alexametrics
26.1 C
Madiun
Saturday, May 14, 2022

Maidi Ingatkan agar Tidak Ada Pemotongan Honor THL

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Wali Kota Maidi tak dapat menutupi kegeraman menyikapi kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) di PDAM Tirta Taman Sari Kota Madiun. Baginya, haram makan keringat pekerja alias tenaga harian lepas (THL). Dia tidak ingin muncul Sandi Kunaryanto (SK) lain yang ditetapkan sebagai tersangka oleh kejaksaan negeri (kejari) setempat karena diduga menyelewengkan honor THL selama lima tahun.

Ketegasan itu disampaikan Maidi dalam pembinaan THL lingkup dinas perdagangan setempat di Ngrowo Bening kemarin (7/12). Sebab, menurut wali kota, THL turut andil dalam menyukseskan program pemerintah. Total 300-an THL tersebar di berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkot Madiun. ‘’Apa ora ngesakne ta? Honor dipotong, kalau bisa malah ditambahi. Kasihan kalau dipotong. Tidak ada di Kota Madiun seperti itu,’’ kata Maidi.

Baca Juga :  Pimpinan BNI 46 Madiun pun Positif Covid-19

Maidi mengungkapkan, honor THL telah disesuaikan dengan upah minimum kabupaten/kota (UMK). Maidi ingin kesejahteraan THL terjamin. Termasuk mengikutkan mereka dalam kepesertaan program jaminan yang ditanggung pemkot. Mulai jaminan kematian, kesehatan, hingga jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja sektor informal. ‘’Mereka memang diperlukan, tanpa mereka kita susah,’’ ujarnya.

Khusus PDAM, Maidi menginstruksikan direktur utama (Dirut) yang baru dilantik beberapa waktu lalu untuk berbenah. Dia menilai program yang dijalankan telah on schedule. Pun, mewanti-wanti agar dalam bekerja tidak keluar dari rel aturan. ‘’Kita bekerja komandannya aturan. Jangan lepas aturan. Mulai dari aturan ditinjau kembali tupoksinya,’’ perintahnya. (kid/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Wali Kota Maidi tak dapat menutupi kegeraman menyikapi kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) di PDAM Tirta Taman Sari Kota Madiun. Baginya, haram makan keringat pekerja alias tenaga harian lepas (THL). Dia tidak ingin muncul Sandi Kunaryanto (SK) lain yang ditetapkan sebagai tersangka oleh kejaksaan negeri (kejari) setempat karena diduga menyelewengkan honor THL selama lima tahun.

Ketegasan itu disampaikan Maidi dalam pembinaan THL lingkup dinas perdagangan setempat di Ngrowo Bening kemarin (7/12). Sebab, menurut wali kota, THL turut andil dalam menyukseskan program pemerintah. Total 300-an THL tersebar di berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkot Madiun. ‘’Apa ora ngesakne ta? Honor dipotong, kalau bisa malah ditambahi. Kasihan kalau dipotong. Tidak ada di Kota Madiun seperti itu,’’ kata Maidi.

Baca Juga :  Usaha Laundry di Jalan Bali Terbakar

Maidi mengungkapkan, honor THL telah disesuaikan dengan upah minimum kabupaten/kota (UMK). Maidi ingin kesejahteraan THL terjamin. Termasuk mengikutkan mereka dalam kepesertaan program jaminan yang ditanggung pemkot. Mulai jaminan kematian, kesehatan, hingga jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja sektor informal. ‘’Mereka memang diperlukan, tanpa mereka kita susah,’’ ujarnya.

Khusus PDAM, Maidi menginstruksikan direktur utama (Dirut) yang baru dilantik beberapa waktu lalu untuk berbenah. Dia menilai program yang dijalankan telah on schedule. Pun, mewanti-wanti agar dalam bekerja tidak keluar dari rel aturan. ‘’Kita bekerja komandannya aturan. Jangan lepas aturan. Mulai dari aturan ditinjau kembali tupoksinya,’’ perintahnya. (kid/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/