alexametrics
23.8 C
Madiun
Friday, May 20, 2022

PPKM Level 4, Polres Madiun Kota Tak Batasi Ketat Aktivitas Warga

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Kota Madiun belum beranjak dari level 4. Itu sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) 15/2022. Kota ini menjadi satu-satunya daerah di Jawa Timur yang berstatus level tertinggi.  Pun sudah disandang tiga pekan.

Kapolres Madiun Kota AKBP Suryono menilai, sejatinya  kasus Covid-19 di Kota Madiun tidak begitu parah. Sebab, evaluasi PPKM berdasarkan bed occupancy ratio (BOR) atau keterisian tempat tidur (TT). Total pasien yang dirawat di rumah sakit (RS) rujukan 82 orang. Namun, hanya 29 warga Kota Madiun yang mengisi TT. ‘’Soalnya rumah sakit rujukan di sini paling bagus se-Madiun Raya,’’ katanya, Rabu (9/3).

Per kemarin terdapat 93 pasien Covid-19. Meskipun begitu, 73 pasien dinyatakan sembuh. Atau ada penambahan kasus positif aktif 21 pasien. Saat ini total kasus aktif 387 pasien, 82 di antaranya dirawat di RS rujukan dan sisanya isolasi mandiri (isoman). Data kasus aktif juga dimungkinkan kiriman warga Kota Madiun di luar daerah. Namun, pendataan memakai identitas asli.

Suryono menambahkan, pendataan pasien Covid-19 juga berdasarkan lokasi perawatan. Padahal, persebaran di Kota Madiun sangat kecil. Selain itu, mayoritas pasien bergejala ringan dan tidak perlu dirawat di RS rujukan. ‘’Mereka yang isoman juga rutin dicek bhabinkamtibmas dan puskesmas setempat,’’ terangnya.

Baca Juga :  KAI Mulai Susun Rencana Relokasi Rel Serong

Karena itu, forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) setempat mendukung keputusan Pemkot Madiun. Yakni, tidak memberlakukan pengetatan aktivitas dan mobilitas masyarakat. Sebab, status PPKM level 4 berdampak besar pada sektor  perekonomian. Bahkan, pertumbuhan ekonomi sempat merosot sampai 4,3 persen. ‘’Sekarang sudah merangkak naik karena tidak terlalu diperketat,’’ ujarnya.

Suryono mengungkapkan, pusat mewajibkan setiap daerah menaati regulasi level PPKM. Seperti jam operasional warung dan pembatasan pengunjung. Pembatasan juga berlaku pada jam operasional mal atau supermarket. ‘’Kalau tetap ada pengetatan malam, perputaran ekonomi berhenti,’’ ungkapnya.

Suryono sangat mendukung pengetatan protokol kesehatan (prokes). Setiap hari pihaknya menggelar operasi yustisi bersama tim gabungan satpol PP, TNI, dan BPBD. Menurut dia, selama dua pekan berjalan tingkat kepatuhan masyarakat pada prokes masih bagus. ‘’Prokes sudah menjadi kebiasaan sehari-hari,’’ tuturnya.

Pun, hukuman pada pelanggar sebatas sanksi sosial. Sekadar memberikan efek jera dan malu. Seperti membersihkan lingkungan sekitar. ‘’Paling penting itu mematuhi prokes,’’ tegasnya sembari menyebut bahwa pada setiap operasi anggota tim juga membagikan masker gratis. (mg7/c1/sat/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Kota Madiun belum beranjak dari level 4. Itu sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) 15/2022. Kota ini menjadi satu-satunya daerah di Jawa Timur yang berstatus level tertinggi.  Pun sudah disandang tiga pekan.

Kapolres Madiun Kota AKBP Suryono menilai, sejatinya  kasus Covid-19 di Kota Madiun tidak begitu parah. Sebab, evaluasi PPKM berdasarkan bed occupancy ratio (BOR) atau keterisian tempat tidur (TT). Total pasien yang dirawat di rumah sakit (RS) rujukan 82 orang. Namun, hanya 29 warga Kota Madiun yang mengisi TT. ‘’Soalnya rumah sakit rujukan di sini paling bagus se-Madiun Raya,’’ katanya, Rabu (9/3).

Per kemarin terdapat 93 pasien Covid-19. Meskipun begitu, 73 pasien dinyatakan sembuh. Atau ada penambahan kasus positif aktif 21 pasien. Saat ini total kasus aktif 387 pasien, 82 di antaranya dirawat di RS rujukan dan sisanya isolasi mandiri (isoman). Data kasus aktif juga dimungkinkan kiriman warga Kota Madiun di luar daerah. Namun, pendataan memakai identitas asli.

Suryono menambahkan, pendataan pasien Covid-19 juga berdasarkan lokasi perawatan. Padahal, persebaran di Kota Madiun sangat kecil. Selain itu, mayoritas pasien bergejala ringan dan tidak perlu dirawat di RS rujukan. ‘’Mereka yang isoman juga rutin dicek bhabinkamtibmas dan puskesmas setempat,’’ terangnya.

Baca Juga :  Tambah Dua Sembuh Dua

Karena itu, forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) setempat mendukung keputusan Pemkot Madiun. Yakni, tidak memberlakukan pengetatan aktivitas dan mobilitas masyarakat. Sebab, status PPKM level 4 berdampak besar pada sektor  perekonomian. Bahkan, pertumbuhan ekonomi sempat merosot sampai 4,3 persen. ‘’Sekarang sudah merangkak naik karena tidak terlalu diperketat,’’ ujarnya.

Suryono mengungkapkan, pusat mewajibkan setiap daerah menaati regulasi level PPKM. Seperti jam operasional warung dan pembatasan pengunjung. Pembatasan juga berlaku pada jam operasional mal atau supermarket. ‘’Kalau tetap ada pengetatan malam, perputaran ekonomi berhenti,’’ ungkapnya.

Suryono sangat mendukung pengetatan protokol kesehatan (prokes). Setiap hari pihaknya menggelar operasi yustisi bersama tim gabungan satpol PP, TNI, dan BPBD. Menurut dia, selama dua pekan berjalan tingkat kepatuhan masyarakat pada prokes masih bagus. ‘’Prokes sudah menjadi kebiasaan sehari-hari,’’ tuturnya.

Pun, hukuman pada pelanggar sebatas sanksi sosial. Sekadar memberikan efek jera dan malu. Seperti membersihkan lingkungan sekitar. ‘’Paling penting itu mematuhi prokes,’’ tegasnya sembari menyebut bahwa pada setiap operasi anggota tim juga membagikan masker gratis. (mg7/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/