alexametrics
29.7 C
Madiun
Friday, May 13, 2022

Wali Kota Madiun Berniat Pekerjakan Kembali Eks Jukir Pasar Sleko

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Polemik nasib mantan juru parkir (jukir) yang terdampak portal parkir Pasar Sleko mendapat perhatian dari Wali Kota Madiun Maidi. Namun, dia bakal melihat lebih dulu posisi mereka saat ini. ‘’Kondisi seperti ini tetap harus ada perhatian,’’ katanya, Sabtu (9/4).

Sejak diterapkan one gate system (OGS) di Pasar Sleko, total ada 22 jukir yang terdata di dinas perdagangan (disdag) setempat. Pun, diklaim hanya tersisa enam orang yang masih menganggur. Maidi pun mewacanakan mengatur jukir dengan sistem sif. Seminggu enam orang, seminggu berikutnya enam orang lainnya.

Namun, wacana itu masih dalam pengkajian guna mengambil kebijakan yang tepat. Sebab, dia tidak ingin asal membuat kebijakan. Harus memakai dasar aturan dan pedoman yang ada. ‘’Malah lebih bagus lagi kalau ada uji coba dahulu,’’ ujarnya.

Maidi berjanji bakal menyiapkan tempat yang layak untuk mereka. Namun, sebelumnya perlu didiskusikan bersama antara jukir dan disdag. ‘’Kita harus tahu potensi yang sebenarnya dulu, setelah itu baru dijalankan,’’ ungkapnya.

Maidi menambahkan, saat ini pihaknya sedang mendidik para jukir ke arah yang lebih baik. Sebab, dia tidak ingin memberi pekerjaan yang tidak sesuai aturan. Pun, mengerem sesuatu yang tidak halal itu terjadi. Menurut dia, jika ada potensi yang halal akan lebih sempurna bagi jukir.

Baca Juga :  Pembebasan Lahan Ring Road Timur Wewenang BPN

Dia mengklaim bahwa 22 jukir itu sudah diatur disdag. Pun, ada data lengkap nama dan alamat. Maka, jika ada yang namanya tidak tercatat atau ada tambahan, Maidi siap diwaduli. Namun, mereka harus membuktikan bahwa identitasnya sebagai mantan jukir jelas. ‘’Harus riil,’’ tegasnya.

Wakil Ketua DPRD Kota Madiun Armaya mengatakan, hasil audiensi dengan para mantan jukir pekan lalu sedang diproses. Dia optimistis tersolusikan lantaran banyak potensi yang ditawarkan eksekutif. ‘’Kami cari opsi yang terbaik,’’ ujarnya.

Yayak, sapaan Armaya, menangkap hal positif jika nanti pengelolaan parkir Pasar Sleko bakal diserahkan pihak ketiga. Legislatif bakal membantu mengomunikasikan dengan pihak pemenang lelang agar mereka bisa dipekerjakan. Dia berharap rencana pengalihan ke pihak ketiga itu dapat terealisasi dan mantan jukir tidak lagi menganggur. ‘’Pasti ada win-win solution,’’ yakinnya. (mg7/c1/sat/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Polemik nasib mantan juru parkir (jukir) yang terdampak portal parkir Pasar Sleko mendapat perhatian dari Wali Kota Madiun Maidi. Namun, dia bakal melihat lebih dulu posisi mereka saat ini. ‘’Kondisi seperti ini tetap harus ada perhatian,’’ katanya, Sabtu (9/4).

Sejak diterapkan one gate system (OGS) di Pasar Sleko, total ada 22 jukir yang terdata di dinas perdagangan (disdag) setempat. Pun, diklaim hanya tersisa enam orang yang masih menganggur. Maidi pun mewacanakan mengatur jukir dengan sistem sif. Seminggu enam orang, seminggu berikutnya enam orang lainnya.

Namun, wacana itu masih dalam pengkajian guna mengambil kebijakan yang tepat. Sebab, dia tidak ingin asal membuat kebijakan. Harus memakai dasar aturan dan pedoman yang ada. ‘’Malah lebih bagus lagi kalau ada uji coba dahulu,’’ ujarnya.

Maidi berjanji bakal menyiapkan tempat yang layak untuk mereka. Namun, sebelumnya perlu didiskusikan bersama antara jukir dan disdag. ‘’Kita harus tahu potensi yang sebenarnya dulu, setelah itu baru dijalankan,’’ ungkapnya.

Maidi menambahkan, saat ini pihaknya sedang mendidik para jukir ke arah yang lebih baik. Sebab, dia tidak ingin memberi pekerjaan yang tidak sesuai aturan. Pun, mengerem sesuatu yang tidak halal itu terjadi. Menurut dia, jika ada potensi yang halal akan lebih sempurna bagi jukir.

Baca Juga :  Pemkot Madiun Gelontor Migor hingga Kompleks Perumahan

Dia mengklaim bahwa 22 jukir itu sudah diatur disdag. Pun, ada data lengkap nama dan alamat. Maka, jika ada yang namanya tidak tercatat atau ada tambahan, Maidi siap diwaduli. Namun, mereka harus membuktikan bahwa identitasnya sebagai mantan jukir jelas. ‘’Harus riil,’’ tegasnya.

Wakil Ketua DPRD Kota Madiun Armaya mengatakan, hasil audiensi dengan para mantan jukir pekan lalu sedang diproses. Dia optimistis tersolusikan lantaran banyak potensi yang ditawarkan eksekutif. ‘’Kami cari opsi yang terbaik,’’ ujarnya.

Yayak, sapaan Armaya, menangkap hal positif jika nanti pengelolaan parkir Pasar Sleko bakal diserahkan pihak ketiga. Legislatif bakal membantu mengomunikasikan dengan pihak pemenang lelang agar mereka bisa dipekerjakan. Dia berharap rencana pengalihan ke pihak ketiga itu dapat terealisasi dan mantan jukir tidak lagi menganggur. ‘’Pasti ada win-win solution,’’ yakinnya. (mg7/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/