alexametrics
26.3 C
Madiun
Monday, May 16, 2022

Disinfeksi Keliling Kota Seminggu Sekali

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Kasus Covid-19 di Kota Madiun meningkat signifikan belakangan ini. Bahkan, memunculkan sejumlah klaster. Penyemprotan disinfektan pun kembali digalakkan. Baik di instansi maupun lingkungan yang terdapat kasus positif aktif.  ‘’Kami melakukan penyemprotan massal setiap Selasa,’’ kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun Jariyanto, Jumat (11/2).

Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) lain juga punya tim penyemprotan. Dinas perdagangan, misalnya, menyasar pasar-pasar tradisional. Dinas lingkungan hidup (DLH) serta dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) menyemprot fasilitas umum (fasum). Sedangkan BPBD di lokasi keramaian. ‘’Biasanya di masjid atau fasum yang sering dikunjungi masyarakat,’’ ujarnya.

Bahan disinfektan disediakan dinas kesehatan, pengendalian penduduk, dan keluarga berencana  (dinkes-PPKB). Sebanyak 11 OPD lain juga wajib memiliki alat semprot. Penyemprotan massal menyasar seluruh wilayah kota. Prioritasnya lingkungan yang paling banyak warga terpapar Covid-19. ‘’Kami koordinasi dengan para camat untuk mengetahui kebutuhan mereka,’’ ungkap Jariyanto.

Baca Juga :  61 Warga SMPK Santo Bernardus Dites Antigen, 10 Positif Covid-19

Menurut dia, konsep penyemprotan massal kali ini berbeda dengan tahun lalu. Yakni, jadwalnya yang hanya sekali seminggu. Pun, tidak ada penyemprotan harian untuk lingkungan yang ada warga isolasi mandiri (isoman). Sebab, pusat melarang ada warga isoman. Semua pasien Covid-19 wajib isolasi terpusat (isoter). Karena itu, rumah sakit lapangan (RSL) di rusunawa II dan Wisma Haji diaktifkan lagi. ‘’Kami hanya menyemprot kalau ada permintaan,’’ jelasnya. (mg7/c1/sat/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Kasus Covid-19 di Kota Madiun meningkat signifikan belakangan ini. Bahkan, memunculkan sejumlah klaster. Penyemprotan disinfektan pun kembali digalakkan. Baik di instansi maupun lingkungan yang terdapat kasus positif aktif.  ‘’Kami melakukan penyemprotan massal setiap Selasa,’’ kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun Jariyanto, Jumat (11/2).

Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) lain juga punya tim penyemprotan. Dinas perdagangan, misalnya, menyasar pasar-pasar tradisional. Dinas lingkungan hidup (DLH) serta dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) menyemprot fasilitas umum (fasum). Sedangkan BPBD di lokasi keramaian. ‘’Biasanya di masjid atau fasum yang sering dikunjungi masyarakat,’’ ujarnya.

Bahan disinfektan disediakan dinas kesehatan, pengendalian penduduk, dan keluarga berencana  (dinkes-PPKB). Sebanyak 11 OPD lain juga wajib memiliki alat semprot. Penyemprotan massal menyasar seluruh wilayah kota. Prioritasnya lingkungan yang paling banyak warga terpapar Covid-19. ‘’Kami koordinasi dengan para camat untuk mengetahui kebutuhan mereka,’’ ungkap Jariyanto.

Baca Juga :  Pembebasan Lahan Ring Road Terganjal

Menurut dia, konsep penyemprotan massal kali ini berbeda dengan tahun lalu. Yakni, jadwalnya yang hanya sekali seminggu. Pun, tidak ada penyemprotan harian untuk lingkungan yang ada warga isolasi mandiri (isoman). Sebab, pusat melarang ada warga isoman. Semua pasien Covid-19 wajib isolasi terpusat (isoter). Karena itu, rumah sakit lapangan (RSL) di rusunawa II dan Wisma Haji diaktifkan lagi. ‘’Kami hanya menyemprot kalau ada permintaan,’’ jelasnya. (mg7/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/