23.7 C
Madiun
Sunday, January 29, 2023

Kurang Sempurna, Launching Kawasan Bogowonto Culinary Center Diundur

KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Peresmian kawasan Bogowonto Culinary Center (BCC) dipastikan mundur. Dari rencana semula pertengahan bulan ini, objek wisata di lokasi bekas rel KA Madiun-Ponorogo, tersebut akan di-launching 26 Desember mendatang. Sebab, masih butuh penyempurnaan.

Itu adalah hasil rapat focus group discussion (FGD) monitoring dan evaluasi (monev) persiapan peresmian, Rabu (7/12).

Sejatinya, menurut Wali Kota Madiun Maidi, sudah siap. Namun, ada beberapa yang perlu dikoordinasikan dan disempurnakan. Salah satunya, pemasangan lampu dekorasi. ‘’Insya Allah rencana dibuka 26 Desember,’’ katanya usai rapat FGD.

Selain lampu dekorasi, lanjut Maidi, kawasan wisata kuliner berkonsep kereta api ini butuh tambahan pohon peneduh. Rencananya, pemkot bakal menanam kembali sekitar 15 pohon.

‘’Insya Allah semua dibuat teduh. Konsepnya, ada wisata kuliner di hutan tengah kota. Sehingga, pengunjung akan betah,’’ harapnya.

Menurut dia, penataan kawasan wisata kuliner di proliman Pasar Kawak ini harus maksimal. Dia tak ingin setengah-setengah saat diresmikan. Sebab, menjadi ikon baru Kota Madiun. Sehingga, sarana dan prasarana pengunjung harus terpenuhi dan layak difungsikan.

Baca Juga :  Bazar Murah Ramadan

‘’Termasuk UMKM harus benar-benar siap. Apa yang disajikan harus berkualitas. Akan saya evaluasi terus-menerus hidangannya,’’ tegasnya.

Tak hanya itu, penataan area parkir juga wajib segera dilakukan. Dinas perhubungan (dishub) diminta mematangkan kantong parkir kendaraan. Termasuk rencana pemanfaatan lahan parkir di kawasan alun-alun. ‘’Tahun depan dianggarkan Rp 2 miliar untuk pembangunan area parkir,’’ ungkapnya.

Dia menambahkan, kawasan tersebut bukan hanya sentra kuliner dan ekonomi baru. Melainkan juga wisata edukasi bagi masyarakat. Yakni, terkait sejarah keberadaan rel dan operasional KA di Jalan Bogowonto.

‘’Kawasan ini (Jalan Bogowonto, Red.) memiliki sejarah besar, kami ingin mengangkat sejarah tempo dulu itu agar tidak hilang,’’ jelasnya. (ggi/sat)

KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Peresmian kawasan Bogowonto Culinary Center (BCC) dipastikan mundur. Dari rencana semula pertengahan bulan ini, objek wisata di lokasi bekas rel KA Madiun-Ponorogo, tersebut akan di-launching 26 Desember mendatang. Sebab, masih butuh penyempurnaan.

Itu adalah hasil rapat focus group discussion (FGD) monitoring dan evaluasi (monev) persiapan peresmian, Rabu (7/12).

Sejatinya, menurut Wali Kota Madiun Maidi, sudah siap. Namun, ada beberapa yang perlu dikoordinasikan dan disempurnakan. Salah satunya, pemasangan lampu dekorasi. ‘’Insya Allah rencana dibuka 26 Desember,’’ katanya usai rapat FGD.

Selain lampu dekorasi, lanjut Maidi, kawasan wisata kuliner berkonsep kereta api ini butuh tambahan pohon peneduh. Rencananya, pemkot bakal menanam kembali sekitar 15 pohon.

‘’Insya Allah semua dibuat teduh. Konsepnya, ada wisata kuliner di hutan tengah kota. Sehingga, pengunjung akan betah,’’ harapnya.

Menurut dia, penataan kawasan wisata kuliner di proliman Pasar Kawak ini harus maksimal. Dia tak ingin setengah-setengah saat diresmikan. Sebab, menjadi ikon baru Kota Madiun. Sehingga, sarana dan prasarana pengunjung harus terpenuhi dan layak difungsikan.

Baca Juga :  I-Club Gelar Festival Makanan Nusantara

‘’Termasuk UMKM harus benar-benar siap. Apa yang disajikan harus berkualitas. Akan saya evaluasi terus-menerus hidangannya,’’ tegasnya.

Tak hanya itu, penataan area parkir juga wajib segera dilakukan. Dinas perhubungan (dishub) diminta mematangkan kantong parkir kendaraan. Termasuk rencana pemanfaatan lahan parkir di kawasan alun-alun. ‘’Tahun depan dianggarkan Rp 2 miliar untuk pembangunan area parkir,’’ ungkapnya.

Dia menambahkan, kawasan tersebut bukan hanya sentra kuliner dan ekonomi baru. Melainkan juga wisata edukasi bagi masyarakat. Yakni, terkait sejarah keberadaan rel dan operasional KA di Jalan Bogowonto.

‘’Kawasan ini (Jalan Bogowonto, Red.) memiliki sejarah besar, kami ingin mengangkat sejarah tempo dulu itu agar tidak hilang,’’ jelasnya. (ggi/sat)

Most Read

Artikel Terbaru