alexametrics
31 C
Madiun
Wednesday, May 25, 2022

Gubernur Jatim Pantau Tempat Karantina Pekerja Migran di Madiun

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Penanganan pekerja migran asal Kabupaten Madiun sepulang dari negara perantauan dicek Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Bersama dengan Pangdam V Brawijaya dan Kapolda Jatim, Khofifah mengunjungi lokasi karantina pekerja migran Indonesia di Sanggar Pramuka, Jiwan. ‘’Penanganan pekerja migran yang habis kontrak cukup ketat,’’ kata Khofifah, Sabtu (8/5).

Dia menjelaskan setiba di Bandara Juanda langsung dijemput untuk dilakukan isolasi sekitar tiga hari dan dilakukan swab. Setelah hasilnya negatif, maka akan dilakukan penjemputan petugas dari daerah asal tetapi tidak langsung diantarkan ke rumah. Mereka kembali harus diisolasi di tempat karantina yang sudah disediakan. ‘’Swab PCR ya, bukan swab antigen,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Kasus Aktif Masih Tinggi, Kabupaten Madiun Terapkan PPKM Jilid II

Khofifah menjelaskan penanganan pekerja migran memang sedikit berbeda. Hal itu untuk meminimalkan penyebaran COVID-19 varian baru yang sudah muncul di beberapa negara. Sesuai data, terdapat sebanyak 140 orang pekerja migran asal Kabupaten Madiun yang dijadwalkan pulang kampung karena kontrak kerjanya habis. Dari jumlah tersebut, sebanyak 70 orang di antaranya telah pulang ke Madiun. (her)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Penanganan pekerja migran asal Kabupaten Madiun sepulang dari negara perantauan dicek Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Bersama dengan Pangdam V Brawijaya dan Kapolda Jatim, Khofifah mengunjungi lokasi karantina pekerja migran Indonesia di Sanggar Pramuka, Jiwan. ‘’Penanganan pekerja migran yang habis kontrak cukup ketat,’’ kata Khofifah, Sabtu (8/5).

Dia menjelaskan setiba di Bandara Juanda langsung dijemput untuk dilakukan isolasi sekitar tiga hari dan dilakukan swab. Setelah hasilnya negatif, maka akan dilakukan penjemputan petugas dari daerah asal tetapi tidak langsung diantarkan ke rumah. Mereka kembali harus diisolasi di tempat karantina yang sudah disediakan. ‘’Swab PCR ya, bukan swab antigen,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Dongkrak Ekonomi, Pemkot Madiun Rencana Gelar Event di Setiap Kelurahan

Khofifah menjelaskan penanganan pekerja migran memang sedikit berbeda. Hal itu untuk meminimalkan penyebaran COVID-19 varian baru yang sudah muncul di beberapa negara. Sesuai data, terdapat sebanyak 140 orang pekerja migran asal Kabupaten Madiun yang dijadwalkan pulang kampung karena kontrak kerjanya habis. Dari jumlah tersebut, sebanyak 70 orang di antaranya telah pulang ke Madiun. (her)

Most Read

Artikel Terbaru

/