alexametrics
24 C
Madiun
Wednesday, May 18, 2022

Calon Jemaah Haji Belum Pasti Berangkat meski Pembatasan Dicabut

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Ini angin segar bagi para calon jemaah haji (CJH). Pemerintah Arab Saudi telah mencabut berbagai pembatasan terkait aktivitas ibadah di negara setempat. Mulai aturan bermasker di tempat terbuka, jaga jarak, hingga kewajiban karantina. ‘’Tapi, Kemenag belum memberikan keputusan resmi,’’ kata Kasi Pelaksanaan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Kota Madiun Koirul Kamami, Rabu (9/3).

Meski begitu, Koirul menyebutkan bahwa kepastian pemberangkatan haji masih harus melalui proses panjang. Salah satunya pertemuan seluruh perwakilan negara untuk membahas kuota calon jemaah masing-masing. ‘’Biasanya disesuaikan dengan populasi penduduk muslim. Ada beberapa negara yang biasanya tidak memenuhi target kuota. Korea Selatan, misalnya,’’ ungkapnya.

Koirul menjelaskan, setelah kuota ditetapkan, proses selanjutnya adalah menyiapkan CJH yang bakal diberangkatkan. Kemudian, pemerintah menentukan biaya haji yang telah dipertimbangkan dengan nilai tukar dolar. ‘’Lalu, diajukan ke DPR dan ditetapkan oleh presiden,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Terima Gaji Satu Bulan Penuh, PPPK Guru Langsung Mengajar Pasca-Lebaran

Dia menyebutkan bahwa perang Rusia-Ukraina berdampak pada nilai tukar dolar. Pun, ada isu kenaikan biaya haji. Namun, tentunya ada kebijakan baru lantaran pemerintah Arab Saudi tidak lagi memberlakukan pembatasan. ‘’Kalau kondisi masih stabil tidak ada biaya karantina,’’ tutur Koirul.

Dia menambahkan, meski pemerintah Arab Saudi sudah membuka pintu untuk haji, belum tentu pemerintah Indonesia mengizinkan pemberangkatan CJH. Sebab, kondisi pandemi di setiap negara juga menjadi pertimbangan. ‘’Semoga tahun ini berangkat,’’ pungkasnya. (mg7/c1/isd/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Ini angin segar bagi para calon jemaah haji (CJH). Pemerintah Arab Saudi telah mencabut berbagai pembatasan terkait aktivitas ibadah di negara setempat. Mulai aturan bermasker di tempat terbuka, jaga jarak, hingga kewajiban karantina. ‘’Tapi, Kemenag belum memberikan keputusan resmi,’’ kata Kasi Pelaksanaan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Kota Madiun Koirul Kamami, Rabu (9/3).

Meski begitu, Koirul menyebutkan bahwa kepastian pemberangkatan haji masih harus melalui proses panjang. Salah satunya pertemuan seluruh perwakilan negara untuk membahas kuota calon jemaah masing-masing. ‘’Biasanya disesuaikan dengan populasi penduduk muslim. Ada beberapa negara yang biasanya tidak memenuhi target kuota. Korea Selatan, misalnya,’’ ungkapnya.

Koirul menjelaskan, setelah kuota ditetapkan, proses selanjutnya adalah menyiapkan CJH yang bakal diberangkatkan. Kemudian, pemerintah menentukan biaya haji yang telah dipertimbangkan dengan nilai tukar dolar. ‘’Lalu, diajukan ke DPR dan ditetapkan oleh presiden,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Manajemen Tak Persoalkan Suporter Kelola Blue Force

Dia menyebutkan bahwa perang Rusia-Ukraina berdampak pada nilai tukar dolar. Pun, ada isu kenaikan biaya haji. Namun, tentunya ada kebijakan baru lantaran pemerintah Arab Saudi tidak lagi memberlakukan pembatasan. ‘’Kalau kondisi masih stabil tidak ada biaya karantina,’’ tutur Koirul.

Dia menambahkan, meski pemerintah Arab Saudi sudah membuka pintu untuk haji, belum tentu pemerintah Indonesia mengizinkan pemberangkatan CJH. Sebab, kondisi pandemi di setiap negara juga menjadi pertimbangan. ‘’Semoga tahun ini berangkat,’’ pungkasnya. (mg7/c1/isd/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/