alexametrics
24.6 C
Madiun
Thursday, August 18, 2022

Perabasan Tekan Kerawanan

ANGIN kencang yang menerjang beberapa hari terakhir mendesak PLN melakukan perabasan pohon di dekat jaringan listrik. Sebab, pohon yang mengering di musim kemarau rawan tumbang dan menimpa jaringan listrik hingga membuat padam.

Insiden di Kecamatan Jogorogo dan Pangkur, Ngawi, menjadi perhatian. Dua gardu padam lantaran pohon roboh menimpa tiang tegangan tinggi dan tegangan kecil. Membuat saluran listrik ke 500 pelanggan di dua kecamatan itu terhambat. ‘’Kebetulan, kejadiannya di dekat hutan,’’ kata Humas PLN UP3 Madiun Bintara Toa Situmorang.

Insiden tersebut jelas membuat PLN merugi. Sementara, produksi listrik harus tetap berjalan. Petugas pun cepat mendeteksi dan melakukan perbaikan dan mengganti instalasi di dua tiang listrik yang roboh tertimpa pohon ambruk itu. Kini aliran listrik kembali normal. ‘’Kami intensifkan perabasan di semua titik rawan,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Pemkot Madiun Pasang Strategi Antisipasi Klaster Sekolah

Tidak ingin kejadian itu menimpa daerah lain, pihaknya intens melakukan perabasan pohon. Biasanya perabasan dilakukan berdasarkan laporan masyarakat maupun instansi. Atau berdasarkan pantuan petugas di lapangan. ‘’Kami sudah imbau ke seluruh unit,’’ sambungnya.

Imbauan tersebut telah diteruskan ke tujuh ULP yang tersebar di Kota/Kabupaten Madiun, Magetan, dan Ngawi. Seluruh personel telah disiapkan. Masing-masing ULP memiliki satu hingga dua tim khusus perabasan. Kerja mereka lebih diintensifkan jelang musim penghujan. ‘’Masing-masing tim biasanya berisi empat orang,’’ sebutnya.

Warga yang mendapati pohon rawan tumbang di dekat jaringan diminta melapor. Agar lekas ditindaklanjuti dengan perabasan. ‘’Karena jika listrik padam yang rugi tidak hanya negara, tapi juga pelanggan,’’ ucapnya. (kid/c1/fin)

ANGIN kencang yang menerjang beberapa hari terakhir mendesak PLN melakukan perabasan pohon di dekat jaringan listrik. Sebab, pohon yang mengering di musim kemarau rawan tumbang dan menimpa jaringan listrik hingga membuat padam.

Insiden di Kecamatan Jogorogo dan Pangkur, Ngawi, menjadi perhatian. Dua gardu padam lantaran pohon roboh menimpa tiang tegangan tinggi dan tegangan kecil. Membuat saluran listrik ke 500 pelanggan di dua kecamatan itu terhambat. ‘’Kebetulan, kejadiannya di dekat hutan,’’ kata Humas PLN UP3 Madiun Bintara Toa Situmorang.

Insiden tersebut jelas membuat PLN merugi. Sementara, produksi listrik harus tetap berjalan. Petugas pun cepat mendeteksi dan melakukan perbaikan dan mengganti instalasi di dua tiang listrik yang roboh tertimpa pohon ambruk itu. Kini aliran listrik kembali normal. ‘’Kami intensifkan perabasan di semua titik rawan,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Hati-Hati! Setahun, 337 Anak di Magetan Terpapar Korona

Tidak ingin kejadian itu menimpa daerah lain, pihaknya intens melakukan perabasan pohon. Biasanya perabasan dilakukan berdasarkan laporan masyarakat maupun instansi. Atau berdasarkan pantuan petugas di lapangan. ‘’Kami sudah imbau ke seluruh unit,’’ sambungnya.

Imbauan tersebut telah diteruskan ke tujuh ULP yang tersebar di Kota/Kabupaten Madiun, Magetan, dan Ngawi. Seluruh personel telah disiapkan. Masing-masing ULP memiliki satu hingga dua tim khusus perabasan. Kerja mereka lebih diintensifkan jelang musim penghujan. ‘’Masing-masing tim biasanya berisi empat orang,’’ sebutnya.

Warga yang mendapati pohon rawan tumbang di dekat jaringan diminta melapor. Agar lekas ditindaklanjuti dengan perabasan. ‘’Karena jika listrik padam yang rugi tidak hanya negara, tapi juga pelanggan,’’ ucapnya. (kid/c1/fin)

Most Read

Artikel Terbaru

/