alexametrics
24.7 C
Madiun
Thursday, May 19, 2022

10 Warga SMPK Santo Bernardus Negatif Covid-19, Sekolah Dikuntara

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – SMPK Santo Bernardus dapat bernapas lega setelah sempat waswas menyusul temuan dua siswa positif Covid-19 Jumat (4/2) lalu. Sebab, hasil tes polymerase chain reaction (PCR) menyatakan bahwa sepuluh orang kontak erat negatif. Sebelumnya, hasil rapid test (RT) antigen mereka reaktif atau samar. ‘’Senin (7/2), mereka dinyatakan negatif,’’ kata Kepala SMPK Santo Bernardus Monica Heni Kristina, Rabu (9/2).

Monica menjelaskan, kasus di sekolahnya bermula dari temuan dua siswa kakak-beradik kelas XI dan VII terkonfirmasi positif. Sehari sebelumnya, sekolah sudah menerima informasi bahwa orang tua siswa tersebut terpapar virus korona dan menjalani perawatan di rumah sakit. Sehingga, sejak Kamis (3/2) kedua siswa itu diminta mengikuti pembelajaran daring (dalam jaringan). ‘’Ketika dua siswa itu dinyatakan positif, kami melaporkan ke dindik (dinas pendidikan),’’ ujarnya.

Dindik lantas terjun ke lokasi dan berkoordinasi dengan dinas kesehatan, pengendalian penduduk, dan keluarga berencana (dinkes-PPKB). Selanjutnya, pada Minggu (6/2) dilakukan RT antigen pada 61 kontak erat. Sebanyak 51 orang dinyatakan negatif. Sedangkan sisanya reaktif atau samar. ‘’Untuk yang reaktif atau samar, kami berinisiatif melakukan tes ulang di RS Santa Clara, hasilnya negatif,’’ ungkap Monica.

Baca Juga :  Dalam Dua Hari, Kabupaten Madiun Catatkan 99 Kasus Covid-19 Baru

Kendati begitu, pihaknya tetap mengikuti prosedur dari dindik dan dinkes-PPKB. Yakni, sepuluh orang itu tetap isolasi mandiri sembari menunggu hasil PCR keluar. ‘’Sekolah sementara kami lockdown,’’ lanjutnya.

Senin sore (7/2), hasil PCR sepuluh orang yang terdiri dari guru, juga pegawai yayasan dan biara, itu dinyatakan negatif. Namun, SMPK Santo Bernardus masih tetap dikunci sementara (dikuntara). Mengikuti arahan dindik untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) hingga sepekan. ‘’Tidak ada aktivitas di sekolah, murni daring,’’ tuturnya.

Kepala Dindik Kota Madiun Lismawati menegaskan, SMPK Santo Bernardus diminta melaksanakan PJJ untuk sementara waktu. Menunggu pemantauan perkembangan dari dinkes-PPKB bersamaan pihaknya mengevaluasi pelaksanaan PTM terbatas.

Selain SMP swasta di Jalan Ahmad Yani itu, Lismawati meminta seluruh satuan pendidikan meningkatkan kewaspadaan. Munculnya klaster sekolah menjadi atensi semua pihak. Karena itu, semua sekolah wajib mematuhi protokol kesehatan (prokes). Pun, membatasi mobilitas warga sekolah. ‘’Terus kami tekankan terkait prokes ketatnya,’’ tegas Lismawati. (ggi/c1/sat/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – SMPK Santo Bernardus dapat bernapas lega setelah sempat waswas menyusul temuan dua siswa positif Covid-19 Jumat (4/2) lalu. Sebab, hasil tes polymerase chain reaction (PCR) menyatakan bahwa sepuluh orang kontak erat negatif. Sebelumnya, hasil rapid test (RT) antigen mereka reaktif atau samar. ‘’Senin (7/2), mereka dinyatakan negatif,’’ kata Kepala SMPK Santo Bernardus Monica Heni Kristina, Rabu (9/2).

Monica menjelaskan, kasus di sekolahnya bermula dari temuan dua siswa kakak-beradik kelas XI dan VII terkonfirmasi positif. Sehari sebelumnya, sekolah sudah menerima informasi bahwa orang tua siswa tersebut terpapar virus korona dan menjalani perawatan di rumah sakit. Sehingga, sejak Kamis (3/2) kedua siswa itu diminta mengikuti pembelajaran daring (dalam jaringan). ‘’Ketika dua siswa itu dinyatakan positif, kami melaporkan ke dindik (dinas pendidikan),’’ ujarnya.

Dindik lantas terjun ke lokasi dan berkoordinasi dengan dinas kesehatan, pengendalian penduduk, dan keluarga berencana (dinkes-PPKB). Selanjutnya, pada Minggu (6/2) dilakukan RT antigen pada 61 kontak erat. Sebanyak 51 orang dinyatakan negatif. Sedangkan sisanya reaktif atau samar. ‘’Untuk yang reaktif atau samar, kami berinisiatif melakukan tes ulang di RS Santa Clara, hasilnya negatif,’’ ungkap Monica.

Baca Juga :  Suntikan Motivasi dari Teriakan Pelajar

Kendati begitu, pihaknya tetap mengikuti prosedur dari dindik dan dinkes-PPKB. Yakni, sepuluh orang itu tetap isolasi mandiri sembari menunggu hasil PCR keluar. ‘’Sekolah sementara kami lockdown,’’ lanjutnya.

Senin sore (7/2), hasil PCR sepuluh orang yang terdiri dari guru, juga pegawai yayasan dan biara, itu dinyatakan negatif. Namun, SMPK Santo Bernardus masih tetap dikunci sementara (dikuntara). Mengikuti arahan dindik untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) hingga sepekan. ‘’Tidak ada aktivitas di sekolah, murni daring,’’ tuturnya.

Kepala Dindik Kota Madiun Lismawati menegaskan, SMPK Santo Bernardus diminta melaksanakan PJJ untuk sementara waktu. Menunggu pemantauan perkembangan dari dinkes-PPKB bersamaan pihaknya mengevaluasi pelaksanaan PTM terbatas.

Selain SMP swasta di Jalan Ahmad Yani itu, Lismawati meminta seluruh satuan pendidikan meningkatkan kewaspadaan. Munculnya klaster sekolah menjadi atensi semua pihak. Karena itu, semua sekolah wajib mematuhi protokol kesehatan (prokes). Pun, membatasi mobilitas warga sekolah. ‘’Terus kami tekankan terkait prokes ketatnya,’’ tegas Lismawati. (ggi/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/