alexametrics
24.2 C
Madiun
Friday, May 20, 2022

Dewan: Langgar Perwali, Wiro Sableng Harus Disanksi Tegas

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Kasus dugaan pelanggaran jadwal operasional tempat hiburan malam (THM) Wiro Sableng, Demangan, Taman, bikin telinga wakil rakyat panas. Dewan mendesak pemkot tegas menindaklanjuti persoalan tersebut. Apalagi, regulasinya sudah jelas tertuang dalam peraturan wali kota (perwal). ‘’Wajib ditindaklanjuti. Jika tidak, akan menambah pihak yang berani melanggar aturan,’’ kata Ketua Komisi I DPRD Kota Madiun Hari Santoso, Senin (9/5).

Hari meminta pemkot tidak menutup mata. Sebab, menurut dia, kasus tersebut tidak dapat dianggap sepele. Apalagi menyangkut hilangnya nyawa seorang pengunjung sehingga menjadi sorotan publik. ‘’Perwalnya sudah jelas. Aparat penegak hukum harus segera menindaklanjuti. Ini masalah hukum,’’ ujarnya.

Dalam Perwal 8/2022 tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan untuk Menghormati Bulan Suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah 2022 telah tegas diatur. Yakni, apabila terbukti melanggar ketentuan akan diproses sesuai ketentuan perundang-undangan. Sehingga, perlu sanksi tegas kepada pihak pengelola karaoke tersebut. ‘’Seharusnya kan tutup, tapi kok buka. Sudah jelas dan terbukti melanggar,’’ kesal dia.

Baca Juga :  Tanggul Ketinggian, Bagi Diteror Genangan

Hari mafhum bahwa pemkot kecolongan dengan kasus tersebut. Sebab, karaoke itu diduga beroperasi sembunyi-sembunyi. Namun, dia mengingatkan pemkot agar jangan sampai kecolongan kedua kalinya dengan tidak menjatuhkan sanksi tegas. ‘’Aturan harus ditegakkan sebagai efek jera. Untuk pelajaran THM lainnya agar tidak melanggar aturan,’’ tegasnya.

Diketahui, KW, salah seorang pengunjung Karaoke Wiro Sableng, meninggal usai sing song di karaoke kawasan perempatan Te’an tersebut Kamis (5/5) dini hari. Laki-laki 37 tahun itu mengembuskan napas terakhir dalam perawatan di RS Griya Husada setelah tak sadarkan diri di THM tersebut.

Informasinya, KW mengeluh sakit di dada. Dugaan sementara mengarah ke serangan jantung. Dia mendadak pingsan di room karaoke dengan temannya dan dua perempuan pemandu lagu sebelum dilarikan ke rumah sakit. Pun, kasus tersebut telah ditangani aparat kepolisian dan satpol PP setempat. Namun, untuk tindak lanjut sanksinya masih menunggu keputusan Wali Kota Madiun Maidi. (ggi/c1/sat/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Kasus dugaan pelanggaran jadwal operasional tempat hiburan malam (THM) Wiro Sableng, Demangan, Taman, bikin telinga wakil rakyat panas. Dewan mendesak pemkot tegas menindaklanjuti persoalan tersebut. Apalagi, regulasinya sudah jelas tertuang dalam peraturan wali kota (perwal). ‘’Wajib ditindaklanjuti. Jika tidak, akan menambah pihak yang berani melanggar aturan,’’ kata Ketua Komisi I DPRD Kota Madiun Hari Santoso, Senin (9/5).

Hari meminta pemkot tidak menutup mata. Sebab, menurut dia, kasus tersebut tidak dapat dianggap sepele. Apalagi menyangkut hilangnya nyawa seorang pengunjung sehingga menjadi sorotan publik. ‘’Perwalnya sudah jelas. Aparat penegak hukum harus segera menindaklanjuti. Ini masalah hukum,’’ ujarnya.

Dalam Perwal 8/2022 tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan untuk Menghormati Bulan Suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah 2022 telah tegas diatur. Yakni, apabila terbukti melanggar ketentuan akan diproses sesuai ketentuan perundang-undangan. Sehingga, perlu sanksi tegas kepada pihak pengelola karaoke tersebut. ‘’Seharusnya kan tutup, tapi kok buka. Sudah jelas dan terbukti melanggar,’’ kesal dia.

Baca Juga :  Tanggul Ketinggian, Bagi Diteror Genangan

Hari mafhum bahwa pemkot kecolongan dengan kasus tersebut. Sebab, karaoke itu diduga beroperasi sembunyi-sembunyi. Namun, dia mengingatkan pemkot agar jangan sampai kecolongan kedua kalinya dengan tidak menjatuhkan sanksi tegas. ‘’Aturan harus ditegakkan sebagai efek jera. Untuk pelajaran THM lainnya agar tidak melanggar aturan,’’ tegasnya.

Diketahui, KW, salah seorang pengunjung Karaoke Wiro Sableng, meninggal usai sing song di karaoke kawasan perempatan Te’an tersebut Kamis (5/5) dini hari. Laki-laki 37 tahun itu mengembuskan napas terakhir dalam perawatan di RS Griya Husada setelah tak sadarkan diri di THM tersebut.

Informasinya, KW mengeluh sakit di dada. Dugaan sementara mengarah ke serangan jantung. Dia mendadak pingsan di room karaoke dengan temannya dan dua perempuan pemandu lagu sebelum dilarikan ke rumah sakit. Pun, kasus tersebut telah ditangani aparat kepolisian dan satpol PP setempat. Namun, untuk tindak lanjut sanksinya masih menunggu keputusan Wali Kota Madiun Maidi. (ggi/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/