alexametrics
25.2 C
Madiun
Friday, August 19, 2022

Ganggu Pejalan Kaki, PKL Bakal Direlokasi

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Relokasi pedagang kali lima (PKL) di sejumlah titik Kota Madiun tersendat. Hingga kini, pemkot masih sebatas menyelesaikan konsep penataannya. Pembangunan sejumlah infrastruktur untuk menampung para pedagang akan dimulai 2020.

Salah satunya sentra PKL di Jalan Rimba Mulya. Pemkot lebih dulu mengalokasikan dana untuk membangun sentra kuliner di atas saluran Terate tahun depan. Anggarannya sekitar Rp 6 miliar. Pembangunan pusat jajanan itu didahului relokasi pedagang pasar tanaman hias ke Jalan Dawuhan.

Pemkot juga berencana membangun sentra PKL di dekat kantor Kecamatan Taman dengan memanfaatkan lahan eks bengkok. Fungsinya, mewadahi pedagang yang saat ini menjejali bundaran Taman Praja. Namun, itu juga masih sebatas rencana.

Wali Kota Madiun Maidi menyebut, penataan kawasan ekonomi kerakyatan itu vital. Yakni, sebagai pengembangan destinasi wisata kuliner di Kota Pendekar. Masalah konsep, seluruh pedagang dan pelaku usaha UMKM bakal diajak kerja sama. Mereka dijadikan satu di sentra kuliner tersebut. ‘’PKL yang sekarang di tepi jalan mengganggu lalu lintas, nanti semua akan saya tarik. Tempatnya (relokasi) khusus,’’ kata Maidi Jumat (8/11).

Baca Juga :  Pecah Kongsi Pedagang Mobil Berujung Eksekusi

Pembangunan destinasi wisata kuliner itu sekaligus menunjang keberadaan Busbow yang akan dijadikan tempat wisata cagar budaya. Lokasi sentra kuliner di sekitar Jalan Rimba Mulya tersebut memang strategis. Seperti tempat parkir yang luas hingga bisa menampung 1.000 kendaraan.

Maidi menjelaskan, penataan itu sekaligus untuk mewujudkan Kota Madiun zero pelanggaran PKL tahun depan. ‘’Selama ini masih ada PKL yang berjualan di trotoar. Padahal, itu untuk pejalan kaki. Jadi, biar nggak mengganggu nanti PKL saya pindah,’’ tegasnya. (her/c1/sat)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Relokasi pedagang kali lima (PKL) di sejumlah titik Kota Madiun tersendat. Hingga kini, pemkot masih sebatas menyelesaikan konsep penataannya. Pembangunan sejumlah infrastruktur untuk menampung para pedagang akan dimulai 2020.

Salah satunya sentra PKL di Jalan Rimba Mulya. Pemkot lebih dulu mengalokasikan dana untuk membangun sentra kuliner di atas saluran Terate tahun depan. Anggarannya sekitar Rp 6 miliar. Pembangunan pusat jajanan itu didahului relokasi pedagang pasar tanaman hias ke Jalan Dawuhan.

Pemkot juga berencana membangun sentra PKL di dekat kantor Kecamatan Taman dengan memanfaatkan lahan eks bengkok. Fungsinya, mewadahi pedagang yang saat ini menjejali bundaran Taman Praja. Namun, itu juga masih sebatas rencana.

Wali Kota Madiun Maidi menyebut, penataan kawasan ekonomi kerakyatan itu vital. Yakni, sebagai pengembangan destinasi wisata kuliner di Kota Pendekar. Masalah konsep, seluruh pedagang dan pelaku usaha UMKM bakal diajak kerja sama. Mereka dijadikan satu di sentra kuliner tersebut. ‘’PKL yang sekarang di tepi jalan mengganggu lalu lintas, nanti semua akan saya tarik. Tempatnya (relokasi) khusus,’’ kata Maidi Jumat (8/11).

Baca Juga :  Pecah Kongsi Pedagang Mobil Berujung Eksekusi

Pembangunan destinasi wisata kuliner itu sekaligus menunjang keberadaan Busbow yang akan dijadikan tempat wisata cagar budaya. Lokasi sentra kuliner di sekitar Jalan Rimba Mulya tersebut memang strategis. Seperti tempat parkir yang luas hingga bisa menampung 1.000 kendaraan.

Maidi menjelaskan, penataan itu sekaligus untuk mewujudkan Kota Madiun zero pelanggaran PKL tahun depan. ‘’Selama ini masih ada PKL yang berjualan di trotoar. Padahal, itu untuk pejalan kaki. Jadi, biar nggak mengganggu nanti PKL saya pindah,’’ tegasnya. (her/c1/sat)

Artikel SebelumnyaRevolusi Fahri
Artikel Selanjutnya Mal Pelayanan Publik Batal Dibangun

Most Read

Artikel Terbaru

/