alexametrics
29.6 C
Madiun
Thursday, August 18, 2022

Dugaan Korupsi Pupuk Bersubsidi, Kejari Periksa Anggota DPRD Kabupaten Madiun

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Bola panas penyelidikan dugaan kasus tindak pidana korupsi (tipikor) distribusi pupuk bersubsidi di Kabupaten Madiun menggelinding liar. Bahkan, kalangan legislatif dimintai keterangan kejaksaan negeri (kejari) setempat. ‘’Mereka selaku pengurus distributor pupuk bersubsidi,’’ kata Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Madiun Purning Dahono Putro kemarin (8/6).

Ada tiga nama anggota DPRD yang dimintai keterangan. Yakni, Mujono, Sudiro, dan Astin Yuni Wiyogo. Dua di antaranya telah memenuhi panggilan. Sementara Astin tidak dapat datang pada hari panggilan. ‘’Yang tidak hadir itu akan dipanggil kembali,’’ ungkap Purning.

Penyelidikan kasus ini tak kunjung selesai. Kendati sudah lebih dari 80 orang dari berbagai kalangan dimintai keterangan. Mulai petani, kios, distributor, hingga pegawai dinas terkait. Kini merambah ke legislator Gedung Klithik, sebutan DPRD Kabupaten Madiun.  ‘’Penyelidikan harus matang. Perlu pendalaman keterangan dan yakin lebih dulu berdasarkan alat bukti yang ada,’’ ujar Purning.

Baca Juga :  Pemkab Madiun-DPRD Mulai Bahas Raperda KPBU-APJ

Usai diperiksa Senin (6/6) lalu, kepada media Sudiro mengaku mendapat 12 pertanyaan terkait pupuk bersubsidi. Dia juga diulik perihal Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) setempat. ‘’Karena ketuanya (APTRI, Red) meninggal, saya dipanggil sebagai wakil ketua III,’’ ungkapnya. (den/c1/sat)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Bola panas penyelidikan dugaan kasus tindak pidana korupsi (tipikor) distribusi pupuk bersubsidi di Kabupaten Madiun menggelinding liar. Bahkan, kalangan legislatif dimintai keterangan kejaksaan negeri (kejari) setempat. ‘’Mereka selaku pengurus distributor pupuk bersubsidi,’’ kata Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Madiun Purning Dahono Putro kemarin (8/6).

Ada tiga nama anggota DPRD yang dimintai keterangan. Yakni, Mujono, Sudiro, dan Astin Yuni Wiyogo. Dua di antaranya telah memenuhi panggilan. Sementara Astin tidak dapat datang pada hari panggilan. ‘’Yang tidak hadir itu akan dipanggil kembali,’’ ungkap Purning.

Penyelidikan kasus ini tak kunjung selesai. Kendati sudah lebih dari 80 orang dari berbagai kalangan dimintai keterangan. Mulai petani, kios, distributor, hingga pegawai dinas terkait. Kini merambah ke legislator Gedung Klithik, sebutan DPRD Kabupaten Madiun.  ‘’Penyelidikan harus matang. Perlu pendalaman keterangan dan yakin lebih dulu berdasarkan alat bukti yang ada,’’ ujar Purning.

Baca Juga :  Dewan Sarankan Pemkab Madiun Benahi Sistem Distribusi Pupuk Subsidi

Usai diperiksa Senin (6/6) lalu, kepada media Sudiro mengaku mendapat 12 pertanyaan terkait pupuk bersubsidi. Dia juga diulik perihal Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) setempat. ‘’Karena ketuanya (APTRI, Red) meninggal, saya dipanggil sebagai wakil ketua III,’’ ungkapnya. (den/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/