alexametrics
23.8 C
Madiun
Saturday, May 21, 2022

Waspada Bencana, Pemkot Madiun Kerahkan Tim Khusus

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi ditingkatkan. Dua tenda darurat didirikan. Dilengkapi peralatan tanggap bencana. Antara lain perahu karet, bahan makanan, dapur umum, pompa, dan perlengkapan evakuasi lainnya. ‘’Kita pasang tenda, alat siap di tempat,’’ kata Wali Kota Maidi, Selasa (9/11).

Satu tenda didirikan di Embung Pilangbango untuk menghadapi kemungkinan banjir luapan di wilayah timur kota. Mulai Kelurahan Tawangrejo, Kelun, dan sekitarnya. Satu tenda lainnya di Taman Lalu Lintas Bantaran Kali Madiun. Guna menanggulangi bencana di wilayah barat. ‘’Mudah-mudahan tidak terjadi. Tapi, apa pun kita siapkan. Karena jika terjadi sewaktu-waktu, kita yang kesulitan,’’ ujarnya.

Sejak jauh hari skema mitigasi risiko bencana juga telah disiapkan. Pun kerja sama dengan pihak terkait di wilayah hulu. Jika terjadi curah hujan dengan intensitas tinggi, wilayah hilir (Kota Madiun) bakal mendapat informasi cepat. Sehingga, upaya antisipasi dapat segera dilakukan. ‘’Sudah kerja sama dengan Gunung Wilis, Kabupaten Madiun, Ponorogo, yang di wilayah hulu,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Mobile JKN Jadi Salah Satu Solusi Di Tengah Kondisi Pandemi Covid 19

Maidi juga telah menginstruksikan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait mengecek early warning system (EWS). Maidi minta seluruh EWS dipastikan bekerja dengan baik. Sebab, perangkat sistem peringatan dini itu membantu mendeteksi debit sungai. ‘’EWS dipasang, semua bunyi jika ketinggian melebihi ambang batas. EWS harus normal. Jika ada yang tidak normal, dibenahi,’’ tuturnya.

Pemkot juga telah membentuk tim khusus gabungan OPD. Terdiri atas 27 personel dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR), 20 personel dinas perumahan dan kawasan permukiman (disperkim), 25 personel dinas perdagangan, serta 25 personel dinas lingkungan hidup (DLH). Tugasnya membantu kerja BPBD, Tagana, TNI, Polri, PMI, dan pihak-pihak yang terlibat dalam penanganan bencana. ‘’Tim khusus stand by, backup semuanya nanti,’’ terang Maidi. (kid/c1/sat/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi ditingkatkan. Dua tenda darurat didirikan. Dilengkapi peralatan tanggap bencana. Antara lain perahu karet, bahan makanan, dapur umum, pompa, dan perlengkapan evakuasi lainnya. ‘’Kita pasang tenda, alat siap di tempat,’’ kata Wali Kota Maidi, Selasa (9/11).

Satu tenda didirikan di Embung Pilangbango untuk menghadapi kemungkinan banjir luapan di wilayah timur kota. Mulai Kelurahan Tawangrejo, Kelun, dan sekitarnya. Satu tenda lainnya di Taman Lalu Lintas Bantaran Kali Madiun. Guna menanggulangi bencana di wilayah barat. ‘’Mudah-mudahan tidak terjadi. Tapi, apa pun kita siapkan. Karena jika terjadi sewaktu-waktu, kita yang kesulitan,’’ ujarnya.

Sejak jauh hari skema mitigasi risiko bencana juga telah disiapkan. Pun kerja sama dengan pihak terkait di wilayah hulu. Jika terjadi curah hujan dengan intensitas tinggi, wilayah hilir (Kota Madiun) bakal mendapat informasi cepat. Sehingga, upaya antisipasi dapat segera dilakukan. ‘’Sudah kerja sama dengan Gunung Wilis, Kabupaten Madiun, Ponorogo, yang di wilayah hulu,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Teliti Kelompok Samin, Septian Diganjar Juara II LPSL Jatim

Maidi juga telah menginstruksikan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait mengecek early warning system (EWS). Maidi minta seluruh EWS dipastikan bekerja dengan baik. Sebab, perangkat sistem peringatan dini itu membantu mendeteksi debit sungai. ‘’EWS dipasang, semua bunyi jika ketinggian melebihi ambang batas. EWS harus normal. Jika ada yang tidak normal, dibenahi,’’ tuturnya.

Pemkot juga telah membentuk tim khusus gabungan OPD. Terdiri atas 27 personel dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR), 20 personel dinas perumahan dan kawasan permukiman (disperkim), 25 personel dinas perdagangan, serta 25 personel dinas lingkungan hidup (DLH). Tugasnya membantu kerja BPBD, Tagana, TNI, Polri, PMI, dan pihak-pihak yang terlibat dalam penanganan bencana. ‘’Tim khusus stand by, backup semuanya nanti,’’ terang Maidi. (kid/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/