alexametrics
23.5 C
Madiun
Tuesday, August 16, 2022

Cakades Pucangrejo Hadapi Tim Mediasi Sendirian

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Sikap ”wani”  ditunjukkan Calon Kepala Desa (Cakades) Pucangrejo, Sawahan, Kabupaten Madiun, Priyantono Ari Saptono. Tidak ada tim khusus yang menemaninya ketika kelak menghadapi tim mediasi tingkat kabupaten dalam upaya penyelesaian perselisihan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak. ‘’Saya sendirian selaku cakades Pucangrejo,’’ kata Ari Kamis (7/11).

Ari tanpa didampingi tim sebagaimana yang dilakukan cakades Geger, Kecamatan Geger, dengan menggandeng kuasa hukum. Dia siap sendirian menghadapi tim gabungan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Beradu argumen terkait tafsir-tafsir regulasi sebagai pedoman pesta demokrasi enam tahunan kali ini.

Salah satunya coblos tembus simetris yang tidak disahkan dalam pemungutan suara 16 Oktober lalu. Persoalan itu jadi alasan menuntut membuka kotak suara dan hitung ulang suara tidak sah. ‘’Persiapan belajar perbup, permendagri, dan PP (peraturan pemerintah, Red),’’ ujarnya.

Baca Juga :  Yusuf Ekodono, Legenda Persebaya-Timnas Singgah di Kota Madiun

Menurut dia, pokok persoalan yang dialaminya adalah beda tafsir dalam menerjemahkan bahasa hukum. Menafsirkan pasal demi pasal dalam regulasi. Ihwal Perbup 31/2019 tentang Kepala Desa, dia menilai sudah bagus. Sebab, sebelum ditetapkan jadi perbup, pemkab diyakini telah berulang kali melakukan uji materi. ‘’Saat ini masih menunggu penjadwalan mediasi tingkat kabupaten,’’ tuturnya.

Sebelumnya, Pemkab Madiun berencana membentuk tim penyelesaian perselisihan Pilkades Serentak 2019. Untuk mengurai substansi persoalan yang dibawa cakades atas hasil pemungutan suara 16 Oktober lalu. Ini untuk menindaklanjuti surat permohonan penyelesaian sengketa cakades Pucangrejo, Sawahan. Selain dinas pemberdayaan masyarakat dan desa (DPMD), juga didampingi OPD terkait lainnya. Tugas tim mediasi menyelesaikan masalah yang dipersoalkan para cakades. Karena tidak menemukan kata mufakat dalam mediasi di tingkat desa dan kecamatan. (cor/c1/sat)

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Sikap ”wani”  ditunjukkan Calon Kepala Desa (Cakades) Pucangrejo, Sawahan, Kabupaten Madiun, Priyantono Ari Saptono. Tidak ada tim khusus yang menemaninya ketika kelak menghadapi tim mediasi tingkat kabupaten dalam upaya penyelesaian perselisihan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak. ‘’Saya sendirian selaku cakades Pucangrejo,’’ kata Ari Kamis (7/11).

Ari tanpa didampingi tim sebagaimana yang dilakukan cakades Geger, Kecamatan Geger, dengan menggandeng kuasa hukum. Dia siap sendirian menghadapi tim gabungan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Beradu argumen terkait tafsir-tafsir regulasi sebagai pedoman pesta demokrasi enam tahunan kali ini.

Salah satunya coblos tembus simetris yang tidak disahkan dalam pemungutan suara 16 Oktober lalu. Persoalan itu jadi alasan menuntut membuka kotak suara dan hitung ulang suara tidak sah. ‘’Persiapan belajar perbup, permendagri, dan PP (peraturan pemerintah, Red),’’ ujarnya.

Baca Juga :  MOBIL HANGUS DIBAKAR PEMUDA MISTERIUS

Menurut dia, pokok persoalan yang dialaminya adalah beda tafsir dalam menerjemahkan bahasa hukum. Menafsirkan pasal demi pasal dalam regulasi. Ihwal Perbup 31/2019 tentang Kepala Desa, dia menilai sudah bagus. Sebab, sebelum ditetapkan jadi perbup, pemkab diyakini telah berulang kali melakukan uji materi. ‘’Saat ini masih menunggu penjadwalan mediasi tingkat kabupaten,’’ tuturnya.

Sebelumnya, Pemkab Madiun berencana membentuk tim penyelesaian perselisihan Pilkades Serentak 2019. Untuk mengurai substansi persoalan yang dibawa cakades atas hasil pemungutan suara 16 Oktober lalu. Ini untuk menindaklanjuti surat permohonan penyelesaian sengketa cakades Pucangrejo, Sawahan. Selain dinas pemberdayaan masyarakat dan desa (DPMD), juga didampingi OPD terkait lainnya. Tugas tim mediasi menyelesaikan masalah yang dipersoalkan para cakades. Karena tidak menemukan kata mufakat dalam mediasi di tingkat desa dan kecamatan. (cor/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/