alexametrics
31.1 C
Madiun
Wednesday, May 25, 2022

Disangka Rugikan Negara Rp 19 Juta, Kades Kranggan Dipenjara

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Terhitung mulai Kamis Kamis (9/1) Sriyono harus meringkuk di sel Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Madiun.  Itu seiring pelimpahan berkas perkara dan tersangka rasuah tersebut dari Unit Tipikor Satreskrim Polres Madiun ke kejaksaan negeri (kejari) setempat.

Kepala Desa Kranggan, Geger, itu kena operasi tangkap tangan (OTT) tiga tahun silam. Sriyono kemarin digelandang ke Kejari Kabupaten Madiun sekitar pukul 08.00. Dikawal aparat kepolisian, kedua tangan Sriyono diborgol tali tis. Digiring ke ruang pidana umum. Jaksa penuntut umum (JPU) pun memeriksanya. Sekitar tiga jam Sriyono dicecar berbagai pertanyaan terkait perkara yang menjeratnya.

Dari hasil pemeriksaan itu terungkap modus Sriyono. Dia diduga meminta atau memaksa bendahara desa untuk mencairkan bantuan keuangan khusus. ‘’Total kerugian negara dalam perkara ini Rp 19 juta,’’ kata Kasi Intel Kejari Kabupaten Madiun Arief Fatchurrohman usai pemeriksaan.

Baca Juga :  Ratusan Santri Tahlilan Iringi Kepergian Mbah Moen

Sriyono dijerat pasal berlapis. Yakni, pasal 374 KUHP tentang penggelapan dalam jabatan dengan ancaman penjara maksimal lima tahun. Pasal 378 tentang penipuan dengan ancaman penjara maksimal empat tahun. Serta pasal 368 tentang ancaman pemerasan dengan ancaman penjara maksimal sembilan tahun. ‘’Sidangnya segera dilakukan. Sementara dititipkan ke lapas,’’ papar Arief. (den/c1/sat)

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Terhitung mulai Kamis Kamis (9/1) Sriyono harus meringkuk di sel Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Madiun.  Itu seiring pelimpahan berkas perkara dan tersangka rasuah tersebut dari Unit Tipikor Satreskrim Polres Madiun ke kejaksaan negeri (kejari) setempat.

Kepala Desa Kranggan, Geger, itu kena operasi tangkap tangan (OTT) tiga tahun silam. Sriyono kemarin digelandang ke Kejari Kabupaten Madiun sekitar pukul 08.00. Dikawal aparat kepolisian, kedua tangan Sriyono diborgol tali tis. Digiring ke ruang pidana umum. Jaksa penuntut umum (JPU) pun memeriksanya. Sekitar tiga jam Sriyono dicecar berbagai pertanyaan terkait perkara yang menjeratnya.

Dari hasil pemeriksaan itu terungkap modus Sriyono. Dia diduga meminta atau memaksa bendahara desa untuk mencairkan bantuan keuangan khusus. ‘’Total kerugian negara dalam perkara ini Rp 19 juta,’’ kata Kasi Intel Kejari Kabupaten Madiun Arief Fatchurrohman usai pemeriksaan.

Baca Juga :  Cegah Penyebaran Covid-19, Pemkot Madiun Liburkan Sekolah dan Larang PNS Dinas Luar

Sriyono dijerat pasal berlapis. Yakni, pasal 374 KUHP tentang penggelapan dalam jabatan dengan ancaman penjara maksimal lima tahun. Pasal 378 tentang penipuan dengan ancaman penjara maksimal empat tahun. Serta pasal 368 tentang ancaman pemerasan dengan ancaman penjara maksimal sembilan tahun. ‘’Sidangnya segera dilakukan. Sementara dititipkan ke lapas,’’ papar Arief. (den/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/