibah. Namun, tidak dengan rumahnya. Separo bagian bangunan roboh. Material atap dan dinding berhamburan di lantai. Kini mereka harus mengungsi ke tempat aman lantaran rumah tak lagi bisa ditinggali.

Bermula saat angin di wilayah setempat bertiup begitu kencang. Khawatir terjadi apa-apa, Rahmawati bersama anggota keluarga lain bergegas keluar rumah. Firasatnya terbukti. Wuuss, rumahnya pun porak poranda. ‘’Angin kenceng banget kira-kira selama setengah jam,’’ ungkap Rahmawati.

Baca Juga :  Akibat Meluapnya Sungai Moneng, 113 KK Terdampak Banjir

Parmi hanya bisa pasrah melihat rumahnya diratatanahkan. Mulai penurunan sebagian genting dan rangka atap yang masih dapat diselamatkan hingga dinding yang ditarik tali. ‘’Umur bangunan sudah lebih dari 30 tahun. Setelah ini, ngungsi ke rumah tetangga,’’ ungkap Parmi. (den/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/