alexametrics
23.1 C
Madiun
Saturday, May 28, 2022

Pemkot Madiun Pilih Sekolah Gantikan Rusunawa II untuk Cadangan Tempat Isolasi

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Pemkot Madiun tak sabar pembangunan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) III direalisasikan. Sehingga, rusunawa II yang berbulan-bulan belum berpenghuni akan segera dioperasikan. Sebab, kondisi itu ditengarai menjadi pertimbangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) menunda pembangunan rusunawa III.

Pengoperasian rusunawa II berimbas pada di-regrouping-nya sejumlah SD-SMP negeri. Gedung kosong di sekolah tersebut akan menggantikan fasilitas umum (fasum) yang pembangunannya dibiayai APBN Rp 23 miliar itu sebagai cadangan tempat isolasi pasien Covid-19. ‘’Kalau rusunawa II dioperasikan, gedung kosong di sekolah akan kami fungsikan,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi, Senin (11/4).

Maidi menyampaikan, regrouping sejumlah sekolah akan dilakukan tahun depan. Gedung kosong di sekolah itu bakal dimanfaatkan untuk cadangan tempat isolasi pasien Covid-19 jika kembali terjadi ledakan kasus. ‘’Kami tidak ingin buru-buru mengoperasikan saat kasus Covid-19 belum melandai. Kalau sudah melandai, kami siapkan sarpras lain, dan rusunawa II segera dibuka untuk penghuni,’’ jelasnya.

Rencananya, jika pandemi Covid-19 benar-benar mereda atau minimal tidak ada lonjakan kasus, rusunawa II dibuka pasca-Lebaran mendatang. Bersamaan pemantauan perkembangan kasus virus korona, juga memastikan progres regrouping segera dirampungkan dinas terkait. ‘’Semua berproses. Harus siap semua, sebagai antisipasi. Tapi, kami berharap tidak ada lagi lonjakan kasus Covid-19,’’ ucapnya.

Baca Juga :  Jadikan Sumpah Pemuda Momentum Pemersatu Bangsa

Maidi mengklaim dinas perumahan dan kawasan permukiman (disperkim) setempat telah mendata calon penghuni rusunawa II. Ada sekitar 40 kepala keluarga (KK) hasil seleksi dan survei dari para pendaftar. Seleksi merujuk data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS). Sedangkan survei untuk memastikan mereka belum punya rumah. ‘’Data sudah kami pegang. Rusunawa II segera dihuni,’’ sebutnya.

Sedangkan rusunawa III progresnya terus berjalan. Lahan bongpay Jalan Hayam Wuruk, Manguharjo, untuk lokasi pembangunan sudah siap. Setidaknya untuk satu menara. Sedangkan penyediaan lahan untuk dua menara sisanya bakal dikebut tahun ini. Sehingga, tahun depan benar-benar dapat dibangun Kemen PUPR. ‘’Jadi, rusunawa III tidak batal. Berita bohong dari mulut oknum hanya akan mengacau masyarakat,’’ ungkapnya. (ggi/c1/sat/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Pemkot Madiun tak sabar pembangunan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) III direalisasikan. Sehingga, rusunawa II yang berbulan-bulan belum berpenghuni akan segera dioperasikan. Sebab, kondisi itu ditengarai menjadi pertimbangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) menunda pembangunan rusunawa III.

Pengoperasian rusunawa II berimbas pada di-regrouping-nya sejumlah SD-SMP negeri. Gedung kosong di sekolah tersebut akan menggantikan fasilitas umum (fasum) yang pembangunannya dibiayai APBN Rp 23 miliar itu sebagai cadangan tempat isolasi pasien Covid-19. ‘’Kalau rusunawa II dioperasikan, gedung kosong di sekolah akan kami fungsikan,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi, Senin (11/4).

Maidi menyampaikan, regrouping sejumlah sekolah akan dilakukan tahun depan. Gedung kosong di sekolah itu bakal dimanfaatkan untuk cadangan tempat isolasi pasien Covid-19 jika kembali terjadi ledakan kasus. ‘’Kami tidak ingin buru-buru mengoperasikan saat kasus Covid-19 belum melandai. Kalau sudah melandai, kami siapkan sarpras lain, dan rusunawa II segera dibuka untuk penghuni,’’ jelasnya.

Rencananya, jika pandemi Covid-19 benar-benar mereda atau minimal tidak ada lonjakan kasus, rusunawa II dibuka pasca-Lebaran mendatang. Bersamaan pemantauan perkembangan kasus virus korona, juga memastikan progres regrouping segera dirampungkan dinas terkait. ‘’Semua berproses. Harus siap semua, sebagai antisipasi. Tapi, kami berharap tidak ada lagi lonjakan kasus Covid-19,’’ ucapnya.

Baca Juga :  Pemkot Madiun Sosialisasikan Penataan Kawasan Bogowonto ke Warga

Maidi mengklaim dinas perumahan dan kawasan permukiman (disperkim) setempat telah mendata calon penghuni rusunawa II. Ada sekitar 40 kepala keluarga (KK) hasil seleksi dan survei dari para pendaftar. Seleksi merujuk data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS). Sedangkan survei untuk memastikan mereka belum punya rumah. ‘’Data sudah kami pegang. Rusunawa II segera dihuni,’’ sebutnya.

Sedangkan rusunawa III progresnya terus berjalan. Lahan bongpay Jalan Hayam Wuruk, Manguharjo, untuk lokasi pembangunan sudah siap. Setidaknya untuk satu menara. Sedangkan penyediaan lahan untuk dua menara sisanya bakal dikebut tahun ini. Sehingga, tahun depan benar-benar dapat dibangun Kemen PUPR. ‘’Jadi, rusunawa III tidak batal. Berita bohong dari mulut oknum hanya akan mengacau masyarakat,’’ ungkapnya. (ggi/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/