alexametrics
23.9 C
Madiun
Friday, May 20, 2022

Angkutan Nataru, Hanya Bus Laik Jalan yang Boleh Beroperasi

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Terminal Bus Tipe A Purboyo Kota Madiun bakal menggencarkan ramp check armada bus untuk angkutan Natal dan tahun baru (Nataru). Bus yang telah diperiksa dan dinyatakan laik jalan akan ditempeli stiker. ‘’Stikernya berbeda-beda,’’ kata Suyatno, kepala satuan pelayanan terminal setempat, Kamis (9/12).

Stiker besar berdiameter 20 sentimeter warna biru dilengkapi QR code ditempelkan pada bus laik jalan tanpa catatan. Sedangkan stiker berukuran lebih kecil berdiamater 10 sentimeter warna merah untuk yang laik jalan dengan catatan. ‘’Stiker ini diberi tanda untuk diperbaiki dalam waktu tujuh hari kelender sesuai catatan,’’ terangnya.

Menurut Suyatno, stikerisasi itu bagian dari rencana inspeksi keselamatan kendaraan angkutan umum atau ramp check. Kategori bus laik jalan, lanjut Suyatno, meliputi kaca, pengereman, sabuk pengaman, dan lampu sein, semua dalam kondisi bagus. ‘’Jadi, meski sudah lolos uji kir, tetap kami cek di aspek tersebut,’’ jelasnya.

Ramp check juga menyasar unsur administrasi. Seperti SIM umum, STNK, BLUe (bukti lulus uji elektronik), dan kartu pengawasan. Pun, unsur teknis utama, mulai lampu utama, sistem pengereman, pengukur kecepatan, ban, sabuk keselamatan pengemudi, serta penghapus kaca. Terakhir, unsur teknis penunjang, yakni sistem lampu posisi, badan kendaraan, kapasitas tempat duduk, dan sabuk keselamatan penumpang.

Baca Juga :  Permentan Paravet Perlu Diperbupkan

‘’Sanksinya berbeda-beda. Misal melanggar unsur administrasi, ditilang sampai dilarang operasional,’’ ujarnya sembari menyebut penerapan aturan ini masih menunggu instruksi lanjutan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Terkait antisipasi potensi peningkatan mobilitas penumpang selama Nataru, Suyatno memastikan tidak ada penambahan bus. Sama dengan jumlah yang beroperasi saat ini, yakni sekitar 100 bus AKDP dan 300 bus AKAP.

Suyatno memprediksi akan ada kenaikan penumpang kendati tidak signifikan. Yakni, sekitar 10 persen. Sehingga, masih bisa teratasi. ‘’Dari sisi personel, kami sudah siap. Scan aplikasi PeduliLindungi sudah ready di dua titik. Kami tinggal menunggu aturan selanjutnya,’’ tuturnya. (irs/c1/sat/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Terminal Bus Tipe A Purboyo Kota Madiun bakal menggencarkan ramp check armada bus untuk angkutan Natal dan tahun baru (Nataru). Bus yang telah diperiksa dan dinyatakan laik jalan akan ditempeli stiker. ‘’Stikernya berbeda-beda,’’ kata Suyatno, kepala satuan pelayanan terminal setempat, Kamis (9/12).

Stiker besar berdiameter 20 sentimeter warna biru dilengkapi QR code ditempelkan pada bus laik jalan tanpa catatan. Sedangkan stiker berukuran lebih kecil berdiamater 10 sentimeter warna merah untuk yang laik jalan dengan catatan. ‘’Stiker ini diberi tanda untuk diperbaiki dalam waktu tujuh hari kelender sesuai catatan,’’ terangnya.

Menurut Suyatno, stikerisasi itu bagian dari rencana inspeksi keselamatan kendaraan angkutan umum atau ramp check. Kategori bus laik jalan, lanjut Suyatno, meliputi kaca, pengereman, sabuk pengaman, dan lampu sein, semua dalam kondisi bagus. ‘’Jadi, meski sudah lolos uji kir, tetap kami cek di aspek tersebut,’’ jelasnya.

Ramp check juga menyasar unsur administrasi. Seperti SIM umum, STNK, BLUe (bukti lulus uji elektronik), dan kartu pengawasan. Pun, unsur teknis utama, mulai lampu utama, sistem pengereman, pengukur kecepatan, ban, sabuk keselamatan pengemudi, serta penghapus kaca. Terakhir, unsur teknis penunjang, yakni sistem lampu posisi, badan kendaraan, kapasitas tempat duduk, dan sabuk keselamatan penumpang.

Baca Juga :  Bunda Nanik Sebut Nataru di Magetan Ketat tanpa Embel-Embel Level 3

‘’Sanksinya berbeda-beda. Misal melanggar unsur administrasi, ditilang sampai dilarang operasional,’’ ujarnya sembari menyebut penerapan aturan ini masih menunggu instruksi lanjutan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Terkait antisipasi potensi peningkatan mobilitas penumpang selama Nataru, Suyatno memastikan tidak ada penambahan bus. Sama dengan jumlah yang beroperasi saat ini, yakni sekitar 100 bus AKDP dan 300 bus AKAP.

Suyatno memprediksi akan ada kenaikan penumpang kendati tidak signifikan. Yakni, sekitar 10 persen. Sehingga, masih bisa teratasi. ‘’Dari sisi personel, kami sudah siap. Scan aplikasi PeduliLindungi sudah ready di dua titik. Kami tinggal menunggu aturan selanjutnya,’’ tuturnya. (irs/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/