alexametrics
23.7 C
Madiun
Monday, June 27, 2022

Wabup Madiun Peringatkan Kelambatan Proyek RSUD Dolopo

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Progres pengerjaan dua dari empat proyek RSUD Dolopo, Kabupaten Madiun, mengkhawatirkan. Realisasi pembangunan instalasi farmasi dan gedung laboratorium di rumah sakit pelat merah itu masih minus dari yang direncanakan.

Keterlambatan itu terkuak kala Wakil Bupati (Wabup) Madiun Hari Wuryanto meninjau sembilan proyek fisik yang dijalankan lima organisasi perangkat daerah (OPD). ‘’Capaiannya belum maksimal,’’ kata wabup usai peninjauan Selasa (8/10).

Realisasi instalasi farmasi yang dikerjakan CV Cipta Mulya minus 12,6 persen. Dari target 37,8 persen, rekanan yang memenangkan tender Rp 2,7 miliar itu baru sanggup merampungkan 25,2 persen. Sedangkan gedung laboratorium baru menyentuh 25,3 persen. Defisit 8,3 persen dari rencana realisasi 33,6 persen yang semestinya digarap CV Multi Rizki, rekanan pelaksana proyek senilai Rp 2,2 miliar tersebut.

Hari Wur, sapaan wabup, berharap rekanan pelaksana dapat meningkatkan volume pekerjaan. Memburu waktu sebelum musim penghujan tiba. Hasil koordinasi dengan Arnowo Widjaja, kepala dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR), keterlambatan bisa di-cover dengan dua cara. Yakni, menambah jumlah tenaga kerja dan menerapkan sistem lembur. ‘’Karena harus sudah diselesaikan 14 Desember nanti,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Absen Tes SKD CPNS, 212 Calon Abdi Negara Lepas Kesempatan

Dalam peninjauan sekitar pukul 13.00, Hari Wur bergantian memeriksa proyek gedung farmasi, radiologi, dan laboratorium. Ketiganya berada dalam satu kompleks. Orang nomor dua di lingkup pemkab ini berinteraksi dengan masing-masing perwakilan rekanan dan pengawas proyek. Wabup menekankan kualitas pembangunan tak boleh dikesampingkan. ‘’Harus baik dan tidak membahayakan karena prasarana umum dimanfaatkan oleh masyarakat,’’ tuturnya.

Selain di RSUD Dolopo, wabup meninjau tiga proyek di RSUD Caruban. Seperti pembangunan gedung instalasi gawat darurat (IGD) dan rawat inap jiwa. Juga proyek  saluran drainase di Jalan Anjasmoro, Mejayan, serta peningkatan Jalan Muneng–Kenongorejo dan Jalan Uteran–Batas Magetan. Serta pembangunan puskesmas pembantu (pustu) Betek, Madiun. Peninjauan itu berlangsung enam jam sejak pukul 08.00. ‘’Kalau yang lain capaian sudah di atas (rencana). Mudah-mudahan bisa diselesaikan,’’ harap Hari Wur.

Dia menuturkan, peninjauan untuk memantau sejauh mana progres dan kualitas. Efek pembangunan harus meningkatkan kepuasan pelayanan di masyarakat. ‘’Kami harap semua proyek selesai sebelum musim penghujan, terutama talut,’’ katanya. (cor/c1/fin)

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Progres pengerjaan dua dari empat proyek RSUD Dolopo, Kabupaten Madiun, mengkhawatirkan. Realisasi pembangunan instalasi farmasi dan gedung laboratorium di rumah sakit pelat merah itu masih minus dari yang direncanakan.

Keterlambatan itu terkuak kala Wakil Bupati (Wabup) Madiun Hari Wuryanto meninjau sembilan proyek fisik yang dijalankan lima organisasi perangkat daerah (OPD). ‘’Capaiannya belum maksimal,’’ kata wabup usai peninjauan Selasa (8/10).

Realisasi instalasi farmasi yang dikerjakan CV Cipta Mulya minus 12,6 persen. Dari target 37,8 persen, rekanan yang memenangkan tender Rp 2,7 miliar itu baru sanggup merampungkan 25,2 persen. Sedangkan gedung laboratorium baru menyentuh 25,3 persen. Defisit 8,3 persen dari rencana realisasi 33,6 persen yang semestinya digarap CV Multi Rizki, rekanan pelaksana proyek senilai Rp 2,2 miliar tersebut.

Hari Wur, sapaan wabup, berharap rekanan pelaksana dapat meningkatkan volume pekerjaan. Memburu waktu sebelum musim penghujan tiba. Hasil koordinasi dengan Arnowo Widjaja, kepala dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR), keterlambatan bisa di-cover dengan dua cara. Yakni, menambah jumlah tenaga kerja dan menerapkan sistem lembur. ‘’Karena harus sudah diselesaikan 14 Desember nanti,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Tak Bisa Langsung ke Rumah, PMI Wajib Karantina dan Tes PCR

Dalam peninjauan sekitar pukul 13.00, Hari Wur bergantian memeriksa proyek gedung farmasi, radiologi, dan laboratorium. Ketiganya berada dalam satu kompleks. Orang nomor dua di lingkup pemkab ini berinteraksi dengan masing-masing perwakilan rekanan dan pengawas proyek. Wabup menekankan kualitas pembangunan tak boleh dikesampingkan. ‘’Harus baik dan tidak membahayakan karena prasarana umum dimanfaatkan oleh masyarakat,’’ tuturnya.

Selain di RSUD Dolopo, wabup meninjau tiga proyek di RSUD Caruban. Seperti pembangunan gedung instalasi gawat darurat (IGD) dan rawat inap jiwa. Juga proyek  saluran drainase di Jalan Anjasmoro, Mejayan, serta peningkatan Jalan Muneng–Kenongorejo dan Jalan Uteran–Batas Magetan. Serta pembangunan puskesmas pembantu (pustu) Betek, Madiun. Peninjauan itu berlangsung enam jam sejak pukul 08.00. ‘’Kalau yang lain capaian sudah di atas (rencana). Mudah-mudahan bisa diselesaikan,’’ harap Hari Wur.

Dia menuturkan, peninjauan untuk memantau sejauh mana progres dan kualitas. Efek pembangunan harus meningkatkan kepuasan pelayanan di masyarakat. ‘’Kami harap semua proyek selesai sebelum musim penghujan, terutama talut,’’ katanya. (cor/c1/fin)

Most Read

Artikel Terbaru

/