alexametrics
24.1 C
Madiun
Thursday, May 26, 2022

Brimob Siap Antisipasi Potensi Bencana

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Satuan Brimob (Sat Brimob) Polda Jawa Timur Batalyon C Pelopor Madiun siaga. Mereka menyiapkan peralatan search and rescue  (SAR) untuk mengantisipasi potensi bencana. Menyusul instruksi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa untuk siaga bencana selama 150 hari. Terhitung sejak 16 Desember 2019 lalu. ‘’Jika terjadi bencana banjir, kami bersama pemerintah daerah setempat siap membantu evakuasi masyarakat,’’ kata Danyon C Pelopor Satbrimob Polda Jatim Kompol Agus Waluyo Kamis (9/1).

Menurut Agus, potensi bencana banjir di wilayah Madiun bukan hanya karena hujan deras, melainkan juga sebagai daerah resapan air dari hulu. Yakni, Ponorogo dan Magetan yang rusak. Sehingga, berpotensi menyebabkan air tidak bisa terserap tanah dan mengalir ke daerah lebih rendah. ‘’Madiun hampir setiap tahun langganan banjir. Itu tidak lepas dari kerusakan alam selama bertahun-tahun,’’ ungkapnya.

Brimob menyiapkan dua kompi personel untuk membantu masyarakat jika terjadi banjir. Masing-masing kompi 30 personel. Pihaknya juga telah menyiapkan satu perahu rakit berkapasitas 10 orang. Sebenarnya Brimob punya empat perahu karet. Namun, kondisinya tidak memungkinkan untuk evakuasi. ‘’Jika dipaksakan justru membahayakan,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Belum Sempurna, Proyek Pasar Somoroto Sudah Serah Terima

Pihaknya juga menyiapkan peranti water rescue lainnya seperti pelampung dan alat selam. Pun tenda komando untuk pengungsian dan dapur umum jika dibutuhkan. Peralatan dapur umum mampu menyediakan porsi makanan untuk 100 orang sekali memasak. ‘’Justru yang belum diperhatikan adalah penyediaan sanitasi yang baik. Kalau pas banjir sanitasinya buruk justru menyebabkan diare,’’ tuturnya.

Kendaraan khusus SAR yang dilengkapi genset dan mobil ambulans serta obat-obatan pun disiapkan. Sat Brimob Polda Jatim Batalyon C Pelopor memiliki wilayah operasi yang meliputi Kota/Kabupaten Madiun, Bojonegoro, dan  Kediri. Call center 0351-495587 dapat dimanfaatkan masyarakat jika membutuhkan bantuan. ‘’Kalau ada permintaan bantuan evakuasi, kami siap,’’ ucapnya. (mg3/c1/sat)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Satuan Brimob (Sat Brimob) Polda Jawa Timur Batalyon C Pelopor Madiun siaga. Mereka menyiapkan peralatan search and rescue  (SAR) untuk mengantisipasi potensi bencana. Menyusul instruksi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa untuk siaga bencana selama 150 hari. Terhitung sejak 16 Desember 2019 lalu. ‘’Jika terjadi bencana banjir, kami bersama pemerintah daerah setempat siap membantu evakuasi masyarakat,’’ kata Danyon C Pelopor Satbrimob Polda Jatim Kompol Agus Waluyo Kamis (9/1).

Menurut Agus, potensi bencana banjir di wilayah Madiun bukan hanya karena hujan deras, melainkan juga sebagai daerah resapan air dari hulu. Yakni, Ponorogo dan Magetan yang rusak. Sehingga, berpotensi menyebabkan air tidak bisa terserap tanah dan mengalir ke daerah lebih rendah. ‘’Madiun hampir setiap tahun langganan banjir. Itu tidak lepas dari kerusakan alam selama bertahun-tahun,’’ ungkapnya.

Brimob menyiapkan dua kompi personel untuk membantu masyarakat jika terjadi banjir. Masing-masing kompi 30 personel. Pihaknya juga telah menyiapkan satu perahu rakit berkapasitas 10 orang. Sebenarnya Brimob punya empat perahu karet. Namun, kondisinya tidak memungkinkan untuk evakuasi. ‘’Jika dipaksakan justru membahayakan,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Belum Sempurna, Proyek Pasar Somoroto Sudah Serah Terima

Pihaknya juga menyiapkan peranti water rescue lainnya seperti pelampung dan alat selam. Pun tenda komando untuk pengungsian dan dapur umum jika dibutuhkan. Peralatan dapur umum mampu menyediakan porsi makanan untuk 100 orang sekali memasak. ‘’Justru yang belum diperhatikan adalah penyediaan sanitasi yang baik. Kalau pas banjir sanitasinya buruk justru menyebabkan diare,’’ tuturnya.

Kendaraan khusus SAR yang dilengkapi genset dan mobil ambulans serta obat-obatan pun disiapkan. Sat Brimob Polda Jatim Batalyon C Pelopor memiliki wilayah operasi yang meliputi Kota/Kabupaten Madiun, Bojonegoro, dan  Kediri. Call center 0351-495587 dapat dimanfaatkan masyarakat jika membutuhkan bantuan. ‘’Kalau ada permintaan bantuan evakuasi, kami siap,’’ ucapnya. (mg3/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/