alexametrics
23.9 C
Madiun
Sunday, May 29, 2022

Kasus Laka di Wilayah Polres Madiun Kota Naik Lipat Dua

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Seiring melandainya kasus Covid-19, mobilitas warga mulai meningkat. Bersamaan itu, angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) terkerek naik. Catatan Satlantas Polres Madiun Kota, sebulan terakhir kasus laka lantas melonjak 100 persen. ‘’Februari ke Maret naik dua kali lipat,’’ kata Kasatlantas Polres Madiun Kota AKP Dwi Jatmiko, Minggu (10/4).

Dwi memerinci, sepanjang Februari lalu tercatat 17 kasus laka lantas. Dari jumlah itu, 24 korban luka ringan dan seorang pengendara harus meregang nyawa. Sedangkan pada Maret terdapat 35 kasus kecelakaan dengan 44 luka ringan dan dua korban meninggal dunia.

Dia menyebutkan, puluhan kasus laka lantas itu mayoritas melibatkan kendaraan roda dua. Sementara, penyebabnya didominasi kelalaian pengendara alias human error. ‘’Menjadi PR (pekerjaan rumah) bagi kami untuk terus berupaya menekan angkanya,’’ tutur Dwi.

Baca Juga :  Terekam CCTV, Emak-emak di Kota Madiun Curi Migor di Minimarket

Faktor kelalaian itu bentuknya beragam. Mulai melanggar markah jalan, ceroboh saat belok dan menyalip, hingga melawan arus. Selain itu, tidak menjaga jarak aman, menggunakan ponsel dan merokok saat berkendara, hingga mengabaikan hak pejalan kaki.

‘’Kami imbau masyarakat lebih berhati-hati saat berkendara,’’ ujarnya. ‘’Momen Lebaran menjadi atensi kami. Karena dapat dipastikan mobilitas masyarakat jauh lebih tinggi dibanding biasanya,’’ imbuh Dwi. (ggi/c1/isd/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Seiring melandainya kasus Covid-19, mobilitas warga mulai meningkat. Bersamaan itu, angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) terkerek naik. Catatan Satlantas Polres Madiun Kota, sebulan terakhir kasus laka lantas melonjak 100 persen. ‘’Februari ke Maret naik dua kali lipat,’’ kata Kasatlantas Polres Madiun Kota AKP Dwi Jatmiko, Minggu (10/4).

Dwi memerinci, sepanjang Februari lalu tercatat 17 kasus laka lantas. Dari jumlah itu, 24 korban luka ringan dan seorang pengendara harus meregang nyawa. Sedangkan pada Maret terdapat 35 kasus kecelakaan dengan 44 luka ringan dan dua korban meninggal dunia.

Dia menyebutkan, puluhan kasus laka lantas itu mayoritas melibatkan kendaraan roda dua. Sementara, penyebabnya didominasi kelalaian pengendara alias human error. ‘’Menjadi PR (pekerjaan rumah) bagi kami untuk terus berupaya menekan angkanya,’’ tutur Dwi.

Baca Juga :  Rencana Pembangunan Ring Road Timur Berpotensi Memunculkan Mafia Tanah

Faktor kelalaian itu bentuknya beragam. Mulai melanggar markah jalan, ceroboh saat belok dan menyalip, hingga melawan arus. Selain itu, tidak menjaga jarak aman, menggunakan ponsel dan merokok saat berkendara, hingga mengabaikan hak pejalan kaki.

‘’Kami imbau masyarakat lebih berhati-hati saat berkendara,’’ ujarnya. ‘’Momen Lebaran menjadi atensi kami. Karena dapat dipastikan mobilitas masyarakat jauh lebih tinggi dibanding biasanya,’’ imbuh Dwi. (ggi/c1/isd/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/