alexametrics
25.6 C
Madiun
Tuesday, May 24, 2022

Pagi Sasar Perbatasan, Malam yang Begadang

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Operasi yustisi diaktifkan kembali menyusul lonjakan kasus Covid-19 sejak beberapa pekan terakhir. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Madiun bakal menggelar operasi gabungan tersebut setiap hari. Sasarannya masyarakat yang abai prokes. ‘’Sebenarnya kami tetap melakukan bulan lalu, tapi tidak setiap hari,’’ kata Sunardi Nur Cahyono, kepala satpol PP setempat, Kamis (10/2).

Jadwal sudah disusun. Operasi bakal digelar sehari dua kali, pagi dan malam. Sunardi mengatakan, operasi pagi digelar di perbatasan. Pengendara motor dan pengemudi mobil yang telanjang muka dihentikan dan diberi masker. ‘’Kami pastikan setiap masyarakat yang masuk kota ini sudah prokes,’’ ujarnya di sela operasi di Te’an.

Tim gabungan yang juga beranggotakan unsur TNI, Polri, badan penanggulangan bencana daerah (BPBD), dan dinas perhubungan (dishub) itu juga berpindah-pindah  tempat secara acak. Tujuannya agar masyarakat selalu taat prokes di mana pun. ‘’Yang terpenting melindungi diri sendiri dulu dengan memakai masker,’’ tegasnya.

Tim ini juga bertindak tegas jika menemukan adanya kerumunan warga. Sebab, semua acara yang berpotensi mendatangkan banyak orang wajib mengantongi izin dari Satgas Covid-19. ‘’Kami tak segan membubarkan jika terbukti ada pelanggaran,’’ ungkap Sunardi.

Baca Juga :  Ramadan, Jaga Kesehatan dengan Konsumsi Makanan Gizi Seimbang

Sedangkan operasi malam hari menyasar warga yang suka begadang di tempat umum. Sorenya, pemantauan mobilitas masyarakat. Selanjutnya, mereka berkeliling ke tempat keramaian. Seperti taman dan warung kopi. ‘’Kalau ada laporan kerumunan langsung kami tindak,’’ ujarnya sembari menambahkan intens koordinasi dengan berbagai pihak.

Sunardi menyampaikan, gubernur Jawa Timur telah memerintahkan setiap daerah mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 yang diprediksi akan terjadi akhir Februari atau awal Maret nanti. Khususnya varian Omicron. Kendati fatalitasnya tidak tinggi, namun berisiko bagi pasien dengan kormobid (penyakit bawaan). ‘’Kami diarahkan lebih intens melakukan operasi prokes,’’ ungkapnya.

Sementara itu, satpol PP juga siaga di Rumah Sakit Lapangan (RSL) Wisma Haji Kota Madiun. Setiap hari dua personel berjaga. Pun, delapan armada mobil pemadam kebakaran disiapkan untuk penyemprotan disinfektan di ruang publik. ‘’Nanti juga akan fokus di kawasan yang terdapat kasus aktif,’’ tuturnya. (mg7/c1/sat/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Operasi yustisi diaktifkan kembali menyusul lonjakan kasus Covid-19 sejak beberapa pekan terakhir. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Madiun bakal menggelar operasi gabungan tersebut setiap hari. Sasarannya masyarakat yang abai prokes. ‘’Sebenarnya kami tetap melakukan bulan lalu, tapi tidak setiap hari,’’ kata Sunardi Nur Cahyono, kepala satpol PP setempat, Kamis (10/2).

Jadwal sudah disusun. Operasi bakal digelar sehari dua kali, pagi dan malam. Sunardi mengatakan, operasi pagi digelar di perbatasan. Pengendara motor dan pengemudi mobil yang telanjang muka dihentikan dan diberi masker. ‘’Kami pastikan setiap masyarakat yang masuk kota ini sudah prokes,’’ ujarnya di sela operasi di Te’an.

Tim gabungan yang juga beranggotakan unsur TNI, Polri, badan penanggulangan bencana daerah (BPBD), dan dinas perhubungan (dishub) itu juga berpindah-pindah  tempat secara acak. Tujuannya agar masyarakat selalu taat prokes di mana pun. ‘’Yang terpenting melindungi diri sendiri dulu dengan memakai masker,’’ tegasnya.

Tim ini juga bertindak tegas jika menemukan adanya kerumunan warga. Sebab, semua acara yang berpotensi mendatangkan banyak orang wajib mengantongi izin dari Satgas Covid-19. ‘’Kami tak segan membubarkan jika terbukti ada pelanggaran,’’ ungkap Sunardi.

Baca Juga :  Advokat Muda Indonesia Bergerak Madiun Somasi Hotman Paris, Ini Tuntutannya

Sedangkan operasi malam hari menyasar warga yang suka begadang di tempat umum. Sorenya, pemantauan mobilitas masyarakat. Selanjutnya, mereka berkeliling ke tempat keramaian. Seperti taman dan warung kopi. ‘’Kalau ada laporan kerumunan langsung kami tindak,’’ ujarnya sembari menambahkan intens koordinasi dengan berbagai pihak.

Sunardi menyampaikan, gubernur Jawa Timur telah memerintahkan setiap daerah mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 yang diprediksi akan terjadi akhir Februari atau awal Maret nanti. Khususnya varian Omicron. Kendati fatalitasnya tidak tinggi, namun berisiko bagi pasien dengan kormobid (penyakit bawaan). ‘’Kami diarahkan lebih intens melakukan operasi prokes,’’ ungkapnya.

Sementara itu, satpol PP juga siaga di Rumah Sakit Lapangan (RSL) Wisma Haji Kota Madiun. Setiap hari dua personel berjaga. Pun, delapan armada mobil pemadam kebakaran disiapkan untuk penyemprotan disinfektan di ruang publik. ‘’Nanti juga akan fokus di kawasan yang terdapat kasus aktif,’’ tuturnya. (mg7/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/