alexametrics
24.6 C
Madiun
Monday, May 23, 2022

Sebar 122 Tenaga Harian Lepas di 18 Pasar

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Perintah Wali Kota Madiun Maidi melarang adanya potongan terhadap honor para pegawai direspons sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Dinas Perdagangan misalnya.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Madiun Ansar Rasidi memastikan honorarium Tenaga Harian Lepas (THL) di dinasnya naik mulai awal tahun depan. Sedikitnya ada 122 THL yang terbagi dalam tiga kelompok. Mereka disebar ke 18 pasar tradisional di kota ini. Paling banyak diposkan di Pasar Besar Madiun (PBM) dan Pasar Sleko. ‘’Semua memberi pelayanan kepada pengunjung dan pedagang. Harus bersih dan dijaga kebersihan pasar secara keseluruhan,’’ tegas Ansar, Rabu (8/12).

Kelompok petugas kebersihan berjumlah 60 personel dengan upah yang sebelumnya Rp 1,8 juta naik jadi Rp 2 juta. Petugas keamanan 51 personel dengan honor sebelumnya Rp 1,6 juta menjadi Rp 1,8 juta. Petugas kelistrikan 11 personel dengan honor Rp 1,6 juta naik jadi Rp 1,8 juta. Ansar menyebut, kenaikan upah sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap THL. ‘’Makanya Pak Wali menaikkan upah tenaga harian. Harapannya agar betul-betul menjadi pemicu kinerja,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Pascamusda, Bayu Airlangga Road Show ke Daerah Demi Kejayaan Demokrat

Diberitakan sebelumnya, Kejari Kota Madiun telah menetapkan SK sebagai tersangka dugaan rasuah di PDAM setempat. Ternyata, saat ini SK menjabat direktur teknik PDAM Lawu Tirta Magetan. Setelah tidak menduduki kursi sebagai Kabag transmisi dan distribusi PDAM Kota Madiun (2015-2021). SK mengikuti seleksi lelang jabatan di PDAM Magetan dan resmi dilantik 11 Februari 2021 lalu. Rupanya, Kejari Kota Madiun masih terus mengumpulkan bukti-bukti penguat yang mengarah adanya tipikor. Tersangka SK diduga menyunat honor 14 THL selama lima tahun (2017-2021). Kerugian negara yang ditimbulkan ditaksir mencapai Rp 263.600.269. (kid/c1/sat/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Perintah Wali Kota Madiun Maidi melarang adanya potongan terhadap honor para pegawai direspons sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Dinas Perdagangan misalnya.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Madiun Ansar Rasidi memastikan honorarium Tenaga Harian Lepas (THL) di dinasnya naik mulai awal tahun depan. Sedikitnya ada 122 THL yang terbagi dalam tiga kelompok. Mereka disebar ke 18 pasar tradisional di kota ini. Paling banyak diposkan di Pasar Besar Madiun (PBM) dan Pasar Sleko. ‘’Semua memberi pelayanan kepada pengunjung dan pedagang. Harus bersih dan dijaga kebersihan pasar secara keseluruhan,’’ tegas Ansar, Rabu (8/12).

Kelompok petugas kebersihan berjumlah 60 personel dengan upah yang sebelumnya Rp 1,8 juta naik jadi Rp 2 juta. Petugas keamanan 51 personel dengan honor sebelumnya Rp 1,6 juta menjadi Rp 1,8 juta. Petugas kelistrikan 11 personel dengan honor Rp 1,6 juta naik jadi Rp 1,8 juta. Ansar menyebut, kenaikan upah sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap THL. ‘’Makanya Pak Wali menaikkan upah tenaga harian. Harapannya agar betul-betul menjadi pemicu kinerja,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Wereng Tidak Mempan Disemprot Pestisida

Diberitakan sebelumnya, Kejari Kota Madiun telah menetapkan SK sebagai tersangka dugaan rasuah di PDAM setempat. Ternyata, saat ini SK menjabat direktur teknik PDAM Lawu Tirta Magetan. Setelah tidak menduduki kursi sebagai Kabag transmisi dan distribusi PDAM Kota Madiun (2015-2021). SK mengikuti seleksi lelang jabatan di PDAM Magetan dan resmi dilantik 11 Februari 2021 lalu. Rupanya, Kejari Kota Madiun masih terus mengumpulkan bukti-bukti penguat yang mengarah adanya tipikor. Tersangka SK diduga menyunat honor 14 THL selama lima tahun (2017-2021). Kerugian negara yang ditimbulkan ditaksir mencapai Rp 263.600.269. (kid/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/