alexametrics
24.7 C
Madiun
Thursday, May 19, 2022

Ada 10 Pahlawan dari 5 Era di Monumen Obor

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kota Madiun punya banyak destinasi wisata edukasi dan sejarah. Salah satunya Monumen Obor di Kelurahan Oro-Oro Ombo, Kartoharjo. Monumen yang dibangun 10 November 1984 silam itu juga telah dipoles jadi taman. Ada spot-spot bertuliskan nama pahlawan dari lima era.

Sepuluh nama pahlawan itu dikemas apik tertulis di akrilik berbentuk gunungan wayang. Dilengkapi foto serta riwayat perjuangan masing-masing. Terpajang di sekeliling Monumen Obor. Pahlawan era perjuangan ada KH Mansyur dan Ki Hadjar Dewantara. Era BPUPKI ada dr Radjiman Wedyodiningrat. Era kebangkitan ada dr Wahidin Sudirohusodo, dr Soetomo, dan Moh. Yamin. Kemudian era kemerdekaan diwakili Bung Tomo, Muh. Hatta, dan Ir Soekarno. Bahkan, di era sebelum kemerdekaan ada Sentot Alibasyah Prawirodirjo.

Baca Juga :  Jalan Tertutup Longsor, Warga Terisolasi

Pegiat sejarah Historia van Madioen (HvM) Septian Dwita Kharisma mengatakan, Sentot Alibasyah Prawirodirjo merupakan panglima perang Diponegoro yang berlangsung 1825-1830. Sentot merupakan putra Ronggo Prawirodirjo III, bupati Madiun ke-16. Menurut dia, keberadaan nama-nama pahlawan serta ulasan riwayat sejarahnya di monumen itu penting untuk mengenalkan kepada generasi muda. ‘’Monumen ini menggambarkan perjuangan dan perjalanan NKRI,’’ kata Ian, sapaan akrab Septian Dwita Kharisma, Jumat (11/6). (kid/her)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kota Madiun punya banyak destinasi wisata edukasi dan sejarah. Salah satunya Monumen Obor di Kelurahan Oro-Oro Ombo, Kartoharjo. Monumen yang dibangun 10 November 1984 silam itu juga telah dipoles jadi taman. Ada spot-spot bertuliskan nama pahlawan dari lima era.

Sepuluh nama pahlawan itu dikemas apik tertulis di akrilik berbentuk gunungan wayang. Dilengkapi foto serta riwayat perjuangan masing-masing. Terpajang di sekeliling Monumen Obor. Pahlawan era perjuangan ada KH Mansyur dan Ki Hadjar Dewantara. Era BPUPKI ada dr Radjiman Wedyodiningrat. Era kebangkitan ada dr Wahidin Sudirohusodo, dr Soetomo, dan Moh. Yamin. Kemudian era kemerdekaan diwakili Bung Tomo, Muh. Hatta, dan Ir Soekarno. Bahkan, di era sebelum kemerdekaan ada Sentot Alibasyah Prawirodirjo.

Baca Juga :  Sopir Ngantuk, Truk Sasak Pagar dan Pohon di Jalan Raya Ponorogo-Madiun

Pegiat sejarah Historia van Madioen (HvM) Septian Dwita Kharisma mengatakan, Sentot Alibasyah Prawirodirjo merupakan panglima perang Diponegoro yang berlangsung 1825-1830. Sentot merupakan putra Ronggo Prawirodirjo III, bupati Madiun ke-16. Menurut dia, keberadaan nama-nama pahlawan serta ulasan riwayat sejarahnya di monumen itu penting untuk mengenalkan kepada generasi muda. ‘’Monumen ini menggambarkan perjuangan dan perjalanan NKRI,’’ kata Ian, sapaan akrab Septian Dwita Kharisma, Jumat (11/6). (kid/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/