alexametrics
24.2 C
Madiun
Friday, May 20, 2022

Pemkot Madiun Batasi Sejumlah Kegiatan Masyarakat

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Upaya mati-matian Pemkot Madiun mempertahankan status pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 1 kandas. Berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 9/2022, Kota Madiun kembali ke level 2. Gegaranya, kenaikan angka positif aktif Covid-19 belakangan ini. ‘’Kami ikuti (inmendagri, Red) itu, kebijakan selanjutnya akan disesuaikan dengan PPKM level 2,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi.

Untuk menindaklanjuti, Maidi sudah menyusun perwal (peraturan wali kota). Selain menyesuaikan poin-poin inmendagri, juga ada aturan tambahan untuk beberapa kegiatan masyarakat. Artinya, mengikuti perkembangan kasus dan mobilitas warga kota. ‘’Ada beberapa pembatasan nanti,’’ ujarnya.

Tak terkecuali ihwal pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Munculnya klaster sekolah membuat Maidi waswas melanjutkan pembelajaran luring (luar jaringan) alias offline itu. Sementara, pembatasan 50 persen kapasitas terus berlanjut. Saat level 1, pemkot menerapkan PTM PPKM level 2. ‘’Tapi, kalau perkembangan kasus terus naik, kami anggap ada di level 3,’’ tuturnya.

Baca Juga :  ”Wisata Religi-Manasik Haji” di Sumber Umis

Maidi mengungkapkan, kenaikan kasus memang karena klaster sekolah. Karena itu, dia tak ingin kecolongan lagi. Sebelumnya, saat ada temuan kasus positif, baik hasil tes antigen maupun polymerase chain reaction (PCR) di sekolah, PTM terbatas dihentikan khusus di kelas dengan riwayat kontak erat. Ke depan, jika ditemukan satu kasus, sekolah ditutup total. ‘’Murid-murid belajar di rumah dulu,’’ terangnya.

Jika klaster sekolah terus bermunculan, Maidi bakal menerapkan PTM terbatas 25 persen kapasitas layaknya PPKM level 3. Alasannya, demi menjaga kesehatan warga sekolah, khususnya peserta didik. ‘’Keselamatan harus kami prioritaskan,’’ tegasnya. (ggi/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Upaya mati-matian Pemkot Madiun mempertahankan status pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 1 kandas. Berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 9/2022, Kota Madiun kembali ke level 2. Gegaranya, kenaikan angka positif aktif Covid-19 belakangan ini. ‘’Kami ikuti (inmendagri, Red) itu, kebijakan selanjutnya akan disesuaikan dengan PPKM level 2,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi.

Untuk menindaklanjuti, Maidi sudah menyusun perwal (peraturan wali kota). Selain menyesuaikan poin-poin inmendagri, juga ada aturan tambahan untuk beberapa kegiatan masyarakat. Artinya, mengikuti perkembangan kasus dan mobilitas warga kota. ‘’Ada beberapa pembatasan nanti,’’ ujarnya.

Tak terkecuali ihwal pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Munculnya klaster sekolah membuat Maidi waswas melanjutkan pembelajaran luring (luar jaringan) alias offline itu. Sementara, pembatasan 50 persen kapasitas terus berlanjut. Saat level 1, pemkot menerapkan PTM PPKM level 2. ‘’Tapi, kalau perkembangan kasus terus naik, kami anggap ada di level 3,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Gandrung Dunia Sastra, Hendy Pratama Rintis Komunitas Langit Malam

Maidi mengungkapkan, kenaikan kasus memang karena klaster sekolah. Karena itu, dia tak ingin kecolongan lagi. Sebelumnya, saat ada temuan kasus positif, baik hasil tes antigen maupun polymerase chain reaction (PCR) di sekolah, PTM terbatas dihentikan khusus di kelas dengan riwayat kontak erat. Ke depan, jika ditemukan satu kasus, sekolah ditutup total. ‘’Murid-murid belajar di rumah dulu,’’ terangnya.

Jika klaster sekolah terus bermunculan, Maidi bakal menerapkan PTM terbatas 25 persen kapasitas layaknya PPKM level 3. Alasannya, demi menjaga kesehatan warga sekolah, khususnya peserta didik. ‘’Keselamatan harus kami prioritaskan,’’ tegasnya. (ggi/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/