alexametrics
24.8 C
Madiun
Saturday, May 21, 2022

Pengelola Pasar Tanah Abang Sepakat Kerja Distribusi Konveksi ke PBM

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Rencana mengoneksikan Pasar Besar Madiun (PBM) dengan Pasar Tanah Abang (PTA), Jakarta Pusat, kian mengerucut. Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Jaya selaku pengelola PTA memberikan lampu hijau ihwal kerja sama distribusi barang konveksi ke PBM. ‘’Kami dan dua perwakilan pedagang sudah ke PTA beberapa hari lalu,’’ kata Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Madiun Ansar Rasidi, Rabu (9/3).

Pada pertemuan itu, lanjut Ansar, Perumda Pasar Jaya juga sengaja mengundang pihak pemasok barang konveksi di PTA. Hasilnya, mereka sanggup memfasilitasi konektivitas pedagang lantai II PBM untuk mendapatkan pasokan dari supplier pusat grosir tekstil terbesar di Asia Tenggara itu. ‘’Komitmen kerja sama segera direalisasikan dalam waktu dekat,’’ ujarnya. ‘’Intinya usaha kami mengoneksikan PBM dengan PTA sudah gol. Sudah kami laporkan Pak Wali juga,’’ imbuhnya.

Pertengahan bulan ini, disdag bersama sekitar 30 pedagang PBM bakal berangkat ke Jakarta untuk studi banding. Wali Kota Madiun Maidi tak ketinggalan ikut dalam rombongan itu demi segera tercapainya konektivitas tersebut. Setelah itu, kata Ansar, ditargetkan satu bulan ke depan pasokan barang konveksi dari supplier PTA ke PBM mulai jalan. ‘’Insya Allah harga jauh lebih murah ketimbang beli di sales,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Nihil Temuan Semburan Air di Sendang Kuncen

Menurut Ansar, upaya yang dilakukan pemkot semata-mata untuk menggairahkan transaksi di lantai II PBM yang selama beberapa tahun terakhir cenderung sepi. ‘’Barang dari PTA tidak diragukan lagi. Selain murah, kualitasnya juga bagus,’’ ungkap Ansar.

Di sisi lain, pihaknya bakal mendata dan menertibkan lapak maupun kios nonaktif. Sebab, hal itu juga dinilai faktor penyebab sepinya transaksi di lantai II PBM. Sesuai aturan, jika tidak difungsikan bakal dicabut hak sewanya. Kemudian, diberikan ke calon pedagang asal Kota Madiun yang berminat. ‘’Lebih dari lima sampai 13 tahun tidak digunakan kami cabut,’’ tegasnya.

Ansar juga mewanti-wanti para pedagang tidak memperjualbelikan lapak atau kios. Jika ada yang kedapatan melakukan praktik itu, penjual maupun pembelinya bakal mendapat sanksi pencabutan kepemilikan hak sewa. ‘’Kalau memang berminat berdagang di PBM, silakan daftar ke kami. Langsung ke pemerintah, jangan ke oknum,’’ pintanya. (ggi/c1/isd/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Rencana mengoneksikan Pasar Besar Madiun (PBM) dengan Pasar Tanah Abang (PTA), Jakarta Pusat, kian mengerucut. Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Jaya selaku pengelola PTA memberikan lampu hijau ihwal kerja sama distribusi barang konveksi ke PBM. ‘’Kami dan dua perwakilan pedagang sudah ke PTA beberapa hari lalu,’’ kata Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Madiun Ansar Rasidi, Rabu (9/3).

Pada pertemuan itu, lanjut Ansar, Perumda Pasar Jaya juga sengaja mengundang pihak pemasok barang konveksi di PTA. Hasilnya, mereka sanggup memfasilitasi konektivitas pedagang lantai II PBM untuk mendapatkan pasokan dari supplier pusat grosir tekstil terbesar di Asia Tenggara itu. ‘’Komitmen kerja sama segera direalisasikan dalam waktu dekat,’’ ujarnya. ‘’Intinya usaha kami mengoneksikan PBM dengan PTA sudah gol. Sudah kami laporkan Pak Wali juga,’’ imbuhnya.

Pertengahan bulan ini, disdag bersama sekitar 30 pedagang PBM bakal berangkat ke Jakarta untuk studi banding. Wali Kota Madiun Maidi tak ketinggalan ikut dalam rombongan itu demi segera tercapainya konektivitas tersebut. Setelah itu, kata Ansar, ditargetkan satu bulan ke depan pasokan barang konveksi dari supplier PTA ke PBM mulai jalan. ‘’Insya Allah harga jauh lebih murah ketimbang beli di sales,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Puasa dan Korona Jilid Tiga

Menurut Ansar, upaya yang dilakukan pemkot semata-mata untuk menggairahkan transaksi di lantai II PBM yang selama beberapa tahun terakhir cenderung sepi. ‘’Barang dari PTA tidak diragukan lagi. Selain murah, kualitasnya juga bagus,’’ ungkap Ansar.

Di sisi lain, pihaknya bakal mendata dan menertibkan lapak maupun kios nonaktif. Sebab, hal itu juga dinilai faktor penyebab sepinya transaksi di lantai II PBM. Sesuai aturan, jika tidak difungsikan bakal dicabut hak sewanya. Kemudian, diberikan ke calon pedagang asal Kota Madiun yang berminat. ‘’Lebih dari lima sampai 13 tahun tidak digunakan kami cabut,’’ tegasnya.

Ansar juga mewanti-wanti para pedagang tidak memperjualbelikan lapak atau kios. Jika ada yang kedapatan melakukan praktik itu, penjual maupun pembelinya bakal mendapat sanksi pencabutan kepemilikan hak sewa. ‘’Kalau memang berminat berdagang di PBM, silakan daftar ke kami. Langsung ke pemerintah, jangan ke oknum,’’ pintanya. (ggi/c1/isd/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/