alexametrics
24.8 C
Madiun
Saturday, May 21, 2022

Dibuka Akses Transportasi, Terminal Purboyo Tetap Sepi

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Terminal Purboyo tetap sepi hingga kemarin (10/5). Pembukaan kembali akses transportasi darat oleh Kementerian Perhubungan tak membuat terminal Tipe A (TTA) itu bergeliat.

Tukiman, komandan regu TTA Purboyo Kota Madiun, menyatakan bahwa sampai kini perusahaan otobus (PO) memilih tidak beroperasi karena penumpang yang boleh naik hanya tertentu. ‘’Dengan persyaratan yang cukup rumit dan terbatas, PO tidak serta merta beroperasi,’’ ujarnya.

Sejak pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo akhir April lalu, sudah tidak ada aktivitas perjalanan baik keberangkatan maupun kedatangan di TTA Purboyo. Kondisi itu diperkirakan bertahan sampai lewat Lebaran. ‘’Saat ini Malang Raya juga mengajukan PSBB. Itu menandakan tidak ada lagi trayek ke sana,’’ katanya.

Baca Juga :  Maidi: Tanpa Pekerja Perusahaan Tak Berjalan

Meski begitu, beberapa kali Tukiman memergoki travel nakal yang nekat membawa penumpang mudik. Pekan lalu, dua orang ketahuan mudik menggunakan jasa transportasi gelap tersebut. ‘’Langsung kami laporkan ke Satpol PP Kota Madiun. Pelanggarnya bisa didenda Rp 500 ribu hingga 1 tahun penjara,’’ tuturnya. (mg3/c1/fin)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Terminal Purboyo tetap sepi hingga kemarin (10/5). Pembukaan kembali akses transportasi darat oleh Kementerian Perhubungan tak membuat terminal Tipe A (TTA) itu bergeliat.

Tukiman, komandan regu TTA Purboyo Kota Madiun, menyatakan bahwa sampai kini perusahaan otobus (PO) memilih tidak beroperasi karena penumpang yang boleh naik hanya tertentu. ‘’Dengan persyaratan yang cukup rumit dan terbatas, PO tidak serta merta beroperasi,’’ ujarnya.

Sejak pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo akhir April lalu, sudah tidak ada aktivitas perjalanan baik keberangkatan maupun kedatangan di TTA Purboyo. Kondisi itu diperkirakan bertahan sampai lewat Lebaran. ‘’Saat ini Malang Raya juga mengajukan PSBB. Itu menandakan tidak ada lagi trayek ke sana,’’ katanya.

Baca Juga :  Boris Brexit

Meski begitu, beberapa kali Tukiman memergoki travel nakal yang nekat membawa penumpang mudik. Pekan lalu, dua orang ketahuan mudik menggunakan jasa transportasi gelap tersebut. ‘’Langsung kami laporkan ke Satpol PP Kota Madiun. Pelanggarnya bisa didenda Rp 500 ribu hingga 1 tahun penjara,’’ tuturnya. (mg3/c1/fin)

Most Read

Artikel Terbaru

/