alexametrics
23.2 C
Madiun
Sunday, May 29, 2022

Fokus Sosialisasi, Kurangi Intensitas Operasi Yustisi

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Seiring status PPKM level 1 Kota Madiun, kegiatan masyarakat di sejumlah sektor dilonggarkan. Pun, intensitas operasi yustisi protokol kesehatan (prokes) dikurangi. Per Desember ini, razia siang melibatkan tim gabungan yang terdiri dari sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dan TNI-Polri di-off-kan.

Sedangkan operasi malam yang sebelumnya setiap hari, juga hanya dilakukan dua hari sekali. Sasarannya tempat usaha. Jika ditemukan keramaian dan kerumunan langsung diurai. ‘’Kapasitasnya sekarang dibatasi 75 persen, jaga jarak tetap tidak boleh dilupakan,’’ kata Kabid Penegakan Peraturan Perundang-undangan Satpol PP dan Damkar Kota Madiun Supriyono, Rabu (8/12).

Menurut dia, operasi malam hanya fokus sosialisasi dan mengingatkan penerapan prokes. Sehingga, pendataan dan penindakan tidak lagi dilakukan. ‘’Tapi, khusus operasi yustisi rutin intern satpol PP, tetap jalan setiap hari sesuai tupoksi kami. Sasarannya kawasan kerumunan seperti pasar dan fasilitas publik lain,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Anak 6–11 Tahun Segera Divaksin

Tujuanya, agar masyarakat tetap ingat menjaga diri dari penularan Covid-19. Salah satunya, bermasker ke mana pun ketika pergi. Pun harus vaksin antikorona. Menjelang Nataru nanti operasi akan digiatkan lagi. Namun, masih menunggu instruksi lebih lanjut. ‘’Kota Madiun yang sudah bagus ini jangan dicederai oleh pendatang,’’ tuturnya.

Supriyono minta RT-RW melaporkan jika ada pendatang. Minimal, saat identifikasi dapat menunjukkan hasil rapid test antigen negatif. ‘’Dengan ini kita bisa saling menjaga. Semoga pandemi covid-19 lekas usai dan ekonomi semakin membaik,’’ harapnya. (irs/c1/sat/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Seiring status PPKM level 1 Kota Madiun, kegiatan masyarakat di sejumlah sektor dilonggarkan. Pun, intensitas operasi yustisi protokol kesehatan (prokes) dikurangi. Per Desember ini, razia siang melibatkan tim gabungan yang terdiri dari sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dan TNI-Polri di-off-kan.

Sedangkan operasi malam yang sebelumnya setiap hari, juga hanya dilakukan dua hari sekali. Sasarannya tempat usaha. Jika ditemukan keramaian dan kerumunan langsung diurai. ‘’Kapasitasnya sekarang dibatasi 75 persen, jaga jarak tetap tidak boleh dilupakan,’’ kata Kabid Penegakan Peraturan Perundang-undangan Satpol PP dan Damkar Kota Madiun Supriyono, Rabu (8/12).

Menurut dia, operasi malam hanya fokus sosialisasi dan mengingatkan penerapan prokes. Sehingga, pendataan dan penindakan tidak lagi dilakukan. ‘’Tapi, khusus operasi yustisi rutin intern satpol PP, tetap jalan setiap hari sesuai tupoksi kami. Sasarannya kawasan kerumunan seperti pasar dan fasilitas publik lain,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Dewan Apresiasi Akuntabilitas LKPD Pemkot Madiun

Tujuanya, agar masyarakat tetap ingat menjaga diri dari penularan Covid-19. Salah satunya, bermasker ke mana pun ketika pergi. Pun harus vaksin antikorona. Menjelang Nataru nanti operasi akan digiatkan lagi. Namun, masih menunggu instruksi lebih lanjut. ‘’Kota Madiun yang sudah bagus ini jangan dicederai oleh pendatang,’’ tuturnya.

Supriyono minta RT-RW melaporkan jika ada pendatang. Minimal, saat identifikasi dapat menunjukkan hasil rapid test antigen negatif. ‘’Dengan ini kita bisa saling menjaga. Semoga pandemi covid-19 lekas usai dan ekonomi semakin membaik,’’ harapnya. (irs/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/