alexametrics
27.8 C
Madiun
Monday, May 23, 2022

Kerahkan Mobil Pemadam Bubarkan Kerumunan

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kasus pertama pasien pada Rabu (6/5) membuat Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTPP) Covid-19 Kota Madiun lebih meningkatkan kewaspadaan. Sampai kini kelonggaran aturan berjualan masih kerap disalahgunakan.

Hingga Kamis malam (7/5) masih banyak warga yang menikmati sajian kuliner di tempat. Tidak dibungkus (take away) sebagaimana kelonggaran yang telah diberikan agar roda ekonomi tetap berjalan.

Tak menoleransi itu, TGTPP Covid-19 Kota Madiun melakukan pembubaran paksa. Tim yang terbagi dalam tiga regu langsung disebar ke setiap kecamatan. Mobil pemadam kebakaran pun dikerahkan untuk menyemprotkan air di titik-titik kerumunan. ‘’Kami peringatkan, batas waktu berjualan sampai pukul 21.00,’’ tegas Kepala Satpol PP Kota Madiun Sunardi Nurcahyono.

Baca Juga :  Wereng Tidak Mempan Disemprot Pestisida

Petugas masih mendapati warung yang masih menyediakan tempat duduk untuk nongkrong di Jalan Abdurahman Saleh dan Bunderan Serayu, Taman. Petugas juga mendapati anak-anak muda pacaran di Lapangan Demangan dan Gulun. Beberapa dari mereka dihukum push up. ‘’Beberapa dari mereka tidak mengenakan masker,’’ ungkapnya.

Wali Kota Madiun Maidi menegaskan, razia dengan menyertakan mobil pemadan kebakaran ini akan digiatkan selama tiga hari ke depan. Pengetatan dilakukan agar masyarakat semakin sadar bahaya penyebaran virus korona. Apalagi, status kota ini tak lagi zero Covid-19. Razia dilakukan seiring adanya satu pasien positif dan semakin banyaknya pemudik masuk kota. ‘’Imbauan jaga jarak dan senantiasa mengenakan masker harus diindahkan jika tak ingin kami semprot,’’ tegasnya. (mg3/c1/fin)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kasus pertama pasien pada Rabu (6/5) membuat Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTPP) Covid-19 Kota Madiun lebih meningkatkan kewaspadaan. Sampai kini kelonggaran aturan berjualan masih kerap disalahgunakan.

Hingga Kamis malam (7/5) masih banyak warga yang menikmati sajian kuliner di tempat. Tidak dibungkus (take away) sebagaimana kelonggaran yang telah diberikan agar roda ekonomi tetap berjalan.

Tak menoleransi itu, TGTPP Covid-19 Kota Madiun melakukan pembubaran paksa. Tim yang terbagi dalam tiga regu langsung disebar ke setiap kecamatan. Mobil pemadam kebakaran pun dikerahkan untuk menyemprotkan air di titik-titik kerumunan. ‘’Kami peringatkan, batas waktu berjualan sampai pukul 21.00,’’ tegas Kepala Satpol PP Kota Madiun Sunardi Nurcahyono.

Baca Juga :  Ribuan Siswa SMP Kota Madiun Divaksin Dosis Kedua

Petugas masih mendapati warung yang masih menyediakan tempat duduk untuk nongkrong di Jalan Abdurahman Saleh dan Bunderan Serayu, Taman. Petugas juga mendapati anak-anak muda pacaran di Lapangan Demangan dan Gulun. Beberapa dari mereka dihukum push up. ‘’Beberapa dari mereka tidak mengenakan masker,’’ ungkapnya.

Wali Kota Madiun Maidi menegaskan, razia dengan menyertakan mobil pemadan kebakaran ini akan digiatkan selama tiga hari ke depan. Pengetatan dilakukan agar masyarakat semakin sadar bahaya penyebaran virus korona. Apalagi, status kota ini tak lagi zero Covid-19. Razia dilakukan seiring adanya satu pasien positif dan semakin banyaknya pemudik masuk kota. ‘’Imbauan jaga jarak dan senantiasa mengenakan masker harus diindahkan jika tak ingin kami semprot,’’ tegasnya. (mg3/c1/fin)

Most Read

Artikel Terbaru

/