alexametrics
29.7 C
Madiun
Friday, May 13, 2022

Imbas Pencabutan Aturan Batasan Usia, Tren Klaim JHT Berangsur Turun

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Berakhir sudah polemik pengajuan klaim jaminan hari tua (JHT) harus telah berusia 56 tahun. Itu seiring pencabutan poin tersebut dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 2 Tahun 2022. Kini, proses klaim JHT di Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan mulai stabil.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kota Madiun Honggy Dwinanda mengakui bahwa para peserta sempat panik dan buru-buru mencairkan JHT. Sebab, kala itu mereka diberi kesempatan selama tiga bulan sebelum ditetapkannya peraturan klaim usia pensiun. ‘’Ada peningkatan trafik secara nasional dan otomatis masa tunggunya juga bertambah karena antrean bertambah,’’ ujarnya, Minggu (10/4).

Dia menuturkan, kala itu peserta yang mengajukan klaim JHT rata-rata usia 20 sampai 23 tahun. Yakni, para tenaga kerja usia produktif dan masih ada kesempatan untuk bekerja kembali. ‘’Setelah aturan dicabut, tren klaim JHT berangsur turun,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Ghani Minto Raup Pendapatan Puluhan Juta dari Google AdSense

Honggy menyebutkan bahwa selama ini peserta di atas 56 tahun terbilang sedikit yang mengajukan klaim JHT. Padahal, mereka sudah diingatkan untuk menguruskan jauh-jauh hari atau setidaknya satu bulan sebelum pencairan. ‘’Sekarang, kebanyakan setelah kami surati langsung mengurusnya,’’ tutur Honggy.

Peserta yang masih aktif bekerja pun, kata dia, tidak lagi buru-buru mengajukan klaim JHT. Bahkan, beberapa pekerja yang telah resign dari perusahaannya belum mengambilnya. ‘’Mungkin mereka berpikir diambil nanti untuk tambahan modal usaha,’’ pungkasnya. (mg7/c1/isd/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Berakhir sudah polemik pengajuan klaim jaminan hari tua (JHT) harus telah berusia 56 tahun. Itu seiring pencabutan poin tersebut dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 2 Tahun 2022. Kini, proses klaim JHT di Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan mulai stabil.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kota Madiun Honggy Dwinanda mengakui bahwa para peserta sempat panik dan buru-buru mencairkan JHT. Sebab, kala itu mereka diberi kesempatan selama tiga bulan sebelum ditetapkannya peraturan klaim usia pensiun. ‘’Ada peningkatan trafik secara nasional dan otomatis masa tunggunya juga bertambah karena antrean bertambah,’’ ujarnya, Minggu (10/4).

Dia menuturkan, kala itu peserta yang mengajukan klaim JHT rata-rata usia 20 sampai 23 tahun. Yakni, para tenaga kerja usia produktif dan masih ada kesempatan untuk bekerja kembali. ‘’Setelah aturan dicabut, tren klaim JHT berangsur turun,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Ini Jadwal Pelantikan Maidi-Inda Raya

Honggy menyebutkan bahwa selama ini peserta di atas 56 tahun terbilang sedikit yang mengajukan klaim JHT. Padahal, mereka sudah diingatkan untuk menguruskan jauh-jauh hari atau setidaknya satu bulan sebelum pencairan. ‘’Sekarang, kebanyakan setelah kami surati langsung mengurusnya,’’ tutur Honggy.

Peserta yang masih aktif bekerja pun, kata dia, tidak lagi buru-buru mengajukan klaim JHT. Bahkan, beberapa pekerja yang telah resign dari perusahaannya belum mengambilnya. ‘’Mungkin mereka berpikir diambil nanti untuk tambahan modal usaha,’’ pungkasnya. (mg7/c1/isd/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/