alexametrics
24.8 C
Madiun
Friday, August 19, 2022

Proyek Ring Road Timur Tak Bisa Diundur

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Studi kelayakan pembangunan ring road timur disiapkan tahun depan. Langkah progresif itu menyusul masuknya megaproyek tersebut dalam prioritas pembangunan nasional 2020–2024.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Madiun Suwarno menegaskan, pembangunan ring road timur merespons semakin padatnya frekuensi kendaraan motor dan kereta yang melintasi kota ini. Saat ini, ada 53 kali perjalanan kereta api (KA) sehari. Setiap kereta api lewat, jalur itu ditutup empat menit. ‘’Setiap ada kereta berhenti, antrean kendaraan motor bisa 500 meter,’’ ujarnya.

Suwarno beberapa kali sudah berkoordinasi dengan Bappenas dan Kementerian PUPR akan pentingnya pembangunan ring road timur bagi daerah. Pemerintah pusat pun memasukkan pembangunan jalan lingkar timur itu dalam Perpres 20/2019. ‘’Perlu feasibility study (FS) dulu, baru menyusun masterplannya,’’ terang Suwarno.

Baca Juga :  Polisi Pastikan Ica Tewas Dibunuh

Pemkot diminta membuat studi kelayakan terkait dampak pembangunan akses infrastruktur tersebut. Baik dari aspek ekonomi, sosial, maupun lingkungan. ‘’Semua itu nanti dikaji,’’ tutur mantan kepala pelaksana BPBD Kota Madiun tersebut.

Karena ini merupakan proyek strategis nasional, seluruh daerah sekitar harus membantu menyukseskan pembangunan. Terkait kebutuhan anggaran, estimasi Rp 600 miliar barulah perkiraan awal. ‘’Seiring berjalannya waktu bisa lebih,’’ katanya. (her/c1/fin)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Studi kelayakan pembangunan ring road timur disiapkan tahun depan. Langkah progresif itu menyusul masuknya megaproyek tersebut dalam prioritas pembangunan nasional 2020–2024.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Madiun Suwarno menegaskan, pembangunan ring road timur merespons semakin padatnya frekuensi kendaraan motor dan kereta yang melintasi kota ini. Saat ini, ada 53 kali perjalanan kereta api (KA) sehari. Setiap kereta api lewat, jalur itu ditutup empat menit. ‘’Setiap ada kereta berhenti, antrean kendaraan motor bisa 500 meter,’’ ujarnya.

Suwarno beberapa kali sudah berkoordinasi dengan Bappenas dan Kementerian PUPR akan pentingnya pembangunan ring road timur bagi daerah. Pemerintah pusat pun memasukkan pembangunan jalan lingkar timur itu dalam Perpres 20/2019. ‘’Perlu feasibility study (FS) dulu, baru menyusun masterplannya,’’ terang Suwarno.

Baca Juga :  Uji Spesimen Turun

Pemkot diminta membuat studi kelayakan terkait dampak pembangunan akses infrastruktur tersebut. Baik dari aspek ekonomi, sosial, maupun lingkungan. ‘’Semua itu nanti dikaji,’’ tutur mantan kepala pelaksana BPBD Kota Madiun tersebut.

Karena ini merupakan proyek strategis nasional, seluruh daerah sekitar harus membantu menyukseskan pembangunan. Terkait kebutuhan anggaran, estimasi Rp 600 miliar barulah perkiraan awal. ‘’Seiring berjalannya waktu bisa lebih,’’ katanya. (her/c1/fin)

Most Read

Artikel Terbaru

/