alexametrics
24 C
Madiun
Monday, May 23, 2022

PPKM Level 2, Maidi: Kota Madiun Pantang Euforia

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kurva kasus penularan Covid-19 di Kota Madiun terus berangsur turun. Meski demikian, kebijakan RT antigen massal bakal terus dilakukan. Termasuk menyasar siswa yang menjalani pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Denik mengklaim cara itu cukup ampuh menekan sebaran Covid-19. Sebab, pemkot mengetahui kondisi kesehatan warga di kota ini. ‘’Tsunami Covid-19 insya Allah sudah diantisipasi dengan RT antigen massal,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi, Sabtu (9/10).

Yang jelas, Maidi meminta masyarakat tidak euforia berlebihan setelah Kota Madiun menyandang PPKM level 2. Sebaliknya, disiplin protokol kesehatan (prokes) harus lebih ditingkatkan. Dia tidak ingin masyarakat abai sehingga berdampak pada kenaikan level. ‘’Masyarakat terus kita ingatkan, karena kita level 2 ini tidak sepenuhnya bebas. Sampai hari ini kita terus ketati prokes,’’ tegas Maidi.

Baca Juga :  Ditinggal ke Warung, Rumah Lawas di Jalan Thamrin Terbakar

Maidi menyebut, Kota Madiun menyisakan dua indikator yang belum terpenuhi untuk PPKM level 1. Pertama, capaian vaksinasi lansia minimal 60 persen dosis pertama. Saat ini baru sekitar 54 persen. Kedua, angka kematian seminggu maksimal 1 per 100 ribu jiwa. Sementara kota ini masih 2-3 kasus. ‘’Kita kejar dan optimistis bisa ke PPKM level 1,’’ yakinnya. (kid/c1/sat/her)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kurva kasus penularan Covid-19 di Kota Madiun terus berangsur turun. Meski demikian, kebijakan RT antigen massal bakal terus dilakukan. Termasuk menyasar siswa yang menjalani pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Denik mengklaim cara itu cukup ampuh menekan sebaran Covid-19. Sebab, pemkot mengetahui kondisi kesehatan warga di kota ini. ‘’Tsunami Covid-19 insya Allah sudah diantisipasi dengan RT antigen massal,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi, Sabtu (9/10).

Yang jelas, Maidi meminta masyarakat tidak euforia berlebihan setelah Kota Madiun menyandang PPKM level 2. Sebaliknya, disiplin protokol kesehatan (prokes) harus lebih ditingkatkan. Dia tidak ingin masyarakat abai sehingga berdampak pada kenaikan level. ‘’Masyarakat terus kita ingatkan, karena kita level 2 ini tidak sepenuhnya bebas. Sampai hari ini kita terus ketati prokes,’’ tegas Maidi.

Baca Juga :  Event Olahraga Direlaksasi, Disparpora Buka GOR-Gasibu Swadaya

Maidi menyebut, Kota Madiun menyisakan dua indikator yang belum terpenuhi untuk PPKM level 1. Pertama, capaian vaksinasi lansia minimal 60 persen dosis pertama. Saat ini baru sekitar 54 persen. Kedua, angka kematian seminggu maksimal 1 per 100 ribu jiwa. Sementara kota ini masih 2-3 kasus. ‘’Kita kejar dan optimistis bisa ke PPKM level 1,’’ yakinnya. (kid/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/